Mengenal Fenomena Lipstick Effect, Kembali Ramai Dibicarakan di Tengah Kondisi Ekonomi sedang Susah

Yasinta Rahmawati Suara.Com
Kamis, 20 Februari 2025 | 18:57 WIB
Mengenal Fenomena Lipstick Effect, Kembali Ramai Dibicarakan di Tengah Kondisi Ekonomi sedang Susah
Ilustrasi lipstick effect (Unsplash/Andriyko Podilnyk).

Suara.com - Keresahan publik terhadap pemberlakuan efisiensi kini mengarah ke ketakutan akan terjadinya krisis ekonomi. Kendati tak sedikit pihak yang mewanti-wanti krisis ekonomi yang bisa terjadi kapanpun, ada sebuah fenomena bernama lipstick effect sebagai efek kontras dari krisis ekonomi.

Lipstick effect menjadi jawaban kenapa meski segudang desas-desus krisis ekonomi selalu mencuat, daya beli publik kian tak henti.

Mal-mal yang menjual barang mewah tak pernah sepi pengunjung, toko kopi mahal selalu penuh pelanggan, dan para pegiat konser tak pernah absen datang ke pertunjukan musisi favorit mereka.

Fenomena-fenomena yang menunjukkan gaya hidup konsumtif publik di tengah ancaman krisis ekonomi adalah salah satu inti dari lipstick effect.

Lantas, apa itu lipstick effect sebenarnya?

Lipstick effect: sikap boros di tengah kondisi sulit

Lipstick effect dipahami sebagai fenomena di mana konsumen masih menghabiskan uang untuk kesenangan kecil selama resesi atau ketika kondisi ekonomi sedang sulit. Pasalnya, mereka tidak memiliki cukup uang untuk membeli barang-barang mewah yang mahal, namun masih mampu untuk membeli barang-barang mewah kecil, seperti lipstik.

Istilah lipstick effect muncul sejak era 2008 kala ekonomi dunia sedang tidak baik-baik saja. Sosok ekonom Eko Atmaji yang juga mengajar di Universitas Islam Indonesia menjelaskan bahwa saat krisis ekonomi tahun 2008, penjualan lipstik tak pernah berhenti.

Ilustrasi lipstik (Pexels/Dids)
Ilustrasi lipstik (Pexels/Dids)

Masyarakat tetap membeli barang-barang mewah seperti lipstik dari merek ternama di saat roda perekonomian sedang seret.

Baca Juga: Profil Pandu Sjahrir, Keponakan Luhut yang Diisukan Bakal Jadi Petinggi Danantara

"Tercatat tahun 2008 di New York Times seorang ekesekutif dari Estee Louder memberikan kesaksian yang cukup aneh, itu setelah peristiwa 9/11 2001 itu pesanan untuk lipstik pesat sekali sampai 2 kali lipat," ujar Eko Atmaji dalam salah satu ceramah akademisnya, dikutip dari kanal Youtube Universitas Islam Indonesia, Kamis (20/2/2025).

Efek tersebut tak hanya terjadi di krisis ekonomi tahun 2008 saja, namun juga terasa baru-baru ini. Eko sontak mencontohkan fenomena Labubu, boneka monster kelinci yang viral dan menjadi barang yang dicari-cari.

Labubu dijual dengan harga mahal sebagai barang premium. Namun, penjualan Labubu tak pernah berhenti dan publik selalu tergerak untuk membeli boneka yang juga dimiliki oleh Lisa Blackpink itu.

"Ya terjadi misal seperti Labubu itu ya. Kenapa demikian? Kenapa ekonomi lesu kok ada fenomena sepeti itu?," lanjut Eko Darmaji.

Selain penjualan Labubu, konser-konser juga selalu ramai dan menandakan seakan-akan publik tak terdampak oleh ekonomi.

Eko sontak menjelaskan bahwa kondisi ekonomi memang sedang tidak baik-baik saja, namun publik belum bisa merubah gaya hidup mereka menjadi lebih hemat dan tetap mengeluarkan uang untuk kebutuhan tersier.

"Bukan hanya Labubu tapi konser musik juga ya, ya itu ada suatu fenomena yang kita sebut psychology shock, di mana ketika penurunan ekonomi melanda hampir semua orang pekerjaan berkurang pendapatan berkurang tapi style konsumsi mereka nggak mau berubah," pungkas Eko.

Kontributor : Armand Ilham

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
Checklist Mobil Bekas: 30 Pertanyaan Pemandu pas Cek Unit Mandiri, Penentu Layak Beli atau Tidak
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Mental Health Check-in, Kamu Lagi di Fase Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Jenis Motor Favorit untuk Tahu Gaya Pertemanan Kamu di Jalanan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Gibran Rakabuming Raka?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 15 Soal Matematika Kelas 9 SMP dan Kunci Jawaban Aljabar-Geometri
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

VIDEO TERKAIT

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI