7 Fakta Sukatani, Band Punk Suarakan Isu Sosial yang Rajin Bagikan Sayur ke Penonton

Chyntia Sami Bhayangkara

Jum'at, 21 Februari 2025 | 13:52 WIB
7 Fakta Sukatani, Band Punk Suarakan Isu Sosial yang Rajin Bagikan Sayur ke Penonton
Fakta-Fakta Sukatani Band (Instagram/sukatani.band)

Suara.com - Skena musik punk Indonesia menjadi sorotan setelah band Sukatani mencuri perhatian dengan lagu mereka yang viral, "Bayar Bayar Bayar". Lagu ini sempat menuai kontroversi karena liriknya yang mengkritik oknum kepolisian, memicu perbincangan luas di media sosial. Berikut adalah fakta-fakta Sukatani Band.

Secara terbuka, Sukatani menyampaikan permintaan maaf kepada Kapolri dan institusi Polri, serta menghapus lagu "Bayar Bayar Bayar" dari berbagai platform streaming, termasuk Spotify.

Menyusul kontroversi yang terjadi, publik justru semakin tertarik dengan Sukatani. Berikut adalah fakta-fakta menarik tentang band tersebut.

1. Sukatani Beranggotakan Dua Personel

Sukatani adalah band punk asal Purbalingga, Jawa Tengah, yang beranggotakan dua personel, yaitu Muhammad Syifa Al Lutfi (Alectroguy) sebagai gitaris dan Novi Citra Indriyanti (Twister Angels) sebagai vokalis. Nama "Sukatani" diambil dari nama sebuah desa, sekaligus mencerminkan kepedulian mereka terhadap isu agraria.

2. Arti Nama Sukatani

Seperti makna filosofis dari namanya, Sukatani dapat diartikan sebagai 'penyuka segala hal tentang pertanian' sering membawa berbagai jenis sayuran saat tampil dan membagikannya kepada penonton. Namun, nama Sukatani sebenarnya berasal dari sebuah desa. Selain itu, Sukatani juga dikenal dengan julukan punk agraria.

Hal ini tidak mengherankan, karena lagu-lagu mereka sarat dengan lirik yang menekankan pentingnya pertanian serta ungkapan rasa terima kasih atas kerja keras para petani yang sering kali kurang mendapat apresiasi.

3. Aliran Musik Punk yang Sentil Isu Sosial

Band ini mengusung genre anarcho-punk dengan sentuhan post-punk dan new wave. Lirik-lirik mereka banyak mengangkat isu sosial, terutama yang berkaitan dengan kehidupan petani dan masyarakat kelas pekerja. Album debut mereka, "Gelap Gempita," dirilis pada Juli 2023.

4. Kontroversi Lagu "Bayar Bayar Bayar"

Salah satu lagu mereka, "Bayar Bayar Bayar," sempat viral dan menuai kontroversi karena liriknya yang dianggap mengkritik oknum kepolisian. Setelah mendapat banyak sorotan, Sukatani memutuskan untuk menarik lagu tersebut dari berbagai platform digital dan merilis permintaan maaf terbuka yang ditujukan kepada Kapolri dan institusi Polri.

baca juga

5. Aksi Panggung Unik dengan Topeng

Sejak awal kemunculannya, Sukatani selalu tampil dengan topeng balaclava, yang menambah aura misterius mereka. Banyak yang mengira topeng ini memiliki konotasi politik tertentu, tetapi ternyata topeng yang mereka gunakan adalah masker kerja yang umum dipakai oleh tukang bangunan di timur laut Thailand. Topeng ini menjadi simbol perlawanan terhadap ketidakadilan sosial dan kepedulian terhadap isu-isu agraria.

6. Sering Membagikan Sayur Saat Konser

Salah satu aksi panggung unik mereka adalah membagikan hasil bumi, seperti sayuran, kepada penonton. Ini bukan sekadar gimmick, tetapi bentuk kepedulian terhadap petani dan sistem agraria di Indonesia.

7. Video Klarifikasi Tanpa Topeng

Menanggapi kontroversi lagu "Bayar Bayar Bayar," Sukatani merilis video klarifikasi di mana mereka tampil tanpa mengenakan topeng yang selama ini menjadi ciri khas mereka. Dalam video tersebut, mereka menyampaikan permohonan maaf kepada Kapolri dan institusi Polri.

Itulah fakta-fakta Sukatani Band yang baru-baru ini viral karena video permintaan maaf mereka terkait lagu "Bayar Bayar Bayar".

Kontributor : Dini Sukmaningtyas

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ternyata Ini Asal Usul Topeng Band Sukatani, Bukan Sembarangan Penutup Wajah!

Ternyata Ini Asal Usul Topeng Band Sukatani, Bukan Sembarangan Penutup Wajah!

Lifestyle | Jum'at, 21 Februari 2025 | 13:34 WIB

Daftar Musisi yang Berani Kritik Pemerintah Lewat Lagu, Iwan Fals hingga Sukatani

Daftar Musisi yang Berani Kritik Pemerintah Lewat Lagu, Iwan Fals hingga Sukatani

Entertainment | Jum'at, 21 Februari 2025 | 13:28 WIB

Menggema usai Band Sukatani Dibredel, "Bayar Polisi" Trending di X: Kok Takut Sama Lagu, Cemen!

Menggema usai Band Sukatani Dibredel, "Bayar Polisi" Trending di X: Kok Takut Sama Lagu, Cemen!

News | Jum'at, 21 Februari 2025 | 12:22 WIB

Terkini

Dilema Memburu Pemangsa: Eksekusi Jurnalisme Investigasi yang Tergilas Bumbu Supranatural

Dilema Memburu Pemangsa: Eksekusi Jurnalisme Investigasi yang Tergilas Bumbu Supranatural

Your Say | Jum'at, 25 September 2026 | 06:15 WIB

Bulu Tangkis Sumbang Emas Perdana Indonesia di Asian Games 2026

Bulu Tangkis Sumbang Emas Perdana Indonesia di Asian Games 2026

Foto | Jum'at, 25 September 2026 | 06:00 WIB

Petani Rumput Laut Takalar Naik Kelas! Catat Usaha Lewat HP, Akses Modal Makin Gampang

Petani Rumput Laut Takalar Naik Kelas! Catat Usaha Lewat HP, Akses Modal Makin Gampang

Sulsel | Jum'at, 25 September 2026 | 05:41 WIB

Program 1 Polis 1 Mangrove Generali Tembus 20.000 Pohon

Program 1 Polis 1 Mangrove Generali Tembus 20.000 Pohon

Foto | Jum'at, 25 September 2026 | 05:00 WIB

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 23:37 WIB

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

Jabar | Kamis, 24 September 2026 | 23:31 WIB

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Jatim | Kamis, 24 September 2026 | 23:11 WIB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:57 WIB

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Lifestyle | Kamis, 24 September 2026 | 22:45 WIB

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

News | Kamis, 24 September 2026 | 22:08 WIB

×