Peneliti BRIN: Alih Fungsi Hutan Jadi Kebun Sawit Mempercepat Perubahan Iklim

Ruth Meliana

Senin, 13 Januari 2025 | 14:37 WIB
Peneliti BRIN: Alih Fungsi Hutan Jadi Kebun Sawit Mempercepat Perubahan Iklim
Ilustrasi pelestarian alam/hutan. [Ist]

Suara.com - Peneliti BRIN mengungkap hasil riset terkait pengalihan hutan menjadi kebun sawit. Paparan riset ini menunjukkan dampak perubahan iklim yang tidak bisa dipandang sebelah mata oleh pemerintah Indonesia.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mulai gencar mengkampanyekan perluasan lahan sawit. Salah satunya dengan memberikan pernyataan agar tidak takut dengan ancaman deforestasi bagi hutan di Tanah Air.

Prabowo juga menyamakan lahan kelapa sawit dengan pohon hutan. Pernyataan orang nomor satu di Indonesia itu tentu langsung memicu kontroversi, baik dari kalangan peneliti maupun masyarakat.

Peneliti BRIN Erma Yulihastin menjelaskan bahwa pengalihan hutan menjadi lahan sawit dapat memicu perubahan suhu udara secara drastis. Ia memberikan bukti melalui hasil riset yang dipublikasikan jurnal Meteorologi Pertanian dan Kehutanan.

"Hutan jadi kebun kelapa sawit dapat mengubah iklim mikro secara signifikan," kata Erma Yulihastin melalui akun X (Twitter) seperti dikutip Suara.com, Senin (13/1/2025).

Riset ini menemukan dampak perubahan iklim saat terjadi pengalihan hutan menjadi lahan sawit di Kalimantan. Suhu udara di kebun kelapa sawit mengalami peningkatan 5°C lebih tinggi daripada suhu udara di hutan.

"Riset di Borneo (Kalimantan) ini menunjukkan suhu udara di kebun kelapa sawit naik jadi +6, 5°C lebih tinggi dibandingkan suhu udara di hutan. Jelas ini memperparah perubahan iklim," tegas Erma Yulihastin.

Penjelasan hasil penelitian di Kalimantan

Ilustrasi pohon sawit. (Freepik)
Ilustrasi pohon sawit. (Freepik)

Penjelasan Erma Yulihastin mengacu pada penelitian berjudul "Hubungan antara Leaf Area Index dan Iklim Mikro di Hutan Tropis dan Perkebunan Kelapa Sawit: Gangguan Hutan Mendorong Perubahan Iklim Mikro."

baca juga

Riset ini dilakukan oleh 6 peneliti yang berasal dari Imperial College London, University Museum of Zoology Cambridge, dan Forest Research Centre. Mereka semua setuju jika pengalihan hutan menjadi lahan sawit adalah ancaman besar bagi keanekaragaman hayati.

"Perubahan tata guna lahan merupakan ancaman utama bagi keanekaragaman hayati. Salah satu mekanisme yang menyebabkan perubahan tata guna lahan memengaruhi keanekaragaman hayati dan proses ekologi adalah melalui perubahan iklim setempat," demikian kutipan penelitian tersebut.

Penelitian dilakukan di berbagai jenis tata guna lahan di Kalimantan. Mulai dari hutan tropis primer, hutan bekas tebangan, dan perkebunan kelapa sawit.

Riset dilakukan dengan menganalisis hubungan antara leaf area index (LAI) dengan 5 variabel iklim di hutan, yaitu suhu udara, kelembaban relatif, defisit tekanan uap, kelembaban spesifik, dan suhu tanah.

Hasilnya, hutan tropis primer ditemukan 2,5 °C lebih dingin daripada hutan bekas tebangan. Hutan primer juga 6,5 °C lebih dingin daripada perkebunan kelapa sawit. Artinya, pengalihan hutan menjadi lahan sawit dapat memicu perubahan iklim terkait suhu udara.

Prabowo dikritik usai minta jangan takut deforestasi

Presiden Prabowo dalam pidatonya di hadapan mahasiswa asal Indonesia di Universitas Al Azhar, Kairo, Mesir, Rabu (18/12/2024). (bidik layar video)
Presiden Prabowo dalam pidatonya di hadapan mahasiswa asal Indonesia di Universitas Al Azhar, Kairo, Mesir, Rabu (18/12/2024). (bidik layar video)

Presiden Prabowo Subianto menyatakan bahwa Indonesia harus menambah lahan kelapa sawit. Ketua Umum Partai Gerindra ini juga meminta semua pihak untuk tidak perlu mengkhawatirkan tentang dampak deforestasi.

"Saya kira ke depan kita harus tambah tanam kelapa sawit. Enggak usah takut apa itu katanya membahayakan, deforestation (deforestasi)," ujar Prabowo.

Tak sampai di situ, Prabowo juga menyamakan kelapa sawit dengan pohon hutan. Menurutnya, kelapa sawit adalah pohon yang juga menyerap karbondioksida.

"Namanya kelapa sawit ya pohon ya kan? Bener enggak? Kelapa sawit itu pohon, ada daunnya kan? Dia menyerap karbondioksida," tambah Prabowo.

Ucapan Prabowo yang menyamakan kelapa sawit dengan pohon hutan turut memicu kritik. Salah satunya datang dari Dekan Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada sekaligus Ketua Konsorsium Biologi Indonesia (KOBI) Budi Setiadi Daryono.

Menurut Budi Setiadi Daryono, pernyataan Prabowo yang menyamakan kelapa sawit dengan pohon hutan itu menyesatkan publik. Pasalnya, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan sudah mengeluarkan peraturan yang menuliskan bahwa sawit bukan tanaman hutan.

"Peraturan Menteri LHK Nomor P.23/2021 yang menyatakan bahwa sawit bukan termasuk tanaman rehabilitasi hutan dan lahan," kata Budi dalam keterangannya, Jumat (10/1/2025).

Budi Setiadi menyarankan agar Presiden Prabowo melibatkan Kementerian dan Lembaga terkait, pakar, praktisi dan civil society terkait rencana menambah lahan sawit. Ini karena kebijakan tersebut memiliki dampak signifikan untuk masyarakat dan lingkungan hidup.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Program MBG Prabowo-Gibran Bikin Omzet Kantin Sekolah Anjlok, Pj Gubernur Jakarta: Nanti Ada Evaluasi

Program MBG Prabowo-Gibran Bikin Omzet Kantin Sekolah Anjlok, Pj Gubernur Jakarta: Nanti Ada Evaluasi

News | Senin, 13 Januari 2025 | 13:21 WIB

Akibat Kebakaran, Kerugian Ekonomi Amerika Serikat 6 Kali Lipat Lebih Parah Dibandingkan Bantuan Militer ke Israel

Akibat Kebakaran, Kerugian Ekonomi Amerika Serikat 6 Kali Lipat Lebih Parah Dibandingkan Bantuan Militer ke Israel

Bisnis | Senin, 13 Januari 2025 | 12:57 WIB

Kebakaran Los Angeles Panggang Saham Asuransi, Korban Khawatir Klaim Ditolak

Kebakaran Los Angeles Panggang Saham Asuransi, Korban Khawatir Klaim Ditolak

Bisnis | Senin, 13 Januari 2025 | 12:20 WIB

Ironi di Balik Ambisi Pembangunan Industri Sawit oleh Presiden Prabowo

Ironi di Balik Ambisi Pembangunan Industri Sawit oleh Presiden Prabowo

Your Say | Senin, 13 Januari 2025 | 09:10 WIB

Membaca Arah Wacana Pemerintahan Prabowo Subianto Babat 20 Juta Hektare Hutan: Benarkah Demi Penuhi Kebutuhan B40?

Membaca Arah Wacana Pemerintahan Prabowo Subianto Babat 20 Juta Hektare Hutan: Benarkah Demi Penuhi Kebutuhan B40?

Liks | Senin, 13 Januari 2025 | 07:41 WIB

Anak Buah Prabowo Subianto Bayarkan SPP Siswa SD Disuruh Belajar di Lantai Sampai Tamat

Anak Buah Prabowo Subianto Bayarkan SPP Siswa SD Disuruh Belajar di Lantai Sampai Tamat

News | Minggu, 12 Januari 2025 | 12:55 WIB

Terkini

Suporter Malaysia Klaim Ditahan Lebih dari Sejam Usai Laga Lawan Timnas Indonesia

Suporter Malaysia Klaim Ditahan Lebih dari Sejam Usai Laga Lawan Timnas Indonesia

Bola | Senin, 28 September 2026 | 23:30 WIB

Tanggal Merah untuk Ibu: Bukan Sekadar Me Time tapi Waktu untuk Recovery

Tanggal Merah untuk Ibu: Bukan Sekadar Me Time tapi Waktu untuk Recovery

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 23:23 WIB

Hari Pertambangan dan Energi, PTBA Perkuat Pasokan dan Hilirisasi untuk Kemandirian Energi

Hari Pertambangan dan Energi, PTBA Perkuat Pasokan dan Hilirisasi untuk Kemandirian Energi

Sumsel | Senin, 28 September 2026 | 23:16 WIB

Kata-kata John Herdman Usai Timnas Indonesia Ditahan Malaysia Tanpa Gol di GBK

Kata-kata John Herdman Usai Timnas Indonesia Ditahan Malaysia Tanpa Gol di GBK

Bola | Senin, 28 September 2026 | 23:05 WIB

Timnas Indonesia Tak Mampu Kalahkan Malaysia, Nama Shin Tae-yong Menggema di GBK

Timnas Indonesia Tak Mampu Kalahkan Malaysia, Nama Shin Tae-yong Menggema di GBK

Bola | Senin, 28 September 2026 | 23:05 WIB

Halloween di Singapura, Ada Rumah Hantu hingga Dunia Bawah Laut Penuh Cahaya

Halloween di Singapura, Ada Rumah Hantu hingga Dunia Bawah Laut Penuh Cahaya

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 23:04 WIB

Tan Cheng Hoe Angkat Tangan: Pertahanan 10 Pemain Timnas Indonesia Sangat Sulit Ditembus

Tan Cheng Hoe Angkat Tangan: Pertahanan 10 Pemain Timnas Indonesia Sangat Sulit Ditembus

Bola | Senin, 28 September 2026 | 23:01 WIB

Guruh Soekarnoputra Berpulang, Mengapa Kepergiannya Begitu Berarti bagi Indonesia?

Guruh Soekarnoputra Berpulang, Mengapa Kepergiannya Begitu Berarti bagi Indonesia?

Sumsel | Senin, 28 September 2026 | 22:57 WIB

Aneh Tapi Nyata, John Herdman Malah Senang Thom Haye Dapat Kartu Merah

Aneh Tapi Nyata, John Herdman Malah Senang Thom Haye Dapat Kartu Merah

Bola | Senin, 28 September 2026 | 22:46 WIB

Prabowo Audit Keuangan Haji, Ada Rp12,98 Triliun Nilai Manfaat Jemaah 2027

Prabowo Audit Keuangan Haji, Ada Rp12,98 Triliun Nilai Manfaat Jemaah 2027

Sumsel | Senin, 28 September 2026 | 22:44 WIB

×