Sebenarnya Valentine untuk Agama Apa? Pahami Sejarah dan Maknanya di Sini

Rifan Aditya

Jum'at, 07 Februari 2025 | 11:12 WIB
Sebenarnya Valentine untuk Agama Apa? Pahami Sejarah dan Maknanya di Sini
Ilustrasi Hari Valentine - Valentine untuk Agama Apa? (Unsplash)

Suara.com - Hari Valentine yang jatuh setiap tanggal 14 Februari sangat dinanti-nantikan oleh banyak orang, terutama kalangan remaja. Dari sekian banyaknya orang yang merayakan Valentine, tak sedikit pula yang masih bertanya-tahya Valentine untuk agama apa?

Dikenal pula sebagai Hari Kasih Sayang, hari Valentine menjadi momen di mana orang-orang, terutama pasangan, saling mengungkapkan kasih sayang dan cinta mereka. Biasanya, ungkapan itu juga dilengkapi dengan memberi berbagai macam hadiah. Seperti cokelat, bunga, boneka, perhiasan, dan lain sebagainya.

Sebelum membahas lebih jauh mengenai Valentine untuk agama apa, ternyata ada kisah tragis di balik perayaannya. Untuk itu mari simak sejarah singkat Valentine berikut ini.

Sejarah Valentine

Sejarah Valentine yang paling terkenal adalah, kisah yang datang dari seorang pendeta dari Roma bernama Valentine, yang memiliki akhir yang tragis.

Legenda  satu ini mengisahkan Valentine yang dipukuli dan berakhir dipancung tepat pada tanggal 14 Februari 278 Masehi. Hal ini dilakukan sebagai bentuk hukuman karena pendeta Valentine dianggap menentang kebijakan dari Kaisar bernama Claudius II.

Menurut sejarahnya, Claudius II yang dikenal kejam membuat Roma terlibat dalam beberapa pertempuran berdarah. Hal ini dilakukan agar Roma menang dalam peperangan. Suatu ketika, sang Kaisar pun menunjukkan bahwa ia memiliki pasukan tentara yang kuat.

Pada kenyataannya, hal itu sulit untuk diwujudkan. Lantaran menurut Kaisar bala tentaranya tidak mau pergi ke medan perang karena telah terikat pada istri atau kekasih mereka. Sebagai solusinya, Claudius II melarang pernikahan serta pertunangan di Roma dan memerintahkan para pemuda mengikuti latihan militer.

Namun pendeta Valentine nekat menentang kebijakan itu, ia secara diam-diam masih menikahkan pasangan muda. Suatu ketika tindakan itu ketahuan dan hingga akhirnya pendeta Valentine ditahan dan dihukum, lalu dijatuhi hukuman mati. Tewasnya Valentine kemudian jadi sebuah tanda peringatan atau perayaan yang dilakukan setiap tanggal 14 Februari.

Hal tersebut dilakukan sebagai bentuk penghormatan untuk Saint Valentine. Hingga perayaan Valentine ini lantas menjadi tradisi bagi kaum Nasrani dan gereja sejak itu.

baca juga

Valentine untuk Agama Apa?

Berdasarkan sejarahnya, dapat disimpulkan bahwa Valentine atau hari kasih sayang yang diperingati setiap tanggal 14 Februari itu sebagai tradisi yang sakral bagi agama Kristen.

Meski demikian, saat ini momen itu juga dirayakan di hampir semua negara tak terkecuali di negera Islam seperti Indonesia. Ironisnya banyak generasi muslim milenial yang terjangkit virus perayaan Valentine day ini.

Padahal menurut ajaran Islam, Hari Valentine dianggap haram. Bahkan orang-orang Islam yang ikut-ikutan merayakannya dianggap berdosa karena perayaan ini bisa membawa kemusrikan.

Lebih parahnya lagi, mereka yang sudah tahu hukumnya namun tetap merayakan Valentine dianggap mengakui Yesus sebagai Tuhan.

Terkait hukum merayakan Valentine bagi muslim, Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah mengeluarkan fatwa yang dengan jelas menegaskan keharamannya. Fatwa tersebut tercantum dalam Fatwa MUI Nomor 3 Tahun 2017, yang menjelaskan jika umat muslim dilarang merayakan Hari Valentine. Berikut adalah alasan dasarnya:

• Bukan termasuk dalam tradisi Islam

• Dikhawatirkan menjerumuskan muda-mudi muslim kepada pergaulan bebas (seks di luar nikah)

• Berpotensi membawa keburukan.

Dari ketiga alasan itu, maka jelas bahwa dalam pandangan Islam, ada beberapa hal yang tidak bermanfaat dalam perayaan Valentine. Sebab saat ini, kegiatan dalam Valentine day bukan sekadar bertukar hadiah atau memberi coklat semata. Lebih dari itu, bagi sebagian remaja perayaan Valentine belum afdal jika belum berakhir dengan berduaan.

Itulah mengapa Islam sangat menentang perayaan Valentine. Sementara di agama Kristen sendiri perayaan ini menjadi momen spesial dan sangat bermakna. Terutama untuk menunjukkan kasih sayang kepada orang-orang tercinta.

Nah dari sini sudah dapat kita pahami Valentine untuk agama apa. Selain itu, hendaknya umat muslim tidak merayakan hari kasih sayang ini karena bertentangan dengan syariat.

Kontributor : Putri Ayu Nanda Sari

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bikin Baper! Ucapan Valentine Aesthetic yang Menyentuh Hati

Bikin Baper! Ucapan Valentine Aesthetic yang Menyentuh Hati

Lifestyle | Kamis, 06 Februari 2025 | 16:20 WIB

Lagi Jomblo? Ini 6 Cara Seru Merayakan Valentine tanpa Pasangan

Lagi Jomblo? Ini 6 Cara Seru Merayakan Valentine tanpa Pasangan

Lifestyle | Rabu, 05 Februari 2025 | 18:58 WIB

Kenapa Valentine Dirayakan? Ternyata Begini Asal-usul Hari Kasih Sayang

Kenapa Valentine Dirayakan? Ternyata Begini Asal-usul Hari Kasih Sayang

Lifestyle | Rabu, 05 Februari 2025 | 17:57 WIB

8 Ide Kencan Romantis di Bali untuk Valentine 2025, Kamu Pilih yang Mana?

8 Ide Kencan Romantis di Bali untuk Valentine 2025, Kamu Pilih yang Mana?

Lifestyle | Rabu, 05 Februari 2025 | 15:11 WIB

Fakta Unik Hari Valentine: Kenapa Dirayakan Setiap Tanggal 14 Februari?

Fakta Unik Hari Valentine: Kenapa Dirayakan Setiap Tanggal 14 Februari?

Lifestyle | Kamis, 06 Februari 2025 | 08:00 WIB

Terkini

Produksi Sumur Baru PHM Lampaui Target, Hasilkan Gas 3,3 MMscfd dan Minyak 250 BOPD

Produksi Sumur Baru PHM Lampaui Target, Hasilkan Gas 3,3 MMscfd dan Minyak 250 BOPD

Bisnis | Sabtu, 07 November 2026 | 20:19 WIB

Ketika Media Sosial Mengubah Cara Konsumen Belanja

Ketika Media Sosial Mengubah Cara Konsumen Belanja

Lifestyle | Sabtu, 07 November 2026 | 20:19 WIB

Pemprov Banten Siapkan 600 Siswa Masuk Barak TNI, Pengamat Pendidikan Kritik Program

Pemprov Banten Siapkan 600 Siswa Masuk Barak TNI, Pengamat Pendidikan Kritik Program

Banten | Sabtu, 07 November 2026 | 20:17 WIB

Jutaan Orang Indonesia Tak Sadar Jadi Pembawa Sifat Talasemia, Kenali Risikonya Sejak Dini

Jutaan Orang Indonesia Tak Sadar Jadi Pembawa Sifat Talasemia, Kenali Risikonya Sejak Dini

Health | Sabtu, 07 November 2026 | 20:05 WIB

Pemkab Bogor Ambil Alih Pengelolaan Masjid At-Ta'awun di Puncak

Pemkab Bogor Ambil Alih Pengelolaan Masjid At-Ta'awun di Puncak

Jabar | Sabtu, 07 November 2026 | 20:04 WIB

Kolaborasi Lintas Sektor: Pemkot Tangsel Gandeng Kampus dan Swasta Sukseskan Porprov Banten 2026

Kolaborasi Lintas Sektor: Pemkot Tangsel Gandeng Kampus dan Swasta Sukseskan Porprov Banten 2026

Banten | Sabtu, 07 November 2026 | 20:02 WIB

Career Cushioning: Solusi Cerdas Hadapi Layoff atau Pemicu Burnout Baru?

Career Cushioning: Solusi Cerdas Hadapi Layoff atau Pemicu Burnout Baru?

Your Say | Sabtu, 07 November 2026 | 19:55 WIB

KPK Dalami Dugaan Penerimaan Uang Suap di Kantah Kabupaten Bogor I

KPK Dalami Dugaan Penerimaan Uang Suap di Kantah Kabupaten Bogor I

Bogor | Sabtu, 07 November 2026 | 19:52 WIB

Tak Selalu Mulus, Ini 5 Drakor yang Terseret Kontroversi Sepanjang 2026

Tak Selalu Mulus, Ini 5 Drakor yang Terseret Kontroversi Sepanjang 2026

Your Say | Sabtu, 07 November 2026 | 19:45 WIB

Bukan Rem atau Gas Total: Menentukan Kecepatan AI Berbasis Risiko

Bukan Rem atau Gas Total: Menentukan Kecepatan AI Berbasis Risiko

Your Say | Sabtu, 07 November 2026 | 19:25 WIB

×