15 Gaya Hidup Murahan yang Sekarang Jadi Simbol Kekayaan, Kamu Sudah Coba?

Ruth Meliana Suara.Com
Rabu, 30 April 2025 | 15:49 WIB
15 Gaya Hidup Murahan yang Sekarang Jadi Simbol Kekayaan, Kamu Sudah Coba?
ilustrasi memiliki kebun di rumah (Freepik/Jcomp)

Suara.com - Persepsi masyarakat terhadap status sosial terus berubah seiring berjalannya waktu. Terbukti, gaya hidup yang dulu dianggap murahan dan rendahan, sekarang justru menjadi simbol kekayaan dan kemewahan.

Beberapa keterbatasan ekonomi di masa lalu mulai bertransformasi menjadi status kelas atas. Apa saja gaya hidup yang dulu dianggap rendahan, tetapi sekarang menjadi simbol orang kaya?

1. Mengendarai mobil tua

Dulu, mengendarai mobil tua dianggap sebagai tanda ketidakmampuan membeli yang baru. Kini, banyak orang kaya memilih mempertahankan mobil lama yang terawat.

Pemakaian mobil tua menjadi simbol kepraktisan dan ketidakterikatan pada kemewahan yang mencolok. Hal ini menunjukkan kemandirian finansial dan keputusan yang bijak dalam pengelolaan aset.

2. Memakai pakaian yang sama berulang kali

Menggunakan pakaian yang sama berulang kali dulu dianggap sebagai keterpaksaan. Sekarang, terutama dengan pakaian desainer, hal ini dipandang sebagai tindakan berkelanjutan dan berkelas.

Tokoh publik seperti Kate Middleton dan Mark Zuckerberg dikenal karena pilihan mereka yang konsisten dalam berpakaian, termasuk memakai pakaian yang sama berulang-ulanh kali. Hal ini menandakan penolakan mereka terhadap konsumsi berlebihan.

3. Menjemur pakaian di luar

Baca Juga: Jam Tangan & Karier: Bagaimana Gaya Minimalis Bisa Mendongkrak Citra Profesional Anda

Menjemur pakaian di luar rumah dulu dikaitkan dengan ketidakmampuan membeli mesin pengering. Kini, ini dianggap sebagai langkah hidup ramah lingkungan yang mengurangi konsumsi energi dan memperpanjang usia pakaian.

Di komunitas yang sadar lingkungan, praktik menjemur pakaian di luar menjadi bagian dari gaya hidup berkelanjutan. Dengan tidak menggunakan listrik, maka kamu sudah membantu mengurangi jejak karbon. 

4. Berbelanja di pasar tradisional

Berbelanja di pasar tradisional dulu dianggap sebagai pilihan karena keterbatasan dana, serta tidak mampu belanja di supermarket. Saat ini, banyak orang berpenghasilan tinggi memilih pasar tradisional untuk mendapatkan produk segar, lokal, dan organik.

Makanan organik yang bersumber dari petani lokal sering kali lebih mahal. Beberapa tahun terakhir ini, semakin banyak rumah tangga berpendapatan tinggi yang mengunjungi pasar. Perubahan ini mencerminkan kesadaran akan kesehatan dan dukungan terhadap ekonomi lokal.

5. Memelihara ayam atau memiliki kebun

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Ekstrovert, Introvert, Ambivert, atau Otrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI