Mengenali Gejala dan Pencegahan Chikungunya, Sedang Mewabah di Cianjur

Husna Rahmayunita, Dita Alvinasari

Sabtu, 12 April 2025 | 10:49 WIB
Mengenali Gejala dan Pencegahan Chikungunya, Sedang Mewabah di Cianjur
Ilustrasi Nyamuk, Gigitan Nyamuk Wolbachia (freepik)

Suara.com - Wabah penyakit Chikungunya saat ini tengah merebak di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Tercatat ada puluhan warga yang terjangkit Chikungunya.

Diduga ada setidaknya 43 warga di Kampung Cibiuk, Desa Sukaratu, Kecamatan Bojongpicung yang tumbang setelah terinfeksi Chikungunya.

Dengan adanya permasalahan kesehatan ini, menjadi sangat penting untuk mengetahui lebih lanjut tentang penyakit Chikungunya, mulai dari gejala hingga pencegahannya.

Berikut merupakan ringkasan informasi yang dapat kamu baca mengenai pengertian, gejala, hingga pencegahan penyakit Chikungunya.

Nyamuk yang sedang Menghisap Darah Manusia (pixabay.com/Nuriyah)
Nyamuk yang sedang Menghisap Darah Manusia (pixabay.com/Nuriyah)

Pengertian Chikungunya

Chikungunya adalah penyakit infeksi virus tropis yang penularannya terjadi melalui gigitan nyamuk dari genus Aedes, terutama spesies Aedes aegypti dan Aedes albopictus.

Dikutip dari laman Kemenkes pada Sabtu (11/4/2025), ketika seseorang terinfeksi virus Chikungunya, berbagai gejala dapat muncul sebagai respons tubuh terhadap infeksi tersebut.

Infeksi virus ini sering kali ditandai dengan gejala yang mengganggu, terutama nyeri sendi dan tulang yang dapat berlangsung sangat lama, bahkan hingga bertahun-tahun.

Gejala Chikungunya

Gejala Chikungunya umumnya muncul setelah masa inkubasi virus dalam tubuh. Beberapa gejala yang paling sering dialami oleh penderita Chikungunya adalah sebagai berikut.

  1. Demam
    Chikungunya biasanya ditandai dengan demam tinggi yang muncul secara mendadak.
  2. Badan terasa lemas
    Penderita Chingkungunya sering kali merasa lelah dan tidak berenergi.
  3. Nyeri sendi dan tulang
    Ini merupakan gejala umum Chikungunya, di mana nyeri pada sendi bisa terjadi sangat hebat.

Gejala lain yang sering kali muncul kepada penderita Chikungunya adalah nyeri otot, sakit kepala, dan munculnya ruam pada kulit.

Penting untuk dicatat bahwa tidak semua orang yang terinfeksi virus Chikungunya menunjukkan gejala. Infeksi tanpa gejala atau asimtomatik juga dapat terjadi.

Fase Chikungunya

Fase penyakit Chikungunya umumnya dibagi menjadi tiga, yaitu fase akut, fase pasca akut, dan fase kronis. Berikut adalah penjelasan terkait fase-fase Chikungunya.

  1. Fase akut
    Fase awal infeksi biasanya berlangsung selama beberapa hari hingga beberapa minggu. Gejala-gejala seperti demam dan nyeri sendi sangat dominan pada fase ini.
  2. Fase pasca akut
    Fase ini terjadi setelah fase akut mereda dan dapat berlangsung antara 1 hingga 3 bulan. Beberapa gejala, terutama nyeri sendi, mungkin masih dirasakan meskipun intensitasnya berkurang.
  3. Fase kronis
    Fase ini terjadi setelah 3 bulan infeksi dan ditandai dengan nyeri sendi persisten yang dapat berlangsung lama, bahkan bertahun-tahun. Nyeri kronis ini dapat berdampak signifikan terhadap kualitas hidup penderita dan produktivitas ekonomi yang berhubungan dengan kesehatan.

Penanganan Chikungunya

Belum ditemukan pengobatan antivirus spesifik yang efektif untuk mengatasi infeksi virus Chikungunya. Penanganan yang diberikan berfokus pada upaya untuk meredakan gejala yang dialami penderita.

Langkah-langkah penanganan yang umum dilakukan meliputi istirahat yang cukup, memastikan tubuh tetap terhidrasi dengan minum banyak cairan seperti air putih hingga larutan elektrolit. Lalu, konsumsi obat-obatan untuk meredakan demam dan nyeri sendi.

Pencegahan Chikungunya

Mengingat belum adanya pengobatan spesifik, pencegahan menjadi strategi yang paling efektif untuk terhindar dari Chikungunya.

Upaya pencegahan berfokus pada pengendalian populasi nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus serta menghindari gigitan nyamuk.

Beberapa langkah pencegahan yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut.

1. Gerakan 3M Plus

  1. Menguras: menguras secara rutin tempat-tempat penampungan air seperti bak mandi, drum, vas bunga, dan tempat penampungan air lainnya minimal seminggu sekali untuk menghilangkan telur dan jentik nyamuk.
  2. Menutup: menutup rapat semua tempat penyimpanan air seperti gentong, tandon air, dan botol agar nyamuk tidak dapat masuk dan bertelur.
  3. Mendaur ulang: mendaur ulang atau membuang barang-barang bekas yang berpotensi menampung air hujan, seperti ban bekas, kaleng, dan botol plastik.
  4. Langkah tambahan dengan menggunakan obat nyamuk dan memasang kawat atau jaring-jaring anti nyamuk di jendela dan ventilasi rumah.

2. Memastikan saluran air lancar

Langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah Chikungunya adalah dengan membersihkan saluran air agar tidak tersumbat dan menjadi tempat perlindukan nyamuk.

3. Menaburkan bubuk abate

Menaburkan bubuk abate pada tempat-tempat penampungan air yang sulit dikuras secara rutin, sesuai dengan dosis yang dianjurkan untuk membunuh jentik nyamuk.

Bubuk abate adalah larvasida, yaitu insektisida berbentuk serbuk yang digunakan untuk membunuh jentik nyamuk di air.

Fungsi utama dari bubuk abate adalah untuk mencegah perkembangbiakan nyamuk penyebab penyakit DBD, Chikungunya, Malaria, hingga penyakit kaki gajah (filariasis).

Dengan meningkatkan kesadaran tentang Chikungunya dan menerapkan langkah-langkah pencegahan, kita dapat mengurangi risiko penularan penyakit ini dan melindungi kesehatan diri.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tips Menghindari Gigitan Nyamuk Penyebab DBD di Musim Hujan

Tips Menghindari Gigitan Nyamuk Penyebab DBD di Musim Hujan

Health | Selasa, 03 Desember 2024 | 15:02 WIB

Waspada Demam Berdarah di Musim Hujan, Ini Tips dari Epidemiolog!

Waspada Demam Berdarah di Musim Hujan, Ini Tips dari Epidemiolog!

Health | Kamis, 21 November 2024 | 18:29 WIB

50 Persen Kematian Kasus Dengue Terjadi pada Usia Anak, Begini Solusi Pencegahan yang Perlu Diketahui

50 Persen Kematian Kasus Dengue Terjadi pada Usia Anak, Begini Solusi Pencegahan yang Perlu Diketahui

Health | Selasa, 12 November 2024 | 15:23 WIB

Bikin Tidur Tak Nyenyak, Ini Cara Alami Usir Nyamuk di Rumah

Bikin Tidur Tak Nyenyak, Ini Cara Alami Usir Nyamuk di Rumah

Lifestyle | Jum'at, 18 Oktober 2024 | 17:50 WIB

Cegah DBD, Kemenkes dan Pemprov DKI Sebar Nyamuk Wolbachia di Kembangan

Cegah DBD, Kemenkes dan Pemprov DKI Sebar Nyamuk Wolbachia di Kembangan

News | Jum'at, 04 Oktober 2024 | 16:26 WIB

Nyamuk Wolbachia: Solusi Terobosan dalam Perang Melawan DBD di Indonesia?

Nyamuk Wolbachia: Solusi Terobosan dalam Perang Melawan DBD di Indonesia?

Video | Minggu, 29 September 2024 | 16:00 WIB

Terkini

3 Serum Tranexamic Acid untuk Hempas Bekas Jerawat Membandel, Ini Review Jujur Pembeli

3 Serum Tranexamic Acid untuk Hempas Bekas Jerawat Membandel, Ini Review Jujur Pembeli

Lifestyle | Rabu, 17 Juni 2026 | 05:54 WIB

Kerontokan Rambut Pascapersalinan Umum Terjadi, Ibu Baru Perlu Perawatan dengan Kandungan Aman

Kerontokan Rambut Pascapersalinan Umum Terjadi, Ibu Baru Perlu Perawatan dengan Kandungan Aman

Lifestyle | Selasa, 16 Juni 2026 | 20:59 WIB

3 Serum Wardah untuk Flek Hitam, Ada Klaim Kurangi Dark Spot dalam Seminggu

3 Serum Wardah untuk Flek Hitam, Ada Klaim Kurangi Dark Spot dalam Seminggu

Lifestyle | Selasa, 16 Juni 2026 | 20:35 WIB

Viva Whitening Cream untuk Usia Berapa? Begini Cara Pakai, Manfaat, dan Ulasan Pengguna

Viva Whitening Cream untuk Usia Berapa? Begini Cara Pakai, Manfaat, dan Ulasan Pengguna

Lifestyle | Selasa, 16 Juni 2026 | 19:55 WIB

3 Warna Pintu Depan Rumah Menurut Feng Shui yang Ampuh Datangkan Rezeki Melimpah

3 Warna Pintu Depan Rumah Menurut Feng Shui yang Ampuh Datangkan Rezeki Melimpah

Lifestyle | Selasa, 16 Juni 2026 | 19:35 WIB

Sinar Matahari Ternyata Tak Cukup: Temuan Baru Ungkap Mengapa Plastik Bertahan Lama di Perairan

Sinar Matahari Ternyata Tak Cukup: Temuan Baru Ungkap Mengapa Plastik Bertahan Lama di Perairan

Lifestyle | Selasa, 16 Juni 2026 | 19:10 WIB

7 Sunscreen Flek Hitam untuk Usia 50 Tahun ke Atas sesuai Review dan Harga

7 Sunscreen Flek Hitam untuk Usia 50 Tahun ke Atas sesuai Review dan Harga

Lifestyle | Selasa, 16 Juni 2026 | 19:05 WIB

Siapa Sudaryono Wamentan? Ini Biodata dan Perjalanan Karier Mas Dar

Siapa Sudaryono Wamentan? Ini Biodata dan Perjalanan Karier Mas Dar

Lifestyle | Selasa, 16 Juni 2026 | 18:57 WIB

Rencana Besar Berjalan Lancar, Ini 4 Shio Paling Beruntung pada 17 Juni 2026

Rencana Besar Berjalan Lancar, Ini 4 Shio Paling Beruntung pada 17 Juni 2026

Lifestyle | Selasa, 16 Juni 2026 | 18:35 WIB

Menolak Main Medsos, Anak Detektif Jubun Ini Pilih Dalami Sains dan Bermimpi Jadi Ilmuwan

Menolak Main Medsos, Anak Detektif Jubun Ini Pilih Dalami Sains dan Bermimpi Jadi Ilmuwan

Lifestyle | Selasa, 16 Juni 2026 | 17:54 WIB