Setelah itu kamu akan menemui lima anak tangga yang empat diantaranya bercabang.
Lokasinya berada di bawah tanah.
Sementara itu, untuk Pulo Panembung, bangunan ini merupakan tempat bersemedi bagi Sultan.
Lokasinya tak jauh dari Sumur Gumuling.
3. Tempat Perlindungan
Sebagai pesanggrahan atau tempat istirahat, Tamansari nyatanya didesain multifungsi.
Disamping juga sebagai tempat bermeditasi, Tamansari juga dipakai sebagai area perlindungan raja dan keluarganya ketika musuh merangsek ke wilayah Keraton Yogyakarta.
Di area Tamansari terdapat ruang rahasia yang bisa dipakai oleh sultan dan keluarganya melarikan diri bila terdapat bahaya dari musuh. Jalur ini terhubung dengan Keraton Yogyakarta yang disebut Pasarean Ledok Sari.
Uniknya, jalur pelarian yang terletak di bawah tanah Tamansari itu didesain untuk menjebak musuh.
Jadi ketika situasi aman, dan musuh mengikuti masuk ke jalur tersebut, sultan bisa membuka pintu air dan mengaliri jalur itu dengan tumpahan air yang bisa menenggelamkan musuh.
4. Bernuansa Portugis
Tamansari yang berarti taman yang indah merupakan bangunan yang pembangunannya digagas oleh Sultan Hamengku Buwono I atau Pangeran Mangkubumi.
Meski begitu desain teknisnya dilakukan oleh seorang arsitek asal Portugis bernama Demang Tegis.
Ia disinyalir datang dari Gowa, Sulawesi.
Proses pembangunannya ditangani oleh Tumenggung Mangundipuro yang kelanjutannya digantikan oleh Pangeran Notokusumo.
5. Ada Naga yang Bersemayam
Buat kamu yang berkunjung ke Istana Air Tamansari, kedatanganmu akan langsung disambut dua ekor naga besar yang bersemayam di Gapura Panggung Tamansari.
Keberadaan naga itu bukan sekadar hiasan semata, melainkan sebagai penanda tahun pembangunan Tamansari.
Candra sengkala yang tertera di gapura tersebut yakni catur naga rasa tunggal yang bila diartikan merupakan angka tahun Jawa 1684 atau 1758 masehi.
6. Didirikan di Atas Umbul
Dikutip dari laman Kratonjogja, Tamansari yang kini memiliki luas lebih dari 10 hektare dan dengan sebanyak 57 bangunan yang ada di atasnya, pada mulanya dibangun di atas sebuah umbul atau mata air yang dikenal dengan nama Umbul Pacethokan.
Di dalam area Tamansari terdapat dua danau buatan yang disebut segaran atau segara dalam bahasa Jawa yang berarti lautan.
Lokasinya berada di sisi timur dengan pulau buatan yang ada di tengah bernama Pulo Gedhong dan satu lagi di sisi barat dengan pulau buatan bernama Pulo Kenanga.
Kedua segara ini dihubungan sebuah kanal yang memotong lorong penghubung plataran Magangan dan Kamandhungan Kidul. Kanal tersebut dahulu diapit kebun yang subur dengan tanaman buah-buahan.