5 Tips Puasa Sehat buat Ibu Menyusui, Jangan Lewatkan Sahur!

Ruth Meliana Suara.Com
Selasa, 04 Maret 2025 | 17:46 WIB
5 Tips Puasa Sehat buat Ibu Menyusui, Jangan Lewatkan Sahur!
ilustrasi ibu menyusui. (pixabay.com)

Suara.com - Sebagian ibu menyusui merasa khawatir puasa akan memengaruhi kandungan gizi dan produksi ASI. Sebenarnya, puasa bagi ibu menyusui bukanlah suatu masalah. Namun, ada beberapa hal yang perlu dipahami ibu menyusui sebelum mulai berpuasa agar kesehatan diri dan bayi tetap terjaga.

Saat berpuasa, tubuh ibu menyusui akan tetap memproduksi ASI sama seperti saat tidak berpuasa. Ibu hamil tidak perlu khawatir, mengurangi jumlah asupan kalori yang dikonsumsi saat berpuasa tidak akan memberikan perbedaan yang signifikan terhadap jumlah ASI yang diproduksi.

Dari segi kualitas gizi, puasa dapat menurunkan kadar vitamin dan mineral, seperti zinc, magnesium, dan kalium dalam ASI. Namun, hal ini tidak akan berdampak banyak pada bayi yang disusui. Jadi, menyusui saat berpuasa tetap dapat dilakukan karena tidak akan banyak memengaruhi bayi.

Menurut Baby Center, boleh atau tidaknya ibu menyusui berpuasa tergantung pada usia si kecil. Hal ini karena bayi di bawah usia enam bulan umumnya masih membutuhkan ASI eksklusif karena belum mendapatkan asupan tambahan.

Berbeda dengan bayi yang sudah menginjak usia satu tahun, mereka sudah bisa mengonsumsi makanan lain selain ASI dan biasanya hanya minum ASI di malam hari.

Pada dasarnya, puasa lebih aman bagi ibu menyusui jika usia sang buah hati sudah menginjak enam bulan, serta si kecil sudah mendapat asupan tambahan dari makanan dan minuman selain ASI.

Menyadur EMC Healthcare, berikut ini beberapa tips berpuasa secara sehat untuk ibu menyusui.

1. Hindari aktivitas berat

Ilustrasi orang alami sindrom kelelahan kronis (Freepik/benzoix)
Ilustrasi ibu kelelahan (Freepik/benzoix)

Selama berpuasa, ibu menyusui tetap bisa beraktivitas seperti biasa. Namun, sebaiknya hindari aktivitas yang terlalu melelahkan.

Baca Juga: Surat Haru Tom Lembong dari Rutan: Ramadan, Inspirasi Sabar Menanti Keadilan

Aktivitas yang berlebihan akan membuat tubuh ibu cepat lelah, sementara itu ibu harus tetap menyusui dan tidak makan atau minum hingga waktu berbuka. Bila perlu, perbanyak istirahat untuk menghemat tenaga.

2. Jangan pernah melewatkan sahur

Ilustrasi sahur.(Freepik/odua)
Ilustrasi sahur.(Freepik/odua)

Ibu menyusui sebaiknya tidak melewatkan sahur. Makanan yang dikonsumsi saat sahur akan menyediakan cadangan nutrisi dan kalori selama berpuasa seharian.

Oleh sebab itu, ibu menyusui juga perlu memperhatikan jenis makanan yang dikonsumsi saat sahur. Tujuan utamanya agar nutrisinya tercukupi dan tetap bertenaga sepanjang hari.

3. Konsumsi makanan bergizi saat sahur dan berbuka puasa

Ilustrasi makanan bergizi (Unsplash.com/Anna Pelzer)
Ilustrasi makanan bergizi (Unsplash.com/Anna Pelzer)

Ibu menyusui sangat membutuhkan asupan gizi yang lengkap. Di antaranya protein, karbohidrat, serat, lemak sehat, vitamin, mineral, dan kalsium.

Agar asupan gizi ibu menyusui dan bayi tetap terpenuhi selama berpuasa, berikut ini beberapa makanan yang dianjurkan untuk ibu menyusui saat berpuasa:

  • Sayuran: brokoli, tomat, kol, jamur, atau kentang
  • Buah: alpukat, mangga, pisang, dan jeruk
  • Seafood: batasi konsumsi ikan yang mengandung merkuri
  • Daging: sapi, domba, atau hati
  • Kacang-kacangan
  • Telur, susu, dan olahannya

4. Konsumsi air mineral yang cukup

Ilustrasi minum air putih (pexels/supersizer)
Ilustrasi minum air putih (pexels/supersizer)

Puasa saat menyusui dapat membuat ibu berisiko mengalami dehidrasi. Oleh karena itu, pastikan untuk minum air putih lebih banyak, minimal 8 gelas per hari atau setara dengan 2 liter.

Minumlah air putih sebanyak 2-3 gelas saat sahur. Sedangkan setelah berbuka puasa, minum 5-6 gelas air putih.

5. Jangan berhenti memberikan ASI

Ilustrasi ASI Eksklusif. (Shutterstock)
Ilustrasi ASI Eksklusif. (Shutterstock)

Saat ibu berpuasa, tetaplah memberikan ASI kepada anak seperti biasa. Semakin sering ibu memberikan ASI kepada anaknya, semakin banyak pula tubuh yang memproduksi ASI. Jadi, jangan takut kekurangan ASI saat berpuasa, ya.

Selain menyusui langsung, ibu juga bisa memompa ASI pada malam hari. Ini agar ibu tetap bisa memberikan ASI kepada anak pada siang hari, tepatnya ketika ibu harus berjauhan dengan anaknya. Jadi, kebutuhan ASI anak tetap terpenuhi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Andai Bisa Ganti Pekerjaan, Apa Profesi Paling Pas Buat Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Tipe Traveler Macam Apa Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Love Language Apa yang Paling Menggambarkan Dirimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI