Mengenal Fast Fashion: Tren Gaya Modis atau Bencana untuk Lingkungan?

Yasinta Rahmawati

Kamis, 06 Februari 2025 | 14:00 WIB
Mengenal Fast Fashion: Tren Gaya Modis atau Bencana untuk Lingkungan?
Ilustrasi Fast Fashion [pexels.com]

Suara.com - Pernahkah kamu membeli pakaian baru karena tergiur harga murah dan model yang sedang tren? Jika iya, kemungkinan besar kamu telah menjadi bagian dari industri fast fashion.

Fast fashion merupakan model bisnis di industri tekstil yang memproduksi pakaian dengan cepat dan murah untuk mengikuti tren terbaru. Namun di balik harga yang terjangkau, terdapat dampak negatif yang signifikan bagi lingkungan dan sosial.

Lantas apa sebenarnya fast fashion? Apa dampak fast fashion bagi lingkungan? Simak penjelasan berikut ini.

Apa Itu Fast Fashion?

Ilustrasi Fast Fashion [pexels.com]
Ilustrasi Fast Fashion [pexels.com]

Melansir dari laman Zero Waste, fast fashion merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan tren mode yang cepat berubah dan produksi pakaian yang massal dengan harga murah. Konsep ini memungkinkan konsumen untuk mengikuti tren terbaru dengan harga yang terjangkau.

Dalam konsep fast fashion, merek-merek pakaian cepat mengikuti tren terbaru yang sedang populer. Koleksi yang dihasilkan pun selalu berubah-ubah dalam waktu yang singkat.

Namun untuk bisa memproduksi pakaian dengan cepat dan murah, produsen fast fashion sering kali menggunakan bahan-bahan yang berkualitas rendah. Bahan-bahan ini tidak tahan lama, sehingga pakaian yang dihasilkan cepat rusak atau usang.

Secara sederhana, fast fashion bisa diartikan sebagai tren mode cepat yang mengutamakan produksi massal dengan harga murah. Namun dengan kualitas yang kurang baik dan berdampak buruk pada lingkungan.

Dampak Fast Fashion

Ilustrasi Fast Fashion [pexels.com]
Ilustrasi Fast Fashion [pexels.com]

Meskipun kita sering kali tergoda dengan harga murah dan model pakaian yang terus berganti, namun di balik itu semua terdapat masalah serius. Industri fast fashion cenderung mengabaikan dampak negatif yang ditimbulkannya, baik terhadap lingkungan maupun terhadap manusia, antara lain:

1. Lingkungan

baca juga

Industri fast fashion menjadi salah satu penyumbang terbesar polusi. Proses produksi pakaian, mulai dari pembuatan bahan baku hingga pewarnaan dan finishing, menghasilkan limbah yang sangat besar dan mencemari lingkungan. Selain itu, penggunaan energi yang berlebihan dalam proses produksi juga berkontribusi terhadap perubahan iklim.

2. Eksploitasi Tenaga Kerja

Pekerja di industri fast fashion, terutama di negara berkembang, seringkali dieksploitasi. Mereka bekerja dalam kondisi yang tidak aman, dengan upah yang rendah, dan jam kerja yang panjang. Hak-hak pekerja seperti jaminan sosial dan kesehatan seringkali tidak terpenuhi.

Selain itu pusat produksi industri fast fashion banyak berlokasi di negara-negara berkembang seperti Bangladesh, India, bahkan Indonesia. Hal ini dikarenakan biaya produksi yang lebih murah di negara-negara tersebut. Namun di balik biaya produksi yang murah, tersembunyi masalah sosial dan lingkungan yang serius.

Pekerja di industri fast fashion seringkali berasal dari kelompok masyarakat yang rentan, seperti perempuan, anak-anak, dan imigran. Mereka dipaksa bekerja dalam kondisi yang sangat buruk dengan upah yang jauh di bawah standar.

3. Eksploitasi Hewan

Industri fast fashion seringkali menggunakan kulit hewan seperti ular, buaya, dan macan untuk membuat produk-produk mewah. Permintaan yang tinggi terhadap produk-produk berbahan kulit hewan ini mendorong perburuan liar dan perdagangan ilegal satwa liar. Hal ini mengancam kelangsungan hidup berbagai spesies hewan dan menyebabkan penurunan populasi mereka di alam liar.

4. Penggunaan Zat Kimia Berbahaya

Proses pengolahan kulit hewan menjadi bahan baku untuk produk fashion melibatkan penggunaan berbagai macam zat kimia berbahaya. Zat-zat kimia ini tidak hanya berdampak buruk bagi lingkungan, tetapi juga dapat membahayakan kesehatan hewan dan manusia.

5. Dorong Sifat Konsumtif Manusia

Fast fashion mendorong gaya hidup konsumtif yang tidak berkelanjutan. Konsumen cenderung lebih mementingkan kuantitas daripada kualitas, sehingga menghasilkan tumpukan pakaian yang tidak terpakai di lemari.

Hal tersebut terjadi karena fast fashion menciptakan siklus di mana konsumen terus membeli pakaian baru untuk mengikuti tren terbaru. Hal ini menyebabkan pakaian yang masih layak pakai justru dibuang dan digantikan dengan yang baru. Siklus ini tidak hanya merugikan lingkungan, tetapi juga dompet konsumen.

Kontributor : Trias Rohmadoni

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Lawan Fast Fashion untuk Cegah Lingkungan Rusak, Beli Barang Harus Mindful!

Lawan Fast Fashion untuk Cegah Lingkungan Rusak, Beli Barang Harus Mindful!

Lifestyle | Selasa, 04 Februari 2025 | 08:05 WIB

Tren Pakaian Kerja Gen Z: Ketika Gaya TikTok Bertabrakan dengan Aturan Kantor

Tren Pakaian Kerja Gen Z: Ketika Gaya TikTok Bertabrakan dengan Aturan Kantor

Lifestyle | Selasa, 28 Januari 2025 | 15:05 WIB

Terkenal dengan Gaya Simpel, Nicholas Saputra Ternyata Jago Mix and Match Baju

Terkenal dengan Gaya Simpel, Nicholas Saputra Ternyata Jago Mix and Match Baju

Video | Senin, 27 Januari 2025 | 11:00 WIB

Terkini

Ramalan 12 Shio Hari Ini 28 September 2026: Siapa Saja yang Paling Hoki?

Ramalan 12 Shio Hari Ini 28 September 2026: Siapa Saja yang Paling Hoki?

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 07:11 WIB

Buku Sepotong Bibir Paling Indah di Dunia: Cinta, Kemiskinan, dan Kepedihan

Buku Sepotong Bibir Paling Indah di Dunia: Cinta, Kemiskinan, dan Kepedihan

Your Say | Senin, 28 September 2026 | 07:10 WIB

Bupati Gowa Tersangka Tapi Belum Ditahan, Gubernur Sulsel: Tetap Jalankan Tugas

Bupati Gowa Tersangka Tapi Belum Ditahan, Gubernur Sulsel: Tetap Jalankan Tugas

Sulsel | Senin, 28 September 2026 | 07:01 WIB

Rafli Tewas Terkena Peluru di Jantung Saat Asyik Nongkrong

Rafli Tewas Terkena Peluru di Jantung Saat Asyik Nongkrong

Sulsel | Senin, 28 September 2026 | 06:54 WIB

Saham Rp1, Penyelamat Kaum Nyangkuters atau Bikin Semakin Nyungsep?

Saham Rp1, Penyelamat Kaum Nyangkuters atau Bikin Semakin Nyungsep?

Bisnis | Senin, 28 September 2026 | 06:15 WIB

Promo HUT KAI, Tiket Kereta Api Cuma Bayar 81 Persen Mulai 28 September, Ini Syaratnya

Promo HUT KAI, Tiket Kereta Api Cuma Bayar 81 Persen Mulai 28 September, Ini Syaratnya

Sumut | Minggu, 27 September 2026 | 23:46 WIB

Cicilan KPR Bengkak? Saatnya Pindahkan ke BRI, Bunga Mulai 3,17%

Cicilan KPR Bengkak? Saatnya Pindahkan ke BRI, Bunga Mulai 3,17%

Bri | Minggu, 27 September 2026 | 22:31 WIB

Jokowi: Politik Itu Soal Momentum, Sekarang Momentum untuk Tunjukkan KTA PSI

Jokowi: Politik Itu Soal Momentum, Sekarang Momentum untuk Tunjukkan KTA PSI

Jabar | Minggu, 27 September 2026 | 22:22 WIB

Elektabilitas PPP Cuma 1,9 Persen, Mardiono Singgung 'Kecelakaan Politik' 2024

Elektabilitas PPP Cuma 1,9 Persen, Mardiono Singgung 'Kecelakaan Politik' 2024

Jogja | Minggu, 27 September 2026 | 22:10 WIB

Nonton Pestapora 2026 Bisa Sambil Investasi Bareng BRI, Begini Caranya!

Nonton Pestapora 2026 Bisa Sambil Investasi Bareng BRI, Begini Caranya!

Bri | Minggu, 27 September 2026 | 22:06 WIB

×