Asal-usul Tradisi Lebaran Ketupat: Punya Makna Mendalam, Tak Cuma soal Sajian Kuliner

Yasinta Rahmawati

Minggu, 06 April 2025 | 14:05 WIB
Asal-usul Tradisi Lebaran Ketupat: Punya Makna Mendalam, Tak Cuma soal Sajian Kuliner
Ilustrasi ketupat (Pixabay)

Suara.com - Pernahkan Anda mendengar tradisi Lebaran Ketupat? Ini merupakan salah satu tradisi khas yang hanya ditemukan di Indonesia, terutama di beberapa daerah seperti Jawa, Madura, dan Lombok.

Lebaran Ketupat biasanya dirayakan satu minggu setelah Hari Raya Idulfitri, tepatnya pada hari ke-7 bulan Syawal dalam kalender Hijriah.

Tahun ini, berdasarkan hasil Sidang Isbat yang digelar Kementerian Agama pada Sabtu (29/3/2025), 1 Syawal 1446 H atau Idulfitri jatuh pada Senin, 31 Maret 2025. Maka, perayaan Lebaran Ketupat diperingati pada Senin, 7 April 2025, bertepatan dengan 8 Syawal.

Saat Lebaran Ketupat, masyarakat akan berkumpul, memasak ketupat dan lauk khas seperti opor ayam, rendang, dan sambal goreng. Perayaan ini juga sering diisi dengan kegiatan silaturahmi, doa bersama, hingga ziarah kubur.

Di beberapa tempat, tradisi ini juga diiringi oleh kegiatan adat seperti kirab budaya, pertunjukan seni, bahkan piknik bersama di tempat-tempat terbuka seperti pantai atau lapangan desa.

Meski bukan hari besar nasional, Lebaran Ketupat memiliki makna religius dan budaya yang sangat kental, serta menjadi simbol penyempurna dari Idulfitri.

Untuk tahu lebih banyak mengenai Lebaran Ketupat, berikut sudah Suara.com rangkum.

Ilustrasi: sejumlah ASN yang telah diizinkan pulang merayakan "Lebaran Topat" 1443 Hijirah, memburu pedagang ketupat beserta makanan pendamping lainnya seperti opor ayam, daging, telur, urap serta jajanan khas "bantal" di sepanjang Jalan Airlangga, Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, untuk disantap bersama keluarga. Senin (9/5-2022). (Foto: ANTARA/Nirkomala)
Ilustrasi: sejumlah ASN yang telah diizinkan pulang merayakan "Lebaran Topat" 1443 Hijirah, memburu pedagang ketupat beserta makanan pendamping lainnya seperti opor ayam, daging, telur, urap serta jajanan khas "bantal" di sepanjang Jalan Airlangga, Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, untuk disantap bersama keluarga. Senin (9/5-2022). (Foto: ANTARA/Nirkomala)

Asal-usul Lebaran Ketupat

Melansir dari laman Jombang NU, Lebaran Ketupat adalah salah satu tradisi Islam Nusantara yang tumbuh dan berkembang bersamaan dengan proses Islamisasi di Jawa.

Tradisi ini erat kaitannya dengan peran Sunan Kalijaga sebagai salah satu Wali Songo yang menyebarkan Islam dengan pendekatan budaya.

baca juga

Karenanya, Lebaran Ketupat bukan hanya sekadar perayaan kuliner dengan ketupat sebagai sajian utama, melainkan juga media dakwah yang sarat makna spiritual dan sosial.

Menurut sejarah, Lebaran Ketupat berawal dari strategi dakwah Sunan Kalijaga. Untuk mendekatkan masyarakat yang saat itu masih kental dengan budaya lokal, Sunan Kalijaga menggunakan simbol ketupat sebagai bentuk penyampaian pesan dakwah.

Ia mengenalkan dua jenis hari raya kepada masyarakat Jawa saat itu. Yang pertama adalah Idulfitri pada 1 Syawal, dan yang kedua adalah Lebaran Ketupat pada 8 Syawal.

Hal tersebut sesuai hadits, “Siapa saja yang berpuasa Ramadhan, kemudian dilanjutkan dengan enam hari di bulan Syawal, maka seperti pahala berpuasa setahun” (HR Muslim).

Dari hadits di atas dijelaskan orang yang berpuasa Ramadhan dan dilanjutkan dengan berpuasa enam hari di bulan Syawal maka disebut kaffah atau kafatan artinya sempurna.

Sehingga, Idulfitri merupakan hari kemenangan setelah menunaikan puasa Ramadan selama sebulan penuh. Sementara itu, Lebaran Ketupat merupakan bentuk perayaan setelah umat Islam melaksanakan puasa sunah enam hari di bulan Syawal, sebagaimana dianjurkan oleh Rasulullah SAW.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Usai Lebaran, Kendaraan Harga Miring Bertebaran: Ini Mobil Bekas di Bawah 50 Jutaan April 2025

Usai Lebaran, Kendaraan Harga Miring Bertebaran: Ini Mobil Bekas di Bawah 50 Jutaan April 2025

Otomotif | Minggu, 06 April 2025 | 12:29 WIB

Bisnis Musiman Pasca-Lebaran: Peluang yang Masih Bisa Digali

Bisnis Musiman Pasca-Lebaran: Peluang yang Masih Bisa Digali

Your Say | Minggu, 06 April 2025 | 11:27 WIB

Mengungkap Misteri Ketupat: Tradisi Kuno yang Menjelma Jadi Ikon Kuliner Idul Fitri di Indonesia

Mengungkap Misteri Ketupat: Tradisi Kuno yang Menjelma Jadi Ikon Kuliner Idul Fitri di Indonesia

Lifestyle | Kamis, 20 Maret 2025 | 05:11 WIB

Terkini

Jasad Pria Ditemukan Mengapung di Teluk Popoh, Polisi Telusuri Petunjuk Tas Berisi Identitas

Jasad Pria Ditemukan Mengapung di Teluk Popoh, Polisi Telusuri Petunjuk Tas Berisi Identitas

News | Minggu, 04 Oktober 2026 | 20:28 WIB

Kabut Asap Palembang, Pesawat dari Malaysia Gagal Mendarat hingga Penumpang Rekam Momen Putar Balik

Kabut Asap Palembang, Pesawat dari Malaysia Gagal Mendarat hingga Penumpang Rekam Momen Putar Balik

Sumsel | Minggu, 04 Oktober 2026 | 20:15 WIB

Tangis Mahathir Mohamad Pecah di Pusara Siti Hasmah, Kenangan 70 Tahun Bersama Berakhir Pilu

Tangis Mahathir Mohamad Pecah di Pusara Siti Hasmah, Kenangan 70 Tahun Bersama Berakhir Pilu

News | Minggu, 04 Oktober 2026 | 20:00 WIB

Asap Karhutla Mengepung Palembang, Keluhan Pernapasan Memburuk pada Pasien Rentan

Asap Karhutla Mengepung Palembang, Keluhan Pernapasan Memburuk pada Pasien Rentan

Sumsel | Minggu, 04 Oktober 2026 | 19:55 WIB

Feng Shui Arah Rumah Berdasarkan Tanggal Lahir, Begini Cara Menghitungnya

Feng Shui Arah Rumah Berdasarkan Tanggal Lahir, Begini Cara Menghitungnya

Lifestyle | Minggu, 04 Oktober 2026 | 19:51 WIB

Lagu 'Bahagia Lagi' Mengingatkan bahwa Gagal Tak Berarti Kehilangan Harapan

Lagu 'Bahagia Lagi' Mengingatkan bahwa Gagal Tak Berarti Kehilangan Harapan

Your Say | Minggu, 04 Oktober 2026 | 19:50 WIB

4 Bedak Tabur Waterproof yang Tidak Mudah Luntur Saat Hujan

4 Bedak Tabur Waterproof yang Tidak Mudah Luntur Saat Hujan

Lifestyle | Minggu, 04 Oktober 2026 | 19:30 WIB

Rocky Gerung Jadi Wantimpres, Masihkah Ia Seorang Pengkritik Kekuasaan?

Rocky Gerung Jadi Wantimpres, Masihkah Ia Seorang Pengkritik Kekuasaan?

Your Say | Minggu, 04 Oktober 2026 | 19:15 WIB

6 Urutan Zodiak dari yang Paling Dewasa sampai Paling Childish Saat Pacaran

6 Urutan Zodiak dari yang Paling Dewasa sampai Paling Childish Saat Pacaran

Lifestyle | Minggu, 04 Oktober 2026 | 19:13 WIB

WiFi Publik Apakah Aman? Ini Cara Mengaktifkan Privasi Agar Tak Dipantau

WiFi Publik Apakah Aman? Ini Cara Mengaktifkan Privasi Agar Tak Dipantau

Tekno | Minggu, 04 Oktober 2026 | 19:13 WIB

×