Asal-Usul Kentang Mustofa, Ternyata Namanya dari Koki Presiden Soekarno

Farah Nabilla

Minggu, 13 April 2025 | 10:42 WIB
Asal-Usul Kentang Mustofa, Ternyata Namanya dari Koki Presiden Soekarno
Ilustrasi sajian kering kentang atau kentang mustofa (Envato Elements)

Suara.com - Seorang pengguna X memicu diskusi mengenai asal-usul kentang mustofa dengan cuitannya. "Kentang mustofa is a goofy ass name like who is mustofa what did bro do to his kentang (Kentang mustofa itu namanya aneh banget, siapa sih Mustofa? Apa yang dia lakuin sama kentangnya?)," tulis akun X @/sunflowred yang kemudian viral.

Cuitan itu lantas memicu beberapa netizen untuk memberikan informasi mengenai asal-usul makanan tersebut. Akun @/wonbanizer menyatakan, "Gue pernah baca katanya dia yang nemuin resepnya, plus chefnya Soekarno." Akun @/@pisangnagget memberikan penjelasan lebih detail, "Mau jawab serius. Kentang mustofa itu gak sengaja dibikin sama chef istana zaman Soekarno. Nama chef-nya Mustofa, dan nama masakannya kentang Mustofa."

Lantas bagaimana penjelasan sebenarnya soal asal-usul kentang mustofa? Simak juga penjelasan tentang kandungan gizi dan resep membuat kentang mustofa berikut ini.

Asal-Usul Kentang Mustofa

Kentang Mustofa [YouTube/CR COOK]
Kentang Mustofa [YouTube/CR COOK]

Dikutip dari berbagai sumber, kentang mustofa diciptakan oleh seorang koki istana bernama Opo Mustofa pada masa pemerintahan Presiden Soekarno. Makanan ini merupakan kentang balado yang diiris tipis-tipis kemudian digoreng sampai renyah.

Nama 'mustofa' sendiri diambil dari nama sang koki. Konon, Opo Mustofa sering menyajikan hidangan ini di Istana Cipanas, Bogor.

Menariknya, hidangan ini berawal dari pemanfaatan sisa kentang. Karena tidak ingin membuang bahan makanan, koki Mustofa berinisiatif mengolah sisa kentang menjadi irisan kecil yang dibumbui balado.

Olahan kentang itu kemudian menjadi menu yang sering hadir di meja makan Presiden Soekarno. Suatu hari, Presiden Soekarno mempertanyakan olahan kentang itu karena tidak hadir di meja makannya.

"Mana kentang mustofa?". Pertanyaan itulah yang akhirnya melekatkan nama 'kentang mustofa' pada olahan kentang balado yang renyah itu.

Sejak saat itu keistimewaan rasa dan cara membuat yang tidak sulit menjadikan kentang mustofa favorit banyak orang. Siapa pun dapat dengan mudah memasak kentang mustofa dalam jumlah banyak.

baca juga

Cita rasa pedas manis dari bumbu balado menjadi daya tarik utama kentang mustofa. Rasa ini sangat digemari oleh masyarakat Indonesia pada umumnya.

Kandungan Gizi dan Resep Kentang Mustofa

Kentang Mustofa [YouTube/Eddy Siswanto]
Kentang Mustofa [YouTube/Eddy Siswanto]

Kentang mustofa cocok untuk vegetarian karena sepenuhnya terbuat dari bahan nabati. Bahan utamanya adalah kentang yang diiris tipis seperti korek api dan digoreng hingga renyah.

Menurut Fat Secret, 100 gram kentang mustofa mengandung sekitar 317 kalori. Jumlah ini cukup tinggi jika sering dikonsumsi sebagai pendamping nasi.

Hal ini wajar karena kentang merupakan sumber karbohidrat. Proses penggorengan juga menambah kandungan kalori. Selain itu, 100 gram kentang mustofa mengandung 16,54 gram lemak dan 10,46 gram protein.

Mengonsumsi kentang mustofa boleh saja, asalkan dalam jumlah yang wajar dan tidak berlebihan. Kentang mustofa bisa menjadi alternatif camilan yang lebih sehat dan bergizi, serta mudah disimpan dan dibawa bepergian.

Resep Kentang Mustofa

Membuat kentang mustofa ternyata sangat mudah, dengan bahan-bahan yang gampang ditemukan sehari-hari. Berikut resep untuk membuat kentang mustofa:

Bahan-bahan:
- 2 buah kentang besar, kupas dan serut
- 2 buah jeruk limau
- 4 sendok teh gula pasir
- 6 siung bawang putih
- 10 siung bawang merah
- 3 buah cabai merah besar
- Minyak secukupnya, untuk menggoreng dan menumis

Cara Membuat:
1. Serut kentang hingga halus, lalu rendam dan bilas dengan air.
2. Goreng kentang hingga setengah kering, kemudian kecilkan api dan goreng hingga kecokelatan.
3. Angkat dan tiriskan kentang.
4. Tumis bumbu hingga matang dan harum, lalu aduk rata.
5. Peras jeruk limau ke dalam tumisan, masukkan kentang, dan aduk hingga bumbu merata.
6. Angkat dan tiriskan.

Kontributor : Trias Rohmadoni

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Asal Usul Nama Titiek Puspa, sampai 3 Kali Ganti Nama gegara Bolak-balik Masuk Rumah Sakit

Asal Usul Nama Titiek Puspa, sampai 3 Kali Ganti Nama gegara Bolak-balik Masuk Rumah Sakit

Lifestyle | Jum'at, 11 April 2025 | 14:36 WIB

Asal Usul Titiek Puspa, Benarkah Beragama Islam Sejak Kecil? Kerap Dikira Keturunan China

Asal Usul Titiek Puspa, Benarkah Beragama Islam Sejak Kecil? Kerap Dikira Keturunan China

Lifestyle | Jum'at, 11 April 2025 | 11:08 WIB

Sejarah Banten, Arti Hingga Asal Usul di Baliknya, Cek Selengkapnya di Sini

Sejarah Banten, Arti Hingga Asal Usul di Baliknya, Cek Selengkapnya di Sini

News | Minggu, 06 April 2025 | 21:19 WIB

Asal-usul Tradisi Lebaran Ketupat: Punya Makna Mendalam, Tak Cuma soal Sajian Kuliner

Asal-usul Tradisi Lebaran Ketupat: Punya Makna Mendalam, Tak Cuma soal Sajian Kuliner

Lifestyle | Minggu, 06 April 2025 | 14:05 WIB

Asal-Usul Keluarga Ole Romeny di Indonesia, Ibu Juga Jago Main Bola

Asal-Usul Keluarga Ole Romeny di Indonesia, Ibu Juga Jago Main Bola

Lifestyle | Rabu, 26 Maret 2025 | 11:02 WIB

Terkini

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:28 WIB

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:12 WIB

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Bola | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Bogor | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:03 WIB

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Banten | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:49 WIB

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:37 WIB

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

Bri | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:28 WIB

×