Berapa Lama Waktu untuk Jadi Dokter Spesialis Kandungan? Viral Dokter di Garut Lecehkan Pasien

Agatha Vidya Nariswari

Rabu, 16 April 2025 | 14:12 WIB
Berapa Lama Waktu untuk Jadi Dokter Spesialis Kandungan? Viral Dokter di Garut Lecehkan Pasien
Ilustrasi dokter kandungan (Freepik)

Suara.com - Kasus pelecehan seksual kembali terjadi di lingkungan tenaga kesehatan. Seorang dokter spesialis kandungan bernama Muhammad Syafril Firdaus atau Iril Syafril diduga melakukan pelecehan seksual kepada ibu hamil yang menjadi pasiennya di klinik.

Kasus ini terungkap dan menjadi ramai diperbincangkan setelah sebuah rekaman CCTV saat Syafril memeriksa pasiennya viral di media sosial. Dalam rekaman CCTV itu, dokter tersebut terlihat tengah melakukan tindakan ultrasonografi (USG) kepada salah satu pasien ibu hamil di klinik tempatnya praktik.

Saat tangan kanannya melakukan tindakan USG, tangan kiri Syafril justru terlihat terus naik diduga meraba bagian payudara ibu hamil yang menjadi pasiennya itu. Buntut kasus ini, sosok dokter kandungan tersebut lantas menuai kecaman publik.

Informasi mengenai dokter spesialis kandungan di Indonesia juga menjadi sorotan, termasuk berapa lama seseorang sampai menjadi dokter spesialis Obstetri dan Ginekologi (Obgin).

Dokter Spesialis Kandungan di Garut Diduga Lakukan Pelecehan Saat USG, Rekaman CCTV Beredar (Tiktok)
Dokter Spesialis Kandungan di Garut Diduga Lakukan Pelecehan Saat USG, Rekaman CCTV Beredar (Tiktok)

Mengutip situs resmi Universitas Airlangga, dr. Arif Tanjungseto, SpOG menjelaskan lama pendidikan untuk bisa menjadi seorang dokter spesialis kandungan rata-rata 5-7 tahun.

Dokter Seto juga menjelaskan bahwa sebelum menjadi dokter spesialis kandungan, harus melewati berbagai tahap dari pendikan, koas, hingga mengambil pendidikan spesialis. Berikut ini tahapan seseorang sampai bisa menjadi dokter spesialis.

1. Pendidikan Akademik

Ada beberapa tahapan yang harus dilalui dalam kuliah kedokteran. Pertama, seseorang harus lulus tes masuk Fakultas Kedokteran. Setelah lulus, ada tahapan pendidikan akademik selama dua semester yang kemudian dilanjutkan dengan kompetensi klinik selama 5 semester dari semester 3 sampai 7.

2. Co-ass

baca juga

Setelah dinyatakan lulus dan menyandang gelar Sarjana Kedokteran, seseorang belum bisa disebut dokter lantaran masih ada tahapan panjang yang harus dilalui. Setelah lulus, Sarjana Kedokteran harus menjalani tahapan co-ass untuk mendapatkan pengalaman langsung terjun di dunia kedokteran.

Pendidikan profesi ini dijalankan dalam rentang waktu 1,5 tahun hingga 2 tahun. Selama co-ass, mahasiswa disatukan dalam kelompok-kelompok kecil dan mendapatkan tugas analisis penyakit. Mereka juga harus bertugas di setiap stase untuk memenuhi syarat.

Tahapan koas ini dijalankan sesuai dengan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi yang meliputi pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat di rumah sakit umum daerah (RSUD) sesuai penempatannya.

3. Ujian sertifikasi

Setelah selesai menjalankan co-ass, masih ada Ujian Kompetensi Program Profesi Kedokteran (UKMPPD) yang harus dilalui. Dalam ujian sertifikasi, Sarjana Kedokteran harus bisa lulus dari dua jenis tes, yaitu CBT dan OSCE. CBT adalah kependekan dari computer based test, yang mana peserta akan menjalani ujian tertulis. Sedangkan OSCE adalah objective structured clinical examination atau ujian praktik.

Apabila lulus, maka Sarjana Kedokteran akan menerima Tanda Registrasi (STR) yang diterbitkan oleh Konsil Kedokteran Indonesia dan mengucapkan sumpak dokter.

4. Internship

Tahap keempat kuliah kedokteran ialah melaksanakan internship atau menjadi dokter magang selama 1 tahun dan mendapat bimbingan dokter senior. Apabila lulus, dokter muda akan mendapatkan Surat Izin Praktek (SIP). Dengan sertifikat tersebut kamu bisa bekerja di rumah sakit, puskesmas, dan juga membuka praktik sendiri.

5. Pendidikan spesialis

Setelah menyelesaikan internship dan mendapatkan Surat Izin Praktek (SIP), seorang dokter umum dapat memperdalam ilmu dengan mengambil spesialisasi di bidang yang diminati, termasuk Obstetri dan Ginekologi. Pendidikan spesialis bisa berlangsung lebih lama daripada pendidikan teori saat masih tingkat sarjana.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sosok Muhammad Syafril Firdaus, Dokter Kandungan yang Lecehkan Pasien di Garut

Sosok Muhammad Syafril Firdaus, Dokter Kandungan yang Lecehkan Pasien di Garut

Lifestyle | Rabu, 16 April 2025 | 11:03 WIB

Trauma! Pengakuan Korban Pelecehan Dokter Kandungan di Garut: Kontrol 40 Menit hingga DM Mesum

Trauma! Pengakuan Korban Pelecehan Dokter Kandungan di Garut: Kontrol 40 Menit hingga DM Mesum

News | Rabu, 16 April 2025 | 10:52 WIB

Dokter Kandungan Pelaku Pelecehan di Garut Sedang Umroh, KPPPA Pastikan Proses Hukum Tetap Berjalan

Dokter Kandungan Pelaku Pelecehan di Garut Sedang Umroh, KPPPA Pastikan Proses Hukum Tetap Berjalan

News | Rabu, 16 April 2025 | 09:14 WIB

Viral! Dokter Kandungan Lecehkan Pasien saat Periksa, Videonya Bikin Geram!

Viral! Dokter Kandungan Lecehkan Pasien saat Periksa, Videonya Bikin Geram!

Video | Rabu, 16 April 2025 | 11:09 WIB

Dokter Kandungan di Garut Diduga Lecehkan Pasien, Ahmad Sahroni: Wajib Ditangkap!

Dokter Kandungan di Garut Diduga Lecehkan Pasien, Ahmad Sahroni: Wajib Ditangkap!

Lifestyle | Selasa, 15 April 2025 | 12:06 WIB

Terkini

Rupiah Makin Tertekan, Sudah Melemah 7,74% Sepanjang 2026

Rupiah Makin Tertekan, Sudah Melemah 7,74% Sepanjang 2026

Bisnis | Rabu, 30 September 2026 | 19:08 WIB

71 Orang Tewas, Bisakah Nakhoda KM Virgo Transport 8 Dipidana?

71 Orang Tewas, Bisakah Nakhoda KM Virgo Transport 8 Dipidana?

News | Rabu, 30 September 2026 | 19:08 WIB

Jangan Tunggu Burnout: Pentingnya Ambil Ruang Jeda Sebagai Kebiasaan Rutin

Jangan Tunggu Burnout: Pentingnya Ambil Ruang Jeda Sebagai Kebiasaan Rutin

Your Say | Rabu, 30 September 2026 | 19:04 WIB

Bikin Makeup Flawless dan Tahan Lama: 5 Primer Serum Pengunci Kelembapan

Bikin Makeup Flawless dan Tahan Lama: 5 Primer Serum Pengunci Kelembapan

Your Say | Rabu, 30 September 2026 | 19:00 WIB

Pindah KPR Mudah, Cepat, dan Bebas Repot Melalui Program BRI KPR Take Over

Pindah KPR Mudah, Cepat, dan Bebas Repot Melalui Program BRI KPR Take Over

Bri | Rabu, 30 September 2026 | 18:59 WIB

Pemprov DKI Siapkan Tiga Terminal Utama Transjakarta Laut di Pulau Seribu, Mana Saja?

Pemprov DKI Siapkan Tiga Terminal Utama Transjakarta Laut di Pulau Seribu, Mana Saja?

News | Rabu, 30 September 2026 | 18:55 WIB

Bupati Gowa Tersangka Korupsi Diperiksa Kortastipidkor Polri Besok

Bupati Gowa Tersangka Korupsi Diperiksa Kortastipidkor Polri Besok

News | Rabu, 30 September 2026 | 18:53 WIB

Telkom Indonesia Tiba-tiba Ganti Dirut

Telkom Indonesia Tiba-tiba Ganti Dirut

Bisnis | Rabu, 30 September 2026 | 18:53 WIB

Nama Shin Tae-yong Menggema di GBK, Rahmad Darmawan Beri Peringatan Keras untuk Timnas Indonesia

Nama Shin Tae-yong Menggema di GBK, Rahmad Darmawan Beri Peringatan Keras untuk Timnas Indonesia

Bola | Rabu, 30 September 2026 | 18:51 WIB

Tampil Lebih Gagah, Honda CRF1100L Africa Twin Dapatkan Penyegaran Warna Baru

Tampil Lebih Gagah, Honda CRF1100L Africa Twin Dapatkan Penyegaran Warna Baru

Otomotif | Rabu, 30 September 2026 | 18:50 WIB

×