Begini Cara Jessica Iskandar Didik El Barack agar Tidak Jadi Korban Maupun Pelaku Bullying

Yasinta Rahmawati Suara.Com
Rabu, 11 September 2024 | 08:10 WIB
Begini Cara Jessica Iskandar Didik El Barack agar Tidak Jadi Korban Maupun Pelaku Bullying
Ulang tahun El Barack. (Instagram)

Suara.com - Kasus bullying marak terjadi pada anak usia sekolah. Untuk itu, Jessica Iskandar sudah membekali putranya, El Barack Alexander agar tak menjadi korban maupun pelaku bullying.

Seperti belum lama ini, Jessica Iskandar mengungkap bahwa El Barack pernah 'ribut' dan nyaris menjadi korban bully di sekolahnya yang baru.

"Dia lagi mainin botol, ada temennya lewat di belakang, kena pukul kepalanya. Temennya pikir, El Barack sengaja ngelakuin itu," beber wanita yang akrab disapa Jedar ini saat hadir di acara Rumpi.

Untungnya El Barack bisa menghindar saat hampir dipukul oleh temannya itu. Namun ia jadi di-bully secara verbal saat temannya itu melapor ke murid yang badannya lebih besar.

Tak tinggal diam, El Barack langsung melaporkan kejadian tersebut ke gurunya.

Ulang tahun El Barack. (Instagram)
Ulang tahun El Barack. (Instagram)

Sebagai ibu, Jessica Iskandar pun bangga dengan sikap anaknya, sebab itulah yang memang ia dan Vincent ajarkan.

"Bagus dia, didikannya dari awal aku sama Vincent udah bilang sama El 'pokoknya mama sama papa nggak mau El jadi bully'," beber Jessica Iskandar.

Jessica Iskandar menekankan bahwa El Barack harus membela diri dahulu. "Tapi kalau El di-bully, El you have to stand up for yourself. El harus bisa bela diri, bales dulu, bela diri, baru lapor guru," terang Jessica Iskandar.

"Bales dulu, enak aja, udah dipukul. Tapi aku nggak ngajarin anak untuk jadi bully. Kalau El yang jadi bully, mama yang akan marah sama El," tambahnya.

Baca Juga: Jejak Pendidikan dan Karier Vincent Verhaag Suami Jedar, Pola Asuh ke Anak Sambung Dipuji

Di sisi lain, cara itu diajarkan Jessica Iskandar agar anak bisa menyelesaikan masalahnya sendiri. Karena ditakutkan nanti sang anak selalu bergantung pada orangtua.

"Kita sebagai orangtua lebih ke mantau. Jadi jangan sampai ikut-ikutan juga. Karena takutnya anak berpikir bahwa selalu ada orangtua. Enggak, tapi you have to know yang mana bener dan nggak bener," jelasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
Checklist Mobil Bekas: 30 Pertanyaan Pemandu pas Cek Unit Mandiri, Penentu Layak Beli atau Tidak
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Mental Health Check-in, Kamu Lagi di Fase Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Jenis Motor Favorit untuk Tahu Gaya Pertemanan Kamu di Jalanan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Gibran Rakabuming Raka?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 15 Soal Matematika Kelas 9 SMP dan Kunci Jawaban Aljabar-Geometri
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Lelah Mental? Cek Seberapa Tingkat Stresmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu SpongeBob, Patrick, Squidward, Mr. Krabs, atau Plankton?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

VIDEO TERKAIT

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI