Asal-Usul Sound Horeg dari Mana? Pengeras Suara Berkekuatan Tinggi yang Menuai Kontroversi

Rifan Aditya

Jum'at, 11 Oktober 2024 | 17:43 WIB
Asal-Usul Sound Horeg dari Mana? Pengeras Suara Berkekuatan Tinggi yang Menuai Kontroversi
ilustrasi asal usul sound horeg (instagram/faskhosengoxoriginal_real)

Suara.com - Apakah kamu pernah melihat tumpukan speaker dengan watt tinggi di atas kendaraan terbuka dengan musik elektronik tempo cepat dan volume maksimal? Itulah fenomena sound horeg.

Meskipun banyak yang menikmatinya, tapi ternyata tidak sedikit juga yang merasa terganggu dengan kehadiran fenomena ini. Kira-kira, asal-usul sound horeg dari mana? Cari tahu seperti apa sejarahnya, yuk. 

Sejarah Sound Horeg

Diketahui, istilah sound horeg sendiri diambil dari bahasa Jawa yang artinya suara bergetar. Jadi, bisa disimpulkan bahwa sound horeg adalah suatu suara yang keras dan bisa menimbulkan getaran.

Pengertian sound horeg secara rinci telah dijelaskan dalam sebuah jurnal 'Analisis Hukum Terhadap Penggunaan Sound System yang Melebihi Batas (Sound Horeg) (Studi Kasus Wilayah Hukum Kecamatan Karangploso)' karya Sinta Della Lesgasevia.

Disebutkan bahwa sound horeg merupakan sebuah fenomena yang berkembang di kalangan masyarakat dengan memanfaatkan alat penghasil suara dengan volume yang cenderung tinggi.

Bagi masyarakat Indonesia yang tinggal di wilayah Pulau Jawa dan sekitarnya, sound horeg memang dikenal sebagai salah satu tradisi yang melibatkan karnaval dengan ditampilkannya sound system dalam ukuran yang sangat besar.

Tidak hanya berukuran besar, sound system yang digunakan dalam sound horeg juga relatif menghasilkan suara yang menggelegar.

Kemunculan sound horeg dimulai sejak era 2000-an, di mana saat itu masyarakat menggunakan alat pengeras suara sebagai sebuah hiburan sederhana sesuai dengan keperluannya saja.

Lambat laun, sebuah ide muncul yang mengubah alat pengeras suara menjadi sound horeg. Perubahan itu diduga terinspirasi dari diskotik di kota besar, seperti Jakarta.

baca juga

Fenomena sound horeg kemudian semakin membesar setelah pandemi Covid-19 pada 2020 lalu. Banyak warga yang merasakan kerinduan terhadap hiburan di luar rumah, seperti karnaval dan sejenisnya. 

Bahaya dan Kontroversi Sound Horeg

Meskipun dianggap sebagai salah satu tradisi, sound horeg mampu memicu pro dan kontra di kalangan masyarakat luas. Bahkan, sound horeg tidak hanya populer di acara besar atau festival, tapi juga acara keagamaan, hingga hall tersebut membuat kontroversi. Penggunaan sound horeg saat takbiran telah menjadi perbincangan hangat selama ini. 

Apakah sound horeg berbahaya? Volume sound horeg dinilai mengganggu masyarakat sekitar, karena suara tingkat kebisingan yang dihasilkan dari sound horeg disebut-sebut bisa mencapai lebih dari 135 desibel (dB).

Dokter spesialis telinga, hidung, dan tenggorokan (THT) RSCM Jakarta, Tri Juda Airlangga mengatakan bahwa batas toleransi telinga manusia menangkap suara bising bergantung pada durasinya. Pada umumnya, suara bising 85 dB bisa ditangkap telinga manusia selama 8 jam dalam sehari.

Namun, durasi itu juga bisa menjadi lebih singkat jika volume suara kebisingan lebih besar. Jadi sebenarnya telinga manusia hanya bisa menoleransi suara sound horeg dalam hitungan menit saja. 

Apabila melebihi batas yang bisa ditoleransi, daya fungsi telinga akan menurun. Bahkan bahayanya lagi, penurunan fungsi pendengaran itu sering kali bersifat permanen. Nah, itulah penjelasan asal usul Sound Horeg yang menuai pro kontra.

Kontributor : Rishna Maulina Pratama

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

10 Link Download Mod Bussid Sound Horeg: Bikin Jedag Jedug!

10 Link Download Mod Bussid Sound Horeg: Bikin Jedag Jedug!

Tekno | Sabtu, 28 September 2024 | 05:50 WIB

Viral Orang India Bongkar Bangunan yang Halangi Speaker, Netizen: Mirip Konoha

Viral Orang India Bongkar Bangunan yang Halangi Speaker, Netizen: Mirip Konoha

Tekno | Senin, 23 September 2024 | 20:01 WIB

Euforia Karnaval Umum dan Pergeseran Paradigma dalam Memaknai Hari Kemerdekaan Republik Indonesia

Euforia Karnaval Umum dan Pergeseran Paradigma dalam Memaknai Hari Kemerdekaan Republik Indonesia

Your Say | Kamis, 29 Agustus 2024 | 11:16 WIB

Miris! Balada Karnaval 'Horeg' yang Menggeser Makna Asli Karnaval Agustusan

Miris! Balada Karnaval 'Horeg' yang Menggeser Makna Asli Karnaval Agustusan

Your Say | Senin, 19 Agustus 2024 | 10:30 WIB

Karnaval Sound System: Antara Euforia dan Kontroversi di Setiap 17-an

Karnaval Sound System: Antara Euforia dan Kontroversi di Setiap 17-an

Your Say | Jum'at, 16 Agustus 2024 | 09:40 WIB

Gak Punya Adab! Sikat Alat Musik Gereja, 2 Maling Ini Dicokok saat Asyik Kongkow di Kedai Tuak

Gak Punya Adab! Sikat Alat Musik Gereja, 2 Maling Ini Dicokok saat Asyik Kongkow di Kedai Tuak

News | Kamis, 27 Juni 2024 | 15:45 WIB

6 Cara Tingkatkan Kualitas Suara Panggilan di iPhone agar Tida Putus-putus

6 Cara Tingkatkan Kualitas Suara Panggilan di iPhone agar Tida Putus-putus

Your Say | Sabtu, 15 Juni 2024 | 16:48 WIB

Terkini

7 Tips Akuarium Pembawa Hoki dan Kemakmuran Menurut Feng Shui, Perhatikan Jumlah Ikan

7 Tips Akuarium Pembawa Hoki dan Kemakmuran Menurut Feng Shui, Perhatikan Jumlah Ikan

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 08:07 WIB

Bukan Sekadar Menunggu: Pentingnya Doa dan Usaha Nyata dalam Menjemput Jodoh

Bukan Sekadar Menunggu: Pentingnya Doa dan Usaha Nyata dalam Menjemput Jodoh

Your Say | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 08:01 WIB

Karhutla Mulai Dekati Pemukiman Warga di Palangka Raya

Karhutla Mulai Dekati Pemukiman Warga di Palangka Raya

Foto | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 08:00 WIB

Kronologi Wanita Tewas Bersimbah Darah Dihabisi Eks Suami di Pekanbaru

Kronologi Wanita Tewas Bersimbah Darah Dihabisi Eks Suami di Pekanbaru

Riau | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 07:59 WIB

Waspada Selimut Awan Tebal Sepanjang Sabtu Ini

Waspada Selimut Awan Tebal Sepanjang Sabtu Ini

News | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 07:58 WIB

Merasakan Sensasi Berkendara Suzuki XL7 New Alpha Hybrid di GIIAS 2026

Merasakan Sensasi Berkendara Suzuki XL7 New Alpha Hybrid di GIIAS 2026

Otomotif | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 07:55 WIB

Dari Pisces hingga Virgo, 5 Zodiak Paling Kalem tapi Penuh Makna di Balik Sikapnya

Dari Pisces hingga Virgo, 5 Zodiak Paling Kalem tapi Penuh Makna di Balik Sikapnya

Your Say | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 07:50 WIB

11 Kementerian dan Lembaga Raih WTP, BPK Ingatkan Jangan Berpuas Diri!

11 Kementerian dan Lembaga Raih WTP, BPK Ingatkan Jangan Berpuas Diri!

News | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 07:46 WIB

4 Zodiak Paling Beruntung Hari Ini 8 Agustus 2026: Rezeki Datang dari Arah Tak Terduga

4 Zodiak Paling Beruntung Hari Ini 8 Agustus 2026: Rezeki Datang dari Arah Tak Terduga

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 07:34 WIB

Inovasi Fintech Berubah Jadi Gerakan Lari dan Pemberdayaan UMKM

Inovasi Fintech Berubah Jadi Gerakan Lari dan Pemberdayaan UMKM

Bisnis | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 07:29 WIB

×