Tanamkan Nilai Sosial, Komunitas SWA Hadirkan Rumah Layak bagi Keluarga yang Membutuhkan

Bimo Aria Fundrika

Kamis, 20 Maret 2025 | 13:03 WIB
Tanamkan Nilai Sosial, Komunitas SWA Hadirkan Rumah Layak bagi Keluarga yang Membutuhkan
Komunitas SWA Hadirkan Rumah Layak. (Dok. Istimewa)

Suara.com - Akses terhadap hunian layak masih menjadi tantangan bagi banyak keluarga di Indonesia, termasuk di Desa Cinamprak, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang.

Kondisi rumah yang tidak memadai dapat berdampak pada kesehatan, keamanan, serta kesejahteraan keluarga yang tinggal di dalamnya.

Banyak rumah di daerah ini masih berdinding bilik, beratap bocor, dan tidak memiliki sanitasi yang memadai, yang membuat penghuninya rentan terhadap berbagai penyakit.

Rumah yang layak huni tidak hanya sekadar atap untuk berlindung, tetapi juga bagian dari kehidupan yang bermartabat.

Sesuai dengan standar Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke-11, yaitu Sustainable Cities and Communities, rumah layak huni menjadi indikator penting dalam menciptakan kota dan permukiman yang inklusif, aman, tangguh, dan berkelanjutan.

Ketika masyarakat memiliki akses ke tempat tinggal yang layak, mereka dapat hidup dengan lebih sehat dan produktif, serta memiliki peluang yang lebih baik untuk meningkatkan kualitas hidup mereka.

Badan Pusat Statistik (BPS) melalui Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) mengklasifikasikan rumah layak huni berdasarkan empat kriteria utama, yakni luas tempat tinggal minimal 7,2 meter persegi per kapita, akses terhadap air minum layak, akses terhadap sanitasi layak, serta ketahanan bangunan yang mencakup atap, dinding, dan lantai sesuai standar.

Jika salah satu dari kriteria tersebut tidak terpenuhi, maka rumah tersebut tidak dapat dikategorikan sebagai hunian layak.

Secara nasional, tren hunian layak menunjukkan peningkatan dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2022, persentase rumah tangga yang memiliki akses terhadap hunian layak mencapai 60,66%, meningkat menjadi 63,15% pada 2023, dan 65,25% pada 2024.

baca juga

Namun, kesenjangan antara wilayah masih menjadi tantangan. Beberapa provinsi seperti DI Yogyakarta, Bali, dan Kalimantan Timur mencatat angka mendekati ideal, tetapi wilayah Papua Pegunungan dan beberapa daerah terpencil lainnya masih tertinggal jauh, dengan tingkat hunian layak yang sangat rendah akibat keterbatasan infrastruktur dan akses ekonomi.

Menjawab permasalahan ini, Sinarmas World Academy (SWA) bersama Habitat for Humanity menginisiasi program pembangunan rumah layak huni bagi keluarga yang membutuhkan.

Melalui program SWA Community Action: Build a Brighter Tomorrow, komunitas SWA berkolaborasi untuk membangun 10 rumah baru yang kini telah diserahterimakan kepada para penerima manfaat.

Program ini tidak hanya bertujuan memberikan rumah bagi keluarga yang membutuhkan, tetapi juga mendorong keterlibatan aktif komunitas dalam menciptakan perubahan nyata.

Serah terima rumah dilakukan pada Selasa, 18 Maret 2025, dengan dihadiri oleh Ketua Yayasan SWA Deddy Djaja Ria, Program Director Habitat for Humanity Indonesia Arwin Soelaksono, serta perwakilan pemerintah daerah.

Acara ini menandai puncak dari rangkaian aksi sosial yang telah berjalan sejak Oktober 2024 dalam rangka perayaan ulang tahun ke-17 SWA.

Deddy Djaja Ria mengungkapkan bahwa program ini tidak hanya memberikan tempat tinggal bagi keluarga penerima manfaat, tetapi juga menanamkan nilai kepedulian sosial kepada komunitas SWA.

“Kami ingin mendorong peserta didik untuk memahami bahwa aksi nyata dapat membawa perubahan signifikan bagi masyarakat,” ujarnya.

Proses pembangunan rumah ini melibatkan seluruh elemen komunitas SWA, termasuk peserta didik, orang tua, serta staf sekolah. Mereka berpartisipasi dalam berbagai kegiatan seperti penggalangan dana, bazar amal, dan turun langsung membantu proses pembangunan.

Dengan adanya keterlibatan komunitas, program ini tidak hanya menjadi inisiatif filantropi semata, tetapi juga upaya edukasi yang menanamkan kesadaran sosial sejak dini.

Salah satu penerima manfaat, Mulyati, mengungkapkan rasa syukurnya atas rumah baru yang kini dimiliki keluarganya.

“Rumah ini bukan hanya tempat tinggal, tetapi juga awal baru bagi kami untuk membangun masa depan yang lebih baik. Terima kasih kepada SWA dan Habitat for Humanity atas bantuan yang diberikan,” ungkapnya.

Direktur Nasional Habitat for Humanity Indonesia, Handoko Ngadiman, menekankan bahwa kemitraan seperti ini sangat penting dalam mengatasi tantangan perumahan di Indonesia.

“Dukungan komunitas SWA menunjukkan bagaimana kolaborasi antara sekolah, organisasi sosial, dan masyarakat dapat memberikan dampak nyata bagi mereka yang membutuhkan,” katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Plan to End Violence: Gerakan Orang Muda Lawan Kekerasan di Sekolah

Plan to End Violence: Gerakan Orang Muda Lawan Kekerasan di Sekolah

Your Say | Rabu, 19 Maret 2025 | 13:39 WIB

Mengenal Komunitas Love and Light: Ruang Tumbuh Melalui Journaling

Mengenal Komunitas Love and Light: Ruang Tumbuh Melalui Journaling

Your Say | Selasa, 18 Maret 2025 | 11:42 WIB

4 Alasan Cikarang Jadi Pilihan Tepat untuk Hunian Masa Depan

4 Alasan Cikarang Jadi Pilihan Tepat untuk Hunian Masa Depan

Lifestyle | Senin, 17 Maret 2025 | 23:16 WIB

Terkini

3 Serbuk Anti-Sumbat Saluran Air, Solusi Pipa Mampet Akibat Rambut

3 Serbuk Anti-Sumbat Saluran Air, Solusi Pipa Mampet Akibat Rambut

Lifestyle | Rabu, 24 Juni 2026 | 20:06 WIB

5 Air Cooler yang Dingin dan Hemat Listrik, Bikin Ruangan Sejuk Maksimal

5 Air Cooler yang Dingin dan Hemat Listrik, Bikin Ruangan Sejuk Maksimal

Lifestyle | Rabu, 24 Juni 2026 | 19:50 WIB

3 Skincare Marina Bright Booster Harga Rp20 Ribuan, Pengguna Akui Ampuh Cerahkan Wajah

3 Skincare Marina Bright Booster Harga Rp20 Ribuan, Pengguna Akui Ampuh Cerahkan Wajah

Lifestyle | Rabu, 24 Juni 2026 | 19:45 WIB

Gaji UMR Beli Sepatu Running Apa? Ini 3 Pilihan Terbaik Versi Dokter Tirta

Gaji UMR Beli Sepatu Running Apa? Ini 3 Pilihan Terbaik Versi Dokter Tirta

Lifestyle | Rabu, 24 Juni 2026 | 19:15 WIB

3 Sabun Cuci Muka Marina yang Bisa Cerahkan Kulit Tanpa Rasa Ketarik, Lengkap Review Pengguna

3 Sabun Cuci Muka Marina yang Bisa Cerahkan Kulit Tanpa Rasa Ketarik, Lengkap Review Pengguna

Lifestyle | Rabu, 24 Juni 2026 | 19:00 WIB

5 Produk Lipstik Marina yang Ramah Kantong, Pembeli Akui Tak Bikin Bibir Kering

5 Produk Lipstik Marina yang Ramah Kantong, Pembeli Akui Tak Bikin Bibir Kering

Lifestyle | Rabu, 24 Juni 2026 | 18:34 WIB

3 Benda Pembawa Rezeki Menurut Feng Shui, Cukup Disimpan di Saku

3 Benda Pembawa Rezeki Menurut Feng Shui, Cukup Disimpan di Saku

Lifestyle | Rabu, 24 Juni 2026 | 18:25 WIB

Lampu Emergency Tahan Berapa Lama? Ini Pilihan Bagus yang Awet 20 Jam

Lampu Emergency Tahan Berapa Lama? Ini Pilihan Bagus yang Awet 20 Jam

Lifestyle | Rabu, 24 Juni 2026 | 18:15 WIB

K-Beauty Makin Melokal, Hadirkan Shade Khusus untuk Kulit Perempuan Indonesia

K-Beauty Makin Melokal, Hadirkan Shade Khusus untuk Kulit Perempuan Indonesia

Lifestyle | Rabu, 24 Juni 2026 | 17:50 WIB

4 Rekomendasi Sepatu Lari 910 Nineten untuk Daily Trainer: Nyaman, Responsif, Harga Ramah

4 Rekomendasi Sepatu Lari 910 Nineten untuk Daily Trainer: Nyaman, Responsif, Harga Ramah

Lifestyle | Rabu, 24 Juni 2026 | 17:28 WIB