3 Contoh Susunan Upacara Hari Kartini Lengkap untuk di Sekolah dan Kantor

Chyntia Sami Bhayangkara

Senin, 14 April 2025 | 20:21 WIB
3 Contoh Susunan Upacara Hari Kartini Lengkap untuk di Sekolah dan Kantor
susunan acara upacara hari kartini (freepik)

Suara.com - Upacara masih menjadi salah satu cara yang paling umum dilakukan untuk merayakan Hari Kartini pada 21 April tiap tahunnya. Hari lahir pahlawan nasional Raden Ajeng Kartini memang telah ditetapkan sebagai hari besar untuk memperingati perjuangannya mencapai kesetaraan antara laki-laki dan perempuan, terutama dalam bidang pendidikan.

Jika Anda sedang mencari contoh susunan acara untuk peringatan hari Kartini, simak informasi berikut. Perlu diingat, bahwa hari Kartini yang diperingati pada 21 April bukan merupakan hari libur nasional.

Contoh Susunan Acara Upacara Hari Kartini 2025

Berikut adalah contoh susunan acara upacara yang bersifat formal dan dapat diterapkan untuk umum, seperti di balai desa, instansi pemerintahan, atau komunitas:

  1. Persiapan peserta upacara
  2. Pemimpin upacara memasuki lapangan
  3. Pembina upacara memasuki tempat upacara
  4. Penghormatan kepada pembina upacara
  5. Laporan pemimpin upacara kepada pembina
  6. Pengibaran bendera Merah Putih diiringi lagu Indonesia Raya
  7. Mengheningkan cipta
  8. Pembacaan teks Pancasila oleh pembina upacara
  9. Pembacaan teks UUD 1945
  10. Pembacaan sejarah singkat R.A. Kartini oleh panitia
  11. Amanat pembina upacara
  12. Pembacaan puisi perjuangan perempuan
  13. Menyanyikan lagu "Ibu Kita Kartini"
  14. Doa bersama
  15. Laporan pemimpin upacara kepada pembina
  16. Penghormatan kepada pembina
  17. Pembina meninggalkan tempat upacara
  18. Upacara selesai

Contoh Susunan Acara Upacara Hari Kartini 2025 di Sekolah

Upacara di sekolah biasanya dikombinasikan dengan aktivitas edukatif dan kreatif agar siswa lebih memahami semangat perjuangan Kartini. Berikut contohnya:

  1. Berikan penghormatan kepada pemimpin upacara, dipimpin oleh pemimpin barisan paling kanan.
  2. Para pemimpin barisan menyampaikan laporan kesiapan barisan kepada pemimpin upacara.
  3. Pembina upacara tiba di lokasi dan menuju tempat yang telah disiapkan.
  4. Peserta upacara memberikan penghormatan kepada pembina upacara.
  5. Pemimpin upacara melaporkan bahwa upacara siap dimulai.
  6. Pembina upacara memimpin momen mengheningkan cipta.
  7. Pembacaan teks Pancasila dipimpin oleh pembina upacara, dan diikuti oleh seluruh peserta.
  8. Teks Undang-Undang Dasar 1945 dibacakan oleh petugas.
  9. Pembina upacara menyampaikan amanat yang berisi riwayat singkat perjuangan R.A. Kartini.
  10. Seluruh peserta menyanyikan lagu "Ibu Kita Kartini" secara bersama-sama.
  11. Doa bersama dipanjatkan untuk menutup rangkaian upacara.
  12. Pemimpin upacara menyampaikan laporan akhir kepada pembina upacara.
  13. Pemimpin upacara memimpin penghormatan kepada pembina upacara.
  14. Pembina upacara bersama para guru atau pejabat meninggalkan lapangan.
  15. Peserta upacara memberikan penghormatan terakhir kepada pemimpin upacara.
  16. Pemimpin upacara meninggalkan tempat upacara.
  17. Upacara resmi ditutup, dan seluruh pemimpin barisan membubarkan peserta di barisannya masing-masing.

Contoh Susunan Acara Upacara Hari Kartini 2025 di Kantor

Di lingkungan kerja, upacara umumnya bersifat lebih ringkas dan cepat.

  1. Persiapan peserta upacara
  2. Pemimpin upacara memasuki lapangan
  3. Pembina upacara memasuki tempat upacara
  4. Penghormatan kepada pembina
  5. Pengibaran bendera Merah Putih
  6. Lagu Indonesia Raya
  7. Mengheningkan cipta
  8. Pembacaan Pancasila
  9. Pembacaan UUD 1945
  10. Amanat pimpinan atau pejabat
  11. Lagu “Ibu Kita Kartini”
  12. Doa bersama
  13. Penutupan dan pembubaran barisan
  14. Ramah tamah atau kegiatan apresiasi perempuan (opsional)

Mengapa Tanggal 21 April Diperingati sebagai Hari Kartini?

Tanggal 21 April diperingati sebagai Hari Kartini karena merupakan hari kelahiran Raden Ajeng Kartini, tokoh emansipasi wanita Indonesia yang lahir di Jepara pada tahun 1879.

Kartini dikenal karena pemikirannya yang maju tentang pentingnya pendidikan dan kesetaraan hak bagi perempuan, terutama di masa ketika perempuan masih sangat dibatasi ruang geraknya.

Melalui surat-suratnya kepada sahabat-sahabat di Belanda, Kartini mengungkapkan kegelisahan dan cita-citanya untuk memajukan perempuan Indonesia. Surat-surat tersebut kemudian dibukukan menjadi karya terkenal berjudul Habis Gelap Terbitlah Terang, yang menginspirasi banyak pihak hingga saat ini.

Pemerintah Indonesia secara resmi menetapkan 21 April sebagai Hari Kartini sejak masa pemerintahan Presiden Soekarno melalui Keputusan Presiden No. 108 Tahun 1964. Hari ini menjadi simbol perjuangan perempuan Indonesia dalam meraih kebebasan berpikir, belajar, dan berkarya di berbagai bidang kehidupan.

baca juga

Kontributor : Hillary Sekar Pawestri

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Peringati Hari Kartini: Lagu Kunto Aji dan Nadin Amizah Jadi Nyawa Musikal Untuk Perempuan

Peringati Hari Kartini: Lagu Kunto Aji dan Nadin Amizah Jadi Nyawa Musikal Untuk Perempuan

Your Say | Senin, 14 April 2025 | 12:08 WIB

Anti Gugup! Contoh Teks MC Halal Bihalal Kantor yang Bikin Acara Berkesan

Anti Gugup! Contoh Teks MC Halal Bihalal Kantor yang Bikin Acara Berkesan

Lifestyle | Selasa, 08 April 2025 | 15:23 WIB

Terkini

Rakyat Akan Marah! 470 Kepala Daerah Tak Mampu Bayar PPPK Tapi Minta Naik Gaji

Rakyat Akan Marah! 470 Kepala Daerah Tak Mampu Bayar PPPK Tapi Minta Naik Gaji

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 22:31 WIB

Gunakan Uang Hasil Sikat Korupsi, Prabowo Janji Investasi Besar di Sektor Pendidikan dan Riset

Gunakan Uang Hasil Sikat Korupsi, Prabowo Janji Investasi Besar di Sektor Pendidikan dan Riset

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 22:24 WIB

John Herdman Blak-blakan Akui Timnas Indonesia Sedang Terluka Jelang Melawan Singapura

John Herdman Blak-blakan Akui Timnas Indonesia Sedang Terluka Jelang Melawan Singapura

Bola | Kamis, 06 Agustus 2026 | 22:15 WIB

Pemerintah Dorong Produk Indonesia Masuk Rantai Pasok Haji Arab Saudi

Pemerintah Dorong Produk Indonesia Masuk Rantai Pasok Haji Arab Saudi

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 22:12 WIB

Catut Nama Prabowo, Istana Bantah Makalah Nobel Soal Program MBG

Catut Nama Prabowo, Istana Bantah Makalah Nobel Soal Program MBG

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 22:11 WIB

Lulur Keraton Kembali Jadi Sorotan, Warisan Kecantikan Nusantara yang Tetap Relevan hingga Kini

Lulur Keraton Kembali Jadi Sorotan, Warisan Kecantikan Nusantara yang Tetap Relevan hingga Kini

Lifestyle | Kamis, 06 Agustus 2026 | 22:09 WIB

Calon Hakim Agung Usul RUU Perampasan Diganti Jadi Pemulihan Aset, Menkum Tunggu Langkah DPR

Calon Hakim Agung Usul RUU Perampasan Diganti Jadi Pemulihan Aset, Menkum Tunggu Langkah DPR

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 22:01 WIB

Dinilai Keliru, Mahasiswa Layangkan Nota Keberatan atas Inpres Koperasi Merah Putih

Dinilai Keliru, Mahasiswa Layangkan Nota Keberatan atas Inpres Koperasi Merah Putih

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 21:43 WIB

Kopdes Merah Putih Berpotensi Jadi 'Hambalang Kecil', Masa Depan Desa Digadaikan

Kopdes Merah Putih Berpotensi Jadi 'Hambalang Kecil', Masa Depan Desa Digadaikan

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 21:36 WIB

Norman Joesoef Jadi Wamenhan? Pakar: Rawan Konflik Kepentingan dan Pengalaman Birokrasi Nol

Norman Joesoef Jadi Wamenhan? Pakar: Rawan Konflik Kepentingan dan Pengalaman Birokrasi Nol

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 21:30 WIB

×