Kemenkes Ungkap Sebab Alkes Buatan Lokal Indonesia Susah Tambah Banyak, Masyarakat Ogah Pakai?

Farah Nabilla | Dini Afrianti Efendi | Suara.com

Jum'at, 13 September 2024 | 18:15 WIB
Kemenkes Ungkap Sebab Alkes Buatan Lokal Indonesia Susah Tambah Banyak, Masyarakat Ogah Pakai?
Direktur Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan, Lucia Rizka Andalucia bersama Direktur Utama BPJS Ali Ghufron Mukti memperkenalkan alkes lokal Dialyzer dan Mobile Alkes pertama di Indonesia, Jakarta (9/9/2024) [Suara.com/Dini Afrianti]

Suara.com - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mengungkap sebab sulitnya menambah jumlah alat kesehatan alias alkes lokal, karena masih sedikit masyarakat yang menggunakannya di fasilitas kesehatan seperti rumah sakit.

Fakta ini dijelaskan Direktur Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kemenkes, Dr.Dra. Lucia Rizka Andalucia, Apt, M.Pharm, MARS yang mengharapkan alkes buatan dalam negeri bisa digunakan dengan efisien.

"Kalau volume penggunaan makin tinggi, semakin efisien kan, oleh karena itu dengan produksi dalam negeri, dengan TKDN (tingkat komponen dalam negeri) tinggi, kita akan meningkatkan volume penggunaan produk dalam negeri," ujar Lucia dalam acara peluncuran Mobile X-Ray dan Dialyzer oleh PT Forsta Kalmedic Global di Jakarta (9/9/2024)

Lucia menjelaskan jika saat ini jumlah alkes lokal masih berada di angka 20 persen dari total yang dibutuhkan. Dari angka tersebut mayoritas alkes lokal yang mampu dibuat masih dengan yang berteknologi rendah hingga sedang.

"Alkes yang diproduksi dalam negeri itu baru 20 persen, selebihnya masih impor, terutama alkes dengan teknologi tinggi. Tapi perkembangan sangat signifikan, meningkat tajam, peningkatan alkes produksi dalam negeri, dalam 3 tahun ini pertumbuhannnya 15 persen, harapannya kita makin banyak," papar Lucia.

Di sisi lain alkes lokal dengan teknologi menengah hingga tinggi jumlahnya masih sangat terbatas di Indonesia. Sehingga alkes seperti CT Scan, MRI, hingga peralatan operasi merupakan produk impor.

Namun kata Lucia, ia terus mendorong produsen lokal mau membuat alkes langsung di dalam negeri, dan tidak sekadar menjadi importir lalu mendistribusikannya di Indonesia.

Kemenkes juga mendorong menyerapan alkes lokal ini bisa maksimal di masyarakat sehingga industri dalam negeri bisa terus berjalan dan berputar. Inilah sebabnya ia memerlukan bantuan BPJS Kesehatan.

"Ini tentu saja dengan bantuan BPJS Kesehatan," ungkap Lucia langsung di samping Direktur Utama BPJS Kesehatan Prof. dr. Ali Ghufron Mukti.

Adapun Indonesia sendiri punya target pada pada akhir 2029 mendatang, sebanyak 80 persen alkes yang digunakan hasil buatan dalam negeri dan hasil karya anak bangsa.

Di sisi lain, fakta sulitnya buat alkes  lokal juga diungkap Direktur PT Forsta Kalmedic Global, Yvone Astri Della Sijabat yang menceritakan di balik proses pembuatan Dialyzer RenaCare. Meski TKDN-nya sangat tinggi namun ada komponen yang sulit didapat, yakni bagian fiber karena harus melibatkan pabrik bahan kimia dengan kapasitas sangat besar.

"Kita cukup yakin TKDN (dialyzer) sangat tinggi, karena semua komponen itu bisa didapatkan dari lokal, tinggal fiber (di bagian dalam), karena itu industrinya udah termasuk industri kimia yang harus running dengan kapasitas set up bisa 10 hingga 12 juta unit per tahun, sementara konsumsi (penggunaan) nasional kita belum sampai ke situ," jelas Yvone.

Inilah sebabnya, perusahaan yang di bawah naungan PT Kalbe Farma Tbk (Kalbe) sebagai produsen perlu produknya diserap, sehingga peneliti, tenaga kerja, komponen dalam negeri bisa semakin diberdayakan.

"Jadi dengan semakin banyaknya pasien cuci darah yang dilayani oleh BPJS, dan ekonomi semakin efektif dan berputar, harapannya adalah begitu volume naik, banyak pasien terlayani bisa bangun pabrik untuk fibernya ke depan," paparnya.

Perlu diketahui dialyzer adalah bahan habis pakai alias consumables penting dalam tindakan hemodialisis atau cuci darah untuk pasien yang mengalami penurunan fungsi ginjal secara drastis.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Terkuak! Kasus Bullying Mahasiswa Kedokteran Terbanyak di RSUP Kandao Manado, Kemenkes: Rata-rata yang Pegang Pisau

Terkuak! Kasus Bullying Mahasiswa Kedokteran Terbanyak di RSUP Kandao Manado, Kemenkes: Rata-rata yang Pegang Pisau

News | Jum'at, 13 September 2024 | 00:00 WIB

5 Fakta Vaksin MPOX: Sudah Dapat Izin WHO dan BPOM

5 Fakta Vaksin MPOX: Sudah Dapat Izin WHO dan BPOM

Health | Kamis, 12 September 2024 | 14:38 WIB

Kemenkes Sebut Bullying Di Kalangan Mahasiswa Kedokteran Jadi Kebiasaan, Laporan Sampai 1.600 Kasus

Kemenkes Sebut Bullying Di Kalangan Mahasiswa Kedokteran Jadi Kebiasaan, Laporan Sampai 1.600 Kasus

News | Kamis, 12 September 2024 | 13:56 WIB

Menkes Dipolisikan Buntut Kasus Bullying PPDS Undip, Dirjen Yankes: Biarin Aja, Ngapain Pusing-pusing

Menkes Dipolisikan Buntut Kasus Bullying PPDS Undip, Dirjen Yankes: Biarin Aja, Ngapain Pusing-pusing

News | Kamis, 12 September 2024 | 13:07 WIB

Gawat! Setengah Juta Lebih Kasus Perundungan Dokter Terjadi di Rumah Sakit, Kemenkes RI Bongkar Fakta Mengejutkan

Gawat! Setengah Juta Lebih Kasus Perundungan Dokter Terjadi di Rumah Sakit, Kemenkes RI Bongkar Fakta Mengejutkan

News | Rabu, 04 September 2024 | 10:03 WIB

Terkini

Bolehkah Pakai Sabun Cuci Muka Exfoliating Cleanser Setiap Hari?

Bolehkah Pakai Sabun Cuci Muka Exfoliating Cleanser Setiap Hari?

Lifestyle | Rabu, 01 April 2026 | 21:05 WIB

Silsilah Keluarga Hasbi Jayabaya, Penerus 'Dinasti' Bupati Lebak Sindir Masa Lalu Wakilnya Eks Napi

Silsilah Keluarga Hasbi Jayabaya, Penerus 'Dinasti' Bupati Lebak Sindir Masa Lalu Wakilnya Eks Napi

Lifestyle | Rabu, 01 April 2026 | 20:42 WIB

Tasya Farasya Ungkap Alasan Pakai Baju Kuning saat Sidang Cerai, Awalnya Siapkan Abu-Abu

Tasya Farasya Ungkap Alasan Pakai Baju Kuning saat Sidang Cerai, Awalnya Siapkan Abu-Abu

Lifestyle | Rabu, 01 April 2026 | 20:17 WIB

Link Download Kalender April 2026 PDF Gratis, Lengkap dengan Pasaran Jawa

Link Download Kalender April 2026 PDF Gratis, Lengkap dengan Pasaran Jawa

Lifestyle | Rabu, 01 April 2026 | 19:35 WIB

7 Parfum Lokal Aroma Powdery yang Tahan Lama, Wangi Lembut Elegan Seharian

7 Parfum Lokal Aroma Powdery yang Tahan Lama, Wangi Lembut Elegan Seharian

Lifestyle | Rabu, 01 April 2026 | 19:18 WIB

5 Parfum Aroma Buah Tahan Lama untuk Tampil Segar Seharian

5 Parfum Aroma Buah Tahan Lama untuk Tampil Segar Seharian

Lifestyle | Rabu, 01 April 2026 | 19:10 WIB

3 Shio yang Diprediksi Paling Beruntung Selama April 2026, Kamu Termasuk?

3 Shio yang Diprediksi Paling Beruntung Selama April 2026, Kamu Termasuk?

Lifestyle | Rabu, 01 April 2026 | 18:49 WIB

Kapan Sebaiknya Ganti Sepatu Lari Baru? Ini 3 Rekomendasi yang Paling Awet

Kapan Sebaiknya Ganti Sepatu Lari Baru? Ini 3 Rekomendasi yang Paling Awet

Lifestyle | Rabu, 01 April 2026 | 18:35 WIB

Tren Hojicha Masuk Indonesia, CHAGEE Sajikan Menu Baru Hingga Merchandise Spesial

Tren Hojicha Masuk Indonesia, CHAGEE Sajikan Menu Baru Hingga Merchandise Spesial

Lifestyle | Rabu, 01 April 2026 | 17:56 WIB

Apa Itu Nonchalant? Mengenal Arti Istilah Viral di TikTok Lengkap dengan Contoh Kalimat

Apa Itu Nonchalant? Mengenal Arti Istilah Viral di TikTok Lengkap dengan Contoh Kalimat

Lifestyle | Rabu, 01 April 2026 | 17:55 WIB