Integrasi AI di Sekolah: Setiap Siswa Punya 'Guru Pribadi' untuk Belajar

Vania Rossa

Sabtu, 26 Oktober 2024 | 18:44 WIB
Integrasi AI di Sekolah: Setiap Siswa Punya 'Guru Pribadi' untuk Belajar
Ilustrasi AI di Sekolah. (Freepik)

Suara.com - Bosan dengan cara belajar yang mengharuskan kamu menghapal aneka rumus dan teori? Yap, cara belajar lama seperti itu memang sudah tidak relevan lagi saat ini. Itu sebabnya, sudah banyak sekolah yang mulai mengintegrasikan kecerdasan buatan alias AI, yang bisa bikin belajar jadi lebih seru dan efektif. Kamu bayangkan saja, setiap siswa punya guru privat AI yang siap membantu belajar sesuai kemampuan masing-masing. Seru, kan?

Nah, inilah yang jadi kelebihan integrasi AI di sekolah, karena selain dapat memberikan akses ke berbagai sumber belajar yang relevan dan up-to-date, juga dapat membantu menganalisis data siswa secara individu untuk menciptakan program belajar yang disesuaikan dengan gaya belajar, kecepatan, dan kekuatan masing-masing siswa.

Salah satu sekolah yang sudah mulai mengintegrasikan AI adalah Binus School Serpong. Menurut direktur baru Binus School Serpong, Gerald Donovan, zaman sekarang, siswa harus siap menghadapi dunia yang terus berubah, sehingga mereka harus bisa belajar, beradaptasi, dan kreatif. Makanya, sekolah ini sudah menyiapkan berbagai macam teknologi canggih, termasuk 30 tutor AI yang siap menemani siswa belajar.

Dengan AI, siswa nggak perlu lagi ngikutin ritme belajar yang sama. Mereka bisa belajar dengan kecepatannya sendiri, sesuai minat dan kemampuannya. Jadi, nggak ada lagi yang bosen atau malah kewalahan karena materi pelajaran terlalu cepat atau terlalu lambat.

Direktur Binus School Serpong, Gerald Donovan. (Dok. Binus)
Direktur Binus School Serpong, Gerald Donovan. (Dok. Binus)

"Di kelas-kelas konvensional, pengajaran sering difokuskan pada siswa yang bisa menyebabkan beberapa siswa bosan, sementara yang lain kewalahan. AI memungkinkan kami menantang setiap siswa sedikit di atas kemampuan mereka saat ini, sehingga mendorong pertumbuhan dan keterlibatan yang lebih efektif,” kata Donovan di Serpong dalam acara media day, Jumat (26/10/2024).

Donovan juga menyadari jika jalur menuju kesuksesan telah berubah secara drastis dengan munculnya era AI dan otomatisasi. Beberapa profesi tradisional yang dulunya dianggap stabil, seperti kedokteran, teknik, dan bisnis, kini justru sangat mungkin terdampak oleh perkembangan teknologi AI.

Itu sebabnya, sekolah masa kini juga harus mengajarkan siswanya untuk berpikir kritis, kerja sama tim, dan terus belajar sepanjang hidup. Soalnya, di masa depan, banyak pekerjaan yang bisa digantikan sama robot.

"Kami mempersiapkan siswa untuk masa depan yang tidak pasti dengan mengajarkan mereka berpikir kritis, bekerja sama, dan menerima pembelajaran seumur hidup," ujar Donovan.

Mulai semester ini, Binus School Serpong juga meluncurkan program Bring Your Own Device (BYOD) untuk siswa kelas 4 dan di atasnya, dengan visi jangka panjang untuk mengintegrasikan teknologi ke setiap ruang kelas. Tak tanggung-tanggung, investasi besar dalam pelatihan guru dan infrastruktur dilakukan untuk memastikan transisi yang mulus dan menghasilkan dampak optimal.

baca juga

Meskipun ada pergeseran ke arah AI dan teknologi, sekolah tetap berpegang pada nilai-nilai SPIRIT—Striving for Excellence (berjuang untuk Keunggulan), Perseverance (ketekunan), Integrity (integritas), Respect (menghormati), Innovation (inovasi), dan Teamwork (kerja tim). Ini adalah nilai-nilai Binusian yang tidak bisa digantikan oleh mesin.

"Dalam dunia yang serba instan, ketekunan menjadi sangat penting. Kami mengajarkan kepada siswa bahwa hal-hal yang berharga tidak datang dengan mudah, dan itu adalah pelajaran yang tidak bisa diajarkan hanya oleh teknologi," jelas Donovan.

Dan yang terpenting, sekolah juga sudah semestinya tidak hanya mempersiapkan siswa untuk ujian sekolah, tetapi juga untuk kehidupan, dengan membekali mereka keterampilan dan ketahanan yang diperlukan untuk berkembang dalam dunia yang selalu berubah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gemini Live: Asisten AI Google Kini Fasih Berbahasa Indonesia, Apa Saja Kehebatannya?

Gemini Live: Asisten AI Google Kini Fasih Berbahasa Indonesia, Apa Saja Kehebatannya?

Tekno | Sabtu, 26 Oktober 2024 | 11:36 WIB

Permudah Kreator Konten, Eklipse Gunakan AI Untuk Edit Video Profesional Tanpa Skill Khusus

Permudah Kreator Konten, Eklipse Gunakan AI Untuk Edit Video Profesional Tanpa Skill Khusus

Tekno | Jum'at, 25 Oktober 2024 | 14:46 WIB

NextDev ke-10, Telkomsel Buka Peluang Integrasi AI demi Perkuat Ekosistem Digital

NextDev ke-10, Telkomsel Buka Peluang Integrasi AI demi Perkuat Ekosistem Digital

Tekno | Jum'at, 25 Oktober 2024 | 12:08 WIB

Terkini

91% Orang Indonesia Anggap Kesehatan Holistik Penting, Ternyata Bukan Sekadar Bebas Penyakit

91% Orang Indonesia Anggap Kesehatan Holistik Penting, Ternyata Bukan Sekadar Bebas Penyakit

Health | Kamis, 13 Agustus 2026 | 21:09 WIB

Produksi Melimpah Harga Jatuh, Wakil Ketua DPRD Jateng Soroti Nasib Petani Garam

Produksi Melimpah Harga Jatuh, Wakil Ketua DPRD Jateng Soroti Nasib Petani Garam

Jawa Tengah | Kamis, 13 Agustus 2026 | 21:00 WIB

BTN dan PPATK Renovasi 20 RTLH, Bantu Wujudkan Hunian Layak bagi Keluarga Prasejahtera

BTN dan PPATK Renovasi 20 RTLH, Bantu Wujudkan Hunian Layak bagi Keluarga Prasejahtera

Bisnis | Kamis, 13 Agustus 2026 | 20:55 WIB

Cerdas! Begini Langkah Kang Edai Mengubah Desa Kemiren Jadi Naik Kelas

Cerdas! Begini Langkah Kang Edai Mengubah Desa Kemiren Jadi Naik Kelas

Your Say | Kamis, 13 Agustus 2026 | 20:55 WIB

Arti Penting Berlian bagi Anggun C Sasmi: Bukan Sekadar Aksesori, tapi Self-Reward

Arti Penting Berlian bagi Anggun C Sasmi: Bukan Sekadar Aksesori, tapi Self-Reward

Entertainment | Kamis, 13 Agustus 2026 | 20:54 WIB

5 Rekomendasi Sunscreen Ectoin untuk Memperbaiki Skin Barrier dan Anti Polusi

5 Rekomendasi Sunscreen Ectoin untuk Memperbaiki Skin Barrier dan Anti Polusi

Lifestyle | Kamis, 13 Agustus 2026 | 20:46 WIB

Sengketa 6,1 Hektare Kencana Bogor Memanas, AJB Dipersoalkan hingga Dugaan Rekayasa Hukum

Sengketa 6,1 Hektare Kencana Bogor Memanas, AJB Dipersoalkan hingga Dugaan Rekayasa Hukum

Jabar | Kamis, 13 Agustus 2026 | 20:43 WIB

5 Penyebab Bedak Cakey dan Crack di Garis Senyum, Ini Cara Mengakalinya

5 Penyebab Bedak Cakey dan Crack di Garis Senyum, Ini Cara Mengakalinya

Lifestyle | Kamis, 13 Agustus 2026 | 20:40 WIB

Bukan Asal Murah, Ini 5 Kriteria Tasya Kamila Saat Memilih Perabotan Rumah Tangga

Bukan Asal Murah, Ini 5 Kriteria Tasya Kamila Saat Memilih Perabotan Rumah Tangga

Lifestyle | Kamis, 13 Agustus 2026 | 20:37 WIB

HP 64 GB Mulai Lemot? Coba 6 Trik Sederhana Ini sebelum Ganti Ponsel

HP 64 GB Mulai Lemot? Coba 6 Trik Sederhana Ini sebelum Ganti Ponsel

Your Say | Kamis, 13 Agustus 2026 | 20:35 WIB

×