Adu Pendidikan Putri Zulhas vs Ayu Dewi, Mantan Tunangan Zumi Zola yang Kini Calon Menantu Ketum PAN Zulkifli Hasan

Riki Chandra Suara.Com
Jum'at, 15 November 2024 | 11:58 WIB
Adu Pendidikan Putri Zulhas vs Ayu Dewi, Mantan Tunangan Zumi Zola yang Kini Calon Menantu Ketum PAN Zulkifli Hasan
Kolase Putri Zulhas dan Ayu Dewi. [Dok.Istimewa]

Dengan latar belakang pendidikan yang sangat solid dan pengalaman internasional yang luas, Putri Zulhas telah membuktikan dirinya bukan hanya sebagai pebisnis dan politikus yang sukses, tetapi juga seorang akademisi dengan komitmen tinggi.

Pendidikan Ayu Dewi

Ayu Dewi merupakan artis sekaligus presenter terkenal, terus menunjukkan komitmennya untuk berkembang di dunia pendidikan. Dalam unggahan Instagram terbaru pada Senin (7/9/2020), Ayu Dewi membagikan cerita inspiratif tentang perjuangannya untuk melanjutkan studi hingga ke jenjang S2 meski terlahir dari keluarga yang kurang mampu.

Ayu menceritakan pengalaman masa kecilnya yang sejak duduk di bangku SMA kelas 3, dia sudah mulai membiayai pendidikan sendiri tanpa mengandalkan orang tua.

"Dari SMA kelas 3, terus S1 sampai sekarang bismillah S2, alhamdulillah dikasih kesempatan bisa bayar sekolah sendiri nggak minta orang tua," tulisnya dalam caption unggahannya.

Ayu Dewi, yang dikenal sebagai seorang self-made person, merasa bangga dengan pencapaiannya ini. Namun, dia juga tidak melupakan pentingnya doa dari orang tua yang selalu mendukungnya.

"Walaupun namanya Self Made Person, tetap nggak bisa dibilang semuanya karena diri sendiri. Karena ada Allah yang jagain dan doa orang tua yang selalu mengiringi dari segala sisi dan lini kehidupan," katanya.

Saat memutuskan untuk melanjutkan kuliah S2, Ayu Dewi mengungkapkan bahwa banyak yang mempertanyakan pilihannya. Banyak yang bertanya mengapa dia masih memutuskan untuk kuliah lagi meski sudah memiliki kehidupan yang cukup baik.

"Banyak yang nanya, 'Ngapain sekolah lagi? Kan sekarang sudah enak'. Balik lagi, manusia kan emang nggak ada puasnya yah," jelasnya.

Ayu Dewi menambahkan bahwa ketidakpuasan ini sebaiknya diarahkan ke hal-hal yang bermanfaat, tidak hanya untuk dirinya sendiri, tetapi juga untuk orang lain.

"Alangkah baiknya kalau ketidakpuasan itu diarahkan ke hal yang bermanfaat nggak cuma buat diri sendiri tapi juga buat orang banyak," ujarnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
Checklist Mobil Bekas: 30 Pertanyaan Pemandu pas Cek Unit Mandiri, Penentu Layak Beli atau Tidak
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Mental Health Check-in, Kamu Lagi di Fase Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Jenis Motor Favorit untuk Tahu Gaya Pertemanan Kamu di Jalanan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Gibran Rakabuming Raka?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 15 Soal Matematika Kelas 9 SMP dan Kunci Jawaban Aljabar-Geometri
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI