Pendidikan Cemerlang Hasto Kristiyanto, Lulusan 2 Sekolah Favorit di Jogja

Farah Nabilla

Rabu, 25 Desember 2024 | 17:33 WIB
Pendidikan Cemerlang Hasto Kristiyanto, Lulusan 2 Sekolah Favorit di Jogja
Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto (tengah) menemui awak media usai menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (20/8/2024). [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP Hasto Kristiyanto dikabarkan menjadi tersangka  kasus suap Pergantian Antar Waktu (PAW). Adapun kasus ini melibatkan Harun Masiku dan sudah berjalan selama lima tahun.

Hasto sendiri sebelumnya pernah dipanggil sebagai saksi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada 10 Juni 2024 silam. Kabar penyangkaaan tersebut membuat sosok Hasto Kristiyanto menuai atensi publik. 

Tak sedikit yang mengulik segala hal tentangnya, termasuk latar belakang pendidikannya. Di mana Hasto Kristiyanto belajar sebelum aktif di partai politik? Berikut informasi selengkapnya yang terangkum.

Pendidikan Hasto Kristiyanto 

Hasto Kristiyanto lahir di Yogyakarta pada 7 Juli 1966. Ia pernah mengenyam pendidikan di SMA Kolese de Britto Yogyakarta. Sejak duduk di bangku sekolah, ia rupanya sudah senang membaca buku-buku bertemakan politik.

Kecintaannya pada politik terus berlanjut sampai ia menjadi mahasiswa di Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM). Saat kuliah, Hasto pernah menjabat sebagai Ketua Senat Mahasiswa Fakultas Teknik UGM.

Setelah lulus kuliah pada tahun 1991, Hasto mengawali karier di dunia bisnis dengan bergabung di PT Rekayasa Industri sebagai Project Manager. Lalu, ia menjabat sebagai Project Director di PT Prada Nusa Perkasa. 

Hasto kemudian memulai langkah politiknya dengan bergabung ke PDIP pada tahun 2002. Saat itu, ia menjabat Wakil Sekretaris Bidang Media Massa dan Penggalangan DPP PDIP. Setelahnya, karier Hasto kian memuncak.

Ia terpilih menjadi anggota DPR RI untuk daerah pemilihan (dapil) Jawa Timur. Sebagai wakil rakyat, Hasto Kristiyanto ditempatkan di Komisi VI yang menangani soal perdagangan, perindustrian, investasi, dan koperasi. 

baca juga

Sementara di internal partai, Hasto juga terbilang sukses karena mampu meniti karier sampai dipercaya menjadi Sekjen PDIP menggantikan Tjahjo Kumolo. Adapun jabatan ini ia emban sejak tahun 2015 hingga kini.

Alasan KPK Baru Menyangkakan Hasto

KPK memberi penjelasan soal mereka yang baru sekarang menetapkan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto sebagai tersangka. Pasalnya, kasus suap yang menyeret Harun Masiku telah berjalan sekitar lima tahun.

Ketua KPK Setyo Budiyanto mengatakan pihaknya baru sekarang merasa bukti kasus tersebut cukup. Ia memastikan orang-orangnya terus mengumpulkan bukti dan saksi hingga bisa menyangkakan Hasto.

"Baru sekarang ini (menyangkakan Hasto) karena kecukupan alat buktinya tadi sebagaimana sudah saya jelaskan di awal penyidik lebih yakin," ujar Setyo dalam konferensi pers di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (24/12/2024).

Lebih lanjut, Setyo mengatakan KPK sudah melakukan pemeriksaan dan mengumpulkan barang bukti yang cukup. Dari sini, muncul fakta bahwa Hasto Kristiyanto memiliki keterlibatan dalam kasus Harun Masiku.

"Baru kemudian diputuskanlah terbit surat perintah penyidikan gitu (penetapan Hasto menjadi tersangka) jadi sebetulnya alasan pertimbangan itu," papar Setyo.

Tanggapan PDIP

DPP PDIP menanggapi kabar tersebut dengan menyatakan masih mencari kejelasan soal penetapan Hasto sebagai tersangka. Ketua DPP PDIP Ronny Talapessy mengaku belum menerima informasi resmi terkait hal ini.

"Masih cari tahu kebenaran informasi ini (penetapan Hasto sebagai tersangka). Nanti partai akan menyatakan sikap," ujar Ronny. 

Sementara itu, Juru Bicara (Jubir) PDIP  Chico Hakim juga menyatakan masih menunggu informasi resmi. Di sisi lain, ia menduga ada upaya politisasi hukum dalam kasus yang menyeret nama Sekjen Hasto. 

"Sangat jelas ada upaya mengganggu PDI Perjuangan (dengan menyeret Hasto sebagai tersangka kasus suap)," ucap Chico.

Kontributor : Xandra Junia Indriasti

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Segini Kekayaan Hasto Kristiyanto, Tak Pernah Lapor LHKPN Lagi Sejak 2003

Segini Kekayaan Hasto Kristiyanto, Tak Pernah Lapor LHKPN Lagi Sejak 2003

Lifestyle | Rabu, 25 Desember 2024 | 17:22 WIB

Masuk Radar Sejak 2020, Novel Beberkan KPK Sempat Dihalangi Saat akan OTT Hasto dan Harun Masiku

Masuk Radar Sejak 2020, Novel Beberkan KPK Sempat Dihalangi Saat akan OTT Hasto dan Harun Masiku

News | Rabu, 25 Desember 2024 | 16:41 WIB

Solusi Matematika Menyenangkan yang Pak Menteri Cari

Solusi Matematika Menyenangkan yang Pak Menteri Cari

Your Say | Rabu, 25 Desember 2024 | 16:17 WIB

Sandiaga Uno Liburan Akhir Tahun ke Boston, Pilihan Sekolahkan Anak di AS Tuai Kritik

Sandiaga Uno Liburan Akhir Tahun ke Boston, Pilihan Sekolahkan Anak di AS Tuai Kritik

Lifestyle | Rabu, 25 Desember 2024 | 17:09 WIB

Terkini

Uji Coba MBG Prasmanan di Yogyakarta: Siswa Puas, tapi Masih Ada Sisa Makanan 3,3 Kg

Uji Coba MBG Prasmanan di Yogyakarta: Siswa Puas, tapi Masih Ada Sisa Makanan 3,3 Kg

News | Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:24 WIB

1.500 Mahasiswa Unhan Turun ke Sekolah Rakyat, Bantu Siswa Belajar Disiplin hingga Mandiri

1.500 Mahasiswa Unhan Turun ke Sekolah Rakyat, Bantu Siswa Belajar Disiplin hingga Mandiri

News | Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:22 WIB

Privilege Layanan Diagnostik Eksklusif BRI dan Laboratorium Prodia

Privilege Layanan Diagnostik Eksklusif BRI dan Laboratorium Prodia

Bri | Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:20 WIB

Menduniakan Batik atau Merusak Bumi? Sisi Gelap Industri yang Jarang Dibahas

Menduniakan Batik atau Merusak Bumi? Sisi Gelap Industri yang Jarang Dibahas

Your Say | Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:20 WIB

Jelang Putusan MK Kasus Ijazah Gibran Malam Ini: Menkopolkam Siaga, PDIP Buka Suara

Jelang Putusan MK Kasus Ijazah Gibran Malam Ini: Menkopolkam Siaga, PDIP Buka Suara

News | Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:18 WIB

Soroti Pendidikan, Ugoran Sebut Aksi Kamisan Kini Jadi Kampus Rakyat

Soroti Pendidikan, Ugoran Sebut Aksi Kamisan Kini Jadi Kampus Rakyat

Your Say | Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:18 WIB

Gempa Sumba Barat Daya Berdampak ke 3 Kabupaten, Ratusan Rumah dan Fasilitas Publik Rusak

Gempa Sumba Barat Daya Berdampak ke 3 Kabupaten, Ratusan Rumah dan Fasilitas Publik Rusak

News | Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:15 WIB

The Disciple Tayang 16 Oktober di Netflix, Album Rahasia Wu-Tang Terungkap

The Disciple Tayang 16 Oktober di Netflix, Album Rahasia Wu-Tang Terungkap

Your Say | Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:15 WIB

UU Pelindungan Ketenagakerjaan Disahkan DPR, Aspirasi Buruh Berujung Solusi

UU Pelindungan Ketenagakerjaan Disahkan DPR, Aspirasi Buruh Berujung Solusi

Bisnis | Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:13 WIB

Rp 13,24 Triliun Uang Hasil Penertiban Hutan Diserahkan ke Negara, Ditumpuk di Gedung Bundar

Rp 13,24 Triliun Uang Hasil Penertiban Hutan Diserahkan ke Negara, Ditumpuk di Gedung Bundar

News | Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:12 WIB

×