5 Fakta Vaksin MPOX: Sudah Dapat Izin WHO dan BPOM

M. Reza Sulaiman

Kamis, 12 September 2024 | 14:38 WIB
5 Fakta Vaksin MPOX: Sudah Dapat Izin WHO dan BPOM
Ilustrasi fakta vaksin MPOX (Photo by Markus Spiske on Unsplash)

Suara.com - Vaksin MPOX alias vaksin cacar monyet (monkeypox) kini telah mendapatkan persetujuan resmi dari WHO dan BPOM, menjadi langkah penting dalam upaya penanggulangan penyakit MPOX di Indonesia. Dengan adanya persetujuan dari badan-badan kesehatan internasional dan nasional ini, vaksin MPOX dipastikan memenuhi standar keamanan yang ketat, menjawab berbagai kekhawatiran yang muncul di tengah masyarakat terkait statusnya sebagai vaksin yang dianggap masih dalam tahap eksperimen.

Dr. Mohammad Syahril, Sp. P, MPH, selaku Juru Bicara Kementerian Kesehatan RI, turut menegaskan bahwa vaksin ini telah melalui berbagai tahapan uji klinis yang komprehensif sebelum akhirnya mendapatkan lampu hijau dari WHO dan BPOM. Hal ini menunjukkan bahwa vaksin MPOX tidak hanya aman, tetapi juga efektif dalam memberikan perlindungan terhadap penyakit yang juga dikenal sebagai cacar monyet ini.

Bagi Anda yang ingin mengetahui lebih lanjut mengenai vaksin MPOX, ada beberapa fakta penting yang patut dicermati, seperti dikutip dari situs Sehat Negeriku, Kamis (12/9/2024),

Fakta Pertama: Status Emergency Use Listing

Vaksin MPOX yang digunakan ternyata sudah menerima Emergency Use Listing dari WHO, dan Emergency Use Authorization dari BPOM. Artinya vaksin ini dapat diberikan dalam kondisi darurat yang diperlukan.

BPOM dan Komnas KIPI terus melakukan pemantauan pada penggunaan vaksin ini guna memastikan keamanan dan manfaatnya.

Fakta Kedua: 3 Jenis Vaksin

Mengacu pada dokumen WHO yang berjudul Weekly Epidemiological Record: Smallpox and Mpox (Orthopoxviruses) Vaccine Position Paper, dinyatakan terdapat tiga vaksin yang dapat digunakan untuk pencegahan MPOX secara umum, yang dikembangkan dari vaksin pencegahan cacar.

Ketiganya adalah MVA-BN, kemudian LC16m8, dan yang ketiga adalah ACAM2000. masing-masing telah menjalani pengujian dan memiliki manfaat yang diperlukan dalam mencegah MPOX.

baca juga

Fakta Ketiga: Manfaat Vaksin Cacar Monyet

Manfaat utamanya sendiri adalah memberikan perlindungan pada tingkat tertentu pada infeksi dan penyakit berat tersebut. Setelah menjalani vaksinasi, kewaspadaan tetap perlu dijaga sebab pembentukan kekebalannya akan memerlukan waktu beberapa minggu.

Tubuh yang terinfeksi yang terjadi setelah vaksinasi tetap akan mendapatkan perlindungan, meski tetap harus mendapatkan perawatan yang tepat.

Fakta Keempat: Efek Samping

Diketahui vaksin cacar monyet ini akan memberikan efek samping yang berbeda-beda pada masing-masing orang, mengacu pada kondisi kesehatannya. Namun demikian sebelum melakukan vaksinasi tenaga medis akan memeriksa riwayat kesehatan orang tersebut, untuk menilai aman atau tidaknya seseorang melakukan vaksinasi.

Beberapa efek umum yang muncul adalah eritema, nyeri, ederma, pruritus atau gatal-gatal, hiperpigmentasi, dan indurasi.

Fakta Kelima: Gratis dengan Syarat Tertentu

Kementerian Kesehatan RI memastikan vaksin MPOX yang diberikan akan gratis bagi masyarakat yang masuk dalam golongan prioritas. Karena jumlahnya terbatas, vaksin diberikan pada sasaran utama yang berada di daerah dengan laporan kasus MPOX.

Itu tadi sekilas tentang fakta vaksin MPOX yang akan segera diberikan pada masyarakat golongan prioritas mengacu pada kategori yang diberikan oleh Kementerian Kesehatan RI. 

Kemenkes Prioritaskan Vaksin Mpox Untuk Kelompok Gay Dan Biseksual

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI telah menyediakan vaksin Mpox. Hanya saja pemberiannya hanya ditujukan untuk kelompok berisiko tinggi, sesuai dengan rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) soal pemberian vaksin cacar dan Mpox.

Direktur Pengelolaan Imunisasi Kemenkes dr. Prima Yosephine, M.K.M., menjelaskan, bahwa kelompok berisiko tinggi terkena Mpox seperti, lelaki berhubungan seks dengan lelaki atau gay dan biseksual. Serta individu yang kontak dengan penderita Mpox dalam dua minggu terakhir.

“Kelompok berisiko lainnya termasuk petugas laboratorium yang melakukan pemeriksaan spesimen virologi, terutama di daerah yang ada kasus Mpox, dan petugas kesehatan yang melakukan penanganan pada kasus Mpox,” kata Prima dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (28/8/2024).

Anak-anak tidak termasuk dalam kelompok sasaran vaksinasi Mpox di Indonesia. Karena pemberian vaksin dan vaksinasi Mpox di Indonesia sifatnya pencegahan.

Kontributor : I Made Rendika Ardian

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kemenkes Sebut Bullying Di Kalangan Mahasiswa Kedokteran Jadi Kebiasaan, Laporan Sampai 1.600 Kasus

Kemenkes Sebut Bullying Di Kalangan Mahasiswa Kedokteran Jadi Kebiasaan, Laporan Sampai 1.600 Kasus

News | Kamis, 12 September 2024 | 13:56 WIB

Menkes Dipolisikan Buntut Kasus Bullying PPDS Undip, Dirjen Yankes: Biarin Aja, Ngapain Pusing-pusing

Menkes Dipolisikan Buntut Kasus Bullying PPDS Undip, Dirjen Yankes: Biarin Aja, Ngapain Pusing-pusing

News | Kamis, 12 September 2024 | 13:07 WIB

CEK FAKTA: Mpox Sudah Menginfeksi 5 Persen Penduduk Papua Nugini

CEK FAKTA: Mpox Sudah Menginfeksi 5 Persen Penduduk Papua Nugini

News | Senin, 09 September 2024 | 17:24 WIB

Terkini

Tekanan Outflow Asing, Investor Diminta Hati-hati Pilih Saham Perbankan

Tekanan Outflow Asing, Investor Diminta Hati-hati Pilih Saham Perbankan

Bisnis | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:55 WIB

Bukan Sekadar Jualan, UMKM Kuliner Semarang Diajak Ubah Chat WhatsApp Jadi Omzet

Bukan Sekadar Jualan, UMKM Kuliner Semarang Diajak Ubah Chat WhatsApp Jadi Omzet

Jawa Tengah | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:53 WIB

Sekolah IGM Palembang Tunggak PBB Sejak 2019, Tagihan Capai Rp2,18 Miliar

Sekolah IGM Palembang Tunggak PBB Sejak 2019, Tagihan Capai Rp2,18 Miliar

Sumsel | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Satu Tahun Sekolah Rakyat Berjalan, Pemerintah Terus Berupaya Benahi Layanan Siswa

Satu Tahun Sekolah Rakyat Berjalan, Pemerintah Terus Berupaya Benahi Layanan Siswa

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:32 WIB

Fashion Meets Music, A|X Armani Exchange Hadirkan Club Partnership Pertama di Jakarta

Fashion Meets Music, A|X Armani Exchange Hadirkan Club Partnership Pertama di Jakarta

Lifestyle | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:26 WIB

Peringatan Keras Bahlil untuk Singapura: Jangan Ajari Indonesia soal Komitmen Kontrak!

Peringatan Keras Bahlil untuk Singapura: Jangan Ajari Indonesia soal Komitmen Kontrak!

Video | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:15 WIB

Bakal Atur Ruang Digital hingga Jerat Korporasi, Yusril Targetkan RUU HAM Masuk DPR Akhir 2026

Bakal Atur Ruang Digital hingga Jerat Korporasi, Yusril Targetkan RUU HAM Masuk DPR Akhir 2026

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:10 WIB

Bahas Obligasi Rp5,6 Triliun dengan Menkeu, Pramono: Jakarta Ikuti Keputusan Pusat

Bahas Obligasi Rp5,6 Triliun dengan Menkeu, Pramono: Jakarta Ikuti Keputusan Pusat

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:09 WIB

51.200 Liter Minyak Disita di Muratara, Bareskrim Ungkap Dugaan Pasokan Solar Ilegal ke Kontraktor

51.200 Liter Minyak Disita di Muratara, Bareskrim Ungkap Dugaan Pasokan Solar Ilegal ke Kontraktor

Sumsel | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:04 WIB

Pramono Tegaskan Ancol dan Ragunan Tak Bisa Gratis untuk Semua: Biaya Perawatan Besar!

Pramono Tegaskan Ancol dan Ragunan Tak Bisa Gratis untuk Semua: Biaya Perawatan Besar!

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:03 WIB

×