15 Gaya Hidup Murahan yang Sekarang Jadi Simbol Kekayaan, Kamu Sudah Coba?

Ruth Meliana

Rabu, 30 April 2025 | 15:49 WIB
15 Gaya Hidup Murahan yang Sekarang Jadi Simbol Kekayaan, Kamu Sudah Coba?
ilustrasi memiliki kebun di rumah (Freepik/Jcomp)

Memelihara ayam atau memiliki kebun sayur di rumah dulu dianggap sebagai cara orang bertahan hidup dalam keterbatasan ekonomi. Sekarang, ini menjadi simbol kemandirian dan kemewahan. Kandang-kandang ternak perkotaan dan kebun-kebun organik ditampilkan dalam majalah-majalah gaya hidup kelas atas.

Ide untuk memproduksi telur dan hasil bumi sendiri telah bergeser dari kebutuhan menjadi hal baru. Hal itu tidak lagi tentang menghemat uang, tetapi lebih tentang menciptakan kehidupan rumah tangga yang tertata. Batas antara pedesaan dan kelas atas tidak pernah lebih kabur.

6. Menggunakan perabotan antik atau bekas

Menggunakan perabotan bekas atau antik dulu dianggap sebagai tanda ketidakmampuan membeli barang baru. Kini, barang-barang tersebut justru bernilai mahal dan menjadi status kemewahan.

Perabot antik atau bekas sekarang dihargai karena nilai sejarah, kualitas, dan keunikan desainnya. Desain interior dengan sentuhan vintage menjadi tren di kalangan kelas atas.

7. Menggunakan transportasi umum atau sepeda

Selama ini, transportasi umum dianggap sebagai sesuatu yang digunakan saat tidak mampu membeli mobil. Namun, di banyak kota besar, transportasi umum kini menjadi pilihan yang cerdas, berkelanjutan, dan bahkan bergengsi.

Para CEO, profesional, dan pekerja kreatif sering kali memilih jalur kereta bawah tanah atau jalur sepeda untuk menghemat waktu dan mengurangi emisi. Jumlah penumpang angkutan umum di antara penduduk perkotaan berpendapatan tinggi terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir.

Bersepeda ke tempat kerja kini menyiratkan kesadaran dan kecerdasan perkotaan tertentu. Ini adalah keputusan gaya hidup, bukan keputusan finansial.

baca juga

8. Memiliki rumah kecil yang fungsional

Dekorasi rumah yang sederhana dulunya diartikan sebagai kurangnya uang untuk membeli furnitur atau karya seni. Namun sekarang, garis-garis yang bersih dan ruang terbuka menjadi ciri khas kemewahan modern. Rumah minimalis kelas atas menekankan kualitas daripada kuantitas, dan setiap bagian dipilih dengan cermat.

Pendekatan ini bisa jauh lebih mahal daripada ruangan yang berantakan penuh dengan barang-barang murah. Dalam dunia desain, pengendalian diri dipandang sebagai kepercayaan diri. Lebih sedikit barang sering kali berarti lebih banyak kekayaan.

9. Tidak memakai riasan atau rambut alami

Dahulu, tidak memakai riasan atau memilih untuk tampil dengan tekstur rambut alami dianggap tidak sopan. Sekarang, hal itu dianggap sebagai sesuatu yang memberdayakan dan berkelas. Dari panggung peragaan busana hingga kantor eksekutif, wajah dan rambut natural menjadi tren.

Merek perawatan kulit kelas atas mempromosikan tampilan wajah natural yang ironisnya membutuhkan produk dan perawatan mahal. Rambut natural juga telah menjadi pernyataan budaya yang kuat dan membanggakan. Bagaimanapun, kepercayaan diri adalah salah satu tanda kekuatan dan hak istimewa yang paling jelas.

10. Menyekolahkan anak ke sekolah negeri

Sekolah swasta dulunya merupakan standar emas bagi keluarga yang sukses, tetapi di distrik yang memiliki dana yang cukup, sekolah negeri kini dipandang sebagai pilihan yang cerdas dan berfokus pada masyarakat.

Orang tua dengan latar belakang kaya sering kali memilih sekolah negeri daripada sekolah swasta karena alasan yang berlandaskan nilai-nilai. Hal ini mencerminkan kepercayaan pada sistem yang mereka dukung dengan pajak properti dan keterlibatan masyarakat.

Lebih banyak keluarga berpenghasilan tinggi kini menyekolahkan anak-anak mereka di sekolah negeri dengan sumber daya yang kuat. Mereka tertarik pada kualitas guru, keragaman yang lebih besar di antara siswa, dan hasil tes yang lebih baik.

11. Menyewa alih-alih memiliki properti

Selama bertahun-tahun, menyewa dianggap membuang-buang uang. Namun sekarang, banyak orang kaya memilih untuk menyewa properti atau rumah, terutama di kota-kota mahal atau selama pasar sedang lesu.

Menyewa menawarkan fleksibilitas, menghindari pajak properti dan biaya perawatan, serta memungkinkan kualitas hidup yang lebih tinggi dalam jangka pendek.

Laporan Harvard Joint Center for Housing Studies menemukan bahwa penyewaan oleh orang berpenghasilan tinggi terus meningkat, didorong oleh preferensi gaya hidup. Kepemilikan bukan lagi satu-satunya indikator keberhasilan. Dalam beberapa kasus, kebebasan dan likuiditas lebih berharga.

12. Memilih liburan yang lebih sederhana

Liburan mewah di resor mewah dulunya merupakan cara umum untuk memamerkan kesuksesan. Sekarang, kabin yang tenang, taman nasional, atau tempat peristirahatan kebugaran juga bisa memberi kesan yang sama.

Kesederhanaan menjadi kemewahan tersendiri, terutama di dunia yang dipenuhi dengan teknologi digital. Orang-orang berpenghasilan tinggi lebih mengutamakan istirahat dan melepas penat daripada memanjakan diri.

Penelitian dari Global Wellness Institute menyoroti pertumbuhan pesat wisata kebugaran di kalangan wisatawan kaya. Liburan ini tidak murah, tetapi menenangkan dan sangat menarik.

13. Memasak sendiri di rumah

Memasak sendiri dulu dianggap sebagai kewajiban karena keterbatasan dana untuk makan di luar. Kini, memasak di rumah menjadi hobi yang menunjukkan keterampilan, kesehatan, dan kontrol atas asupan makanan.

Banyak orang kaya yang menikmati memasak sebagai bentuk ekspresi diri dan kualitas hidup.

14. Menggunakan barang-barang lokal

Menggunakan produk lokal dulu dianggap sebagai pilihan karena keterbatasan akses ke produk impor. Sekarang, produk lokal dihargai karena keunikan, kualitas, dan dukungan terhadap ekonomi lokal.

Perubahan ini mencerminkan kebanggaan terhadap budaya dan kontribusi terhadap komunitas.

15. Mengadopsi gaya hidup sederhana

Gaya hidup sederhana dulu dikaitkan dengan keterbatasan ekonomi. Kini, banyak orang kaya yang memilih hidup sederhana sebagai bentuk kesadaran akan pentingnya keseimbangan hidup, kesehatan mental, dan keberlanjutan. Ini menunjukkan bahwa kekayaan tidak selalu harus ditampilkan secara mencolok.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jam Tangan & Karier: Bagaimana Gaya Minimalis Bisa Mendongkrak Citra Profesional Anda

Jam Tangan & Karier: Bagaimana Gaya Minimalis Bisa Mendongkrak Citra Profesional Anda

Lifestyle | Rabu, 30 April 2025 | 14:49 WIB

4 Sumber Kekayaan Hailey Bieber yang Kena Penyakit Kista

4 Sumber Kekayaan Hailey Bieber yang Kena Penyakit Kista

Bisnis | Rabu, 30 April 2025 | 10:49 WIB

Berapa Gaji Paus Fransiskus? Semuanya untuk Amal, Tinggalkan Kekayaan Sederhana Rp1,6 Juta

Berapa Gaji Paus Fransiskus? Semuanya untuk Amal, Tinggalkan Kekayaan Sederhana Rp1,6 Juta

Lifestyle | Selasa, 29 April 2025 | 15:06 WIB

Jadi Saksi Kasus Perampokan, Kim Kadarshian Punya Harta Rp 28 Triliun

Jadi Saksi Kasus Perampokan, Kim Kadarshian Punya Harta Rp 28 Triliun

Bisnis | Selasa, 29 April 2025 | 07:13 WIB

Gaya Hidup Sehat Sejak Dini, Dimulai dari Pola Makan Bergizi Seimbang

Gaya Hidup Sehat Sejak Dini, Dimulai dari Pola Makan Bergizi Seimbang

Health | Minggu, 27 April 2025 | 00:45 WIB

Berawal dari Tren Media Sosial, Lari Kini Jadi Ikon Gaya Hidup Urban

Berawal dari Tren Media Sosial, Lari Kini Jadi Ikon Gaya Hidup Urban

Lifestyle | Sabtu, 26 April 2025 | 18:47 WIB

Terkini

Pecinta Disney Merapat, Mickey Mouse Kini Hadir di Berbagai Momen Lifestyle

Pecinta Disney Merapat, Mickey Mouse Kini Hadir di Berbagai Momen Lifestyle

Lifestyle | Minggu, 20 September 2026 | 23:55 WIB

Rajin Pakai Skincare tapi Jerawat Masih Muncul? Kenali Dulu Apa Itu Mikrobioma Kulit

Rajin Pakai Skincare tapi Jerawat Masih Muncul? Kenali Dulu Apa Itu Mikrobioma Kulit

Lifestyle | Minggu, 20 September 2026 | 23:46 WIB

Ketika Rumah Makin Pintar, Teknologi Dituntut Makin Mengerti Penghuninya

Ketika Rumah Makin Pintar, Teknologi Dituntut Makin Mengerti Penghuninya

Lifestyle | Minggu, 20 September 2026 | 23:35 WIB

Pengelola TPST Abu & Co Terancam Sanksi Pidana Jika Terbukti Cemari Sungai Cisadane

Pengelola TPST Abu & Co Terancam Sanksi Pidana Jika Terbukti Cemari Sungai Cisadane

Banten | Minggu, 20 September 2026 | 23:12 WIB

10 Hari Beroperasi, Gubernur Banten Puji Solidaritas Relawan Pencarian 5 Jurnalis di Selat Sunda

10 Hari Beroperasi, Gubernur Banten Puji Solidaritas Relawan Pencarian 5 Jurnalis di Selat Sunda

Banten | Minggu, 20 September 2026 | 23:01 WIB

Lampu Merah Sektor Pertanahan, 8 Celah Korupsi Radar KPK

Lampu Merah Sektor Pertanahan, 8 Celah Korupsi Radar KPK

Bogor | Minggu, 20 September 2026 | 22:52 WIB

Tari Jaipong Asal Surade Sukabumi Pukau Panggung Asian Games 2026 di Jepang

Tari Jaipong Asal Surade Sukabumi Pukau Panggung Asian Games 2026 di Jepang

Jabar | Minggu, 20 September 2026 | 22:43 WIB

23 Perusahaan Buang Limbah ke Sungai Cileungsi

23 Perusahaan Buang Limbah ke Sungai Cileungsi

Bogor | Minggu, 20 September 2026 | 22:35 WIB

Dua Legenda Liverpool Sambangi Jakarta, Antusiasme Fans Indonesia Bikin Sami Hyypia Terkejut

Dua Legenda Liverpool Sambangi Jakarta, Antusiasme Fans Indonesia Bikin Sami Hyypia Terkejut

Bola | Minggu, 20 September 2026 | 22:24 WIB

64 Pesawat dan 54.394 Personel Dikerahkan Tangani Karhutla di Indonesia

64 Pesawat dan 54.394 Personel Dikerahkan Tangani Karhutla di Indonesia

News | Minggu, 20 September 2026 | 21:45 WIB

×