Pakar Ungkap Tren Baru Pariwisata: Destinasi Urban Harus Tawarkan Cerita, Bukan Sekadar Tempat

Dinda Rachmawati

Sabtu, 17 Mei 2025 | 12:14 WIB
Pakar Ungkap Tren Baru Pariwisata: Destinasi Urban Harus Tawarkan Cerita, Bukan Sekadar Tempat
Suasana Batavia PIK 2 yang menyajikan wisata kuliner, Sabtu (24/6/2023). [SuaraJakarta.id/Wivy Hikmatullah]

Suara.com - Gaya hidup urban terus mengalami perubahan. Jika dulu masyarakat kota, terutama generasi muda, cenderung mengejar tempat-tempat populer, kini tren itu berkembang menjadi sesuatu yang lebih kompleks. 

Generasi muda kini tak lagi sekadar mencari tempat nongkrong yang “Instagramable”, tapi juga menginginkan pengalaman yang lengkap dan berkesan.

Perubahan ini pun diamati oleh Taufan Rahmadi, pakar strategi pariwisata nasional. Ia melihat jika saat ini ada pergeseran dalam pola konsumsi masyarakat urban, dari yang bersifat fungsional menjadi lebih emosional dan sosial. 

Dalam pandangannya, generasi muda kini tidak cukup hanya dengan datang ke satu lokasi, berfoto, lalu pulang. Mereka ingin merasakan sesuatu yang utuh, yang bisa dinikmati, dibagikan, dan menjadi bagian dari identitas mereka.

“Khususnya generasi muda sekarang, mereka tidak hanya mencari tempat, tapi mencari pengalaman yang bisa dibagikan, dinikmati, dan menjadi bagian dari identitas sosial mereka,” ujar Taufan Rahmadi.

Tren ini mendorong munculnya konsep baru dalam pengembangan ruang kota, yakni integrated lifestyle. Ini bukan hanya soal menggabungkan beberapa tempat hiburan atau restoran dalam satu area.

Tetapi menciptakan ekosistem gaya hidup di mana kuliner, belanja, hiburan, hingga kegiatan berbasis alam atau budaya saling terhubung dalam satu kawasan yang mudah diakses.

Menurut Taufan Rahmadi, kawasan yang mengusung konsep seperti ini akan lebih mudah menjawab kebutuhan masyarakat urban masa kini yang menginginkan kenyamanan, fleksibilitas, sekaligus nilai eksklusif.

“PIK menjadi magnet baru bagi warga Jakarta yang menginginkan sebuah experience lifestyle yang terintegrasi. Ini cocok dengan kebutuhan masyarakat urban yang menginginkan kepraktisan, kenyamanan, sekaligus eksklusivitas,” tambahnya.

baca juga

Contoh Nyata: PIK sebagai Magnet Gaya Hidup Terpadu

Salah satu kawasan yang kini mulai dikenal sebagai simbol gaya hidup urban modern adalah Pantai Indah Kapuk (PIK). Awalnya dikenal sebagai kawasan hunian elite, kawasan tersebut kini telah berkembang menjadi destinasi yang menarik perhatian generasi muda dan keluarga urban.

Di sini, pengunjung bisa menemukan berbagai fasilitas yang tidak hanya sekadar memanjakan mata, tetapi juga menciptakan pengalaman menyeluruh yang tak terlupakan. 

Mulai dari sederet kafe dan restoran tematik, jalur pejalan kaki yang rapi dan bersih di sepanjang pantai, pusat perbelanjaan modern, hingga ruang terbuka hijau yang nyaman. 

Semua elemen ini tidak berdiri sendiri, melainkan disatukan dalam sebuah konsep kawasan hidup yang terintegrasi.

Taufan Rahmadi menilai bahwa kekuatan utama PIK justru terletak pada kemampuannya membangun ruang urban yang “hidup” di mana orang bisa bekerja, bersantai, berolahraga, dan menikmati hiburan tanpa harus keluar dari kawasan tersebut. 

Pendekatan ini disebutnya sebagai integrated tourism experience, yang bukan hanya menarik bagi wisatawan, tapi juga relevan bagi masyarakat kota yang mencari pelarian tanpa harus bepergian jauh.

“Kalau bicara tentang PIK, saya pikir bisa ya. Karena di sana begitu banyak beragam destinasi, bukan sekadar tempat berlibur. Dengan berbagai fasilitas dan atraksi, PIK punya potensi menjadi ikon gaya hidup urban,” jelas Taufan.

Lebih jauh, kawasan ini juga berhasil menangkap kebutuhan generasi muda akan ruang-ruang yang estetis dan dapat menunjang interaksi sosial. 

Desain arsitektur yang unik, sudut-sudut foto yang menarik, serta berbagai event yang dikemas kekinian menjadikan kawasan ini bukan hanya destinasi, tetapi bagian dari gaya hidup.

Tren urban lifestyle ini pun kata Taufan ke depannya diprediksi akan semakin menuntut kawasan-kawasan kota untuk menghadirkan pengalaman serupa. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Generasi Paylater: Saat Cicilan Jadi Gaya Hidup

Generasi Paylater: Saat Cicilan Jadi Gaya Hidup

Your Say | Jum'at, 16 Mei 2025 | 15:05 WIB

Uniqlo Fitfest 2025: Perpaduan Fashion dan Gaya Hidup Aktif yang Inspiratif

Uniqlo Fitfest 2025: Perpaduan Fashion dan Gaya Hidup Aktif yang Inspiratif

Lifestyle | Jum'at, 16 Mei 2025 | 11:22 WIB

Pendapatan Segmen Gaya Hidup Tumbuh 13 Persen di Kuartal I 2025, Sektor Ritel Pulih

Pendapatan Segmen Gaya Hidup Tumbuh 13 Persen di Kuartal I 2025, Sektor Ritel Pulih

Bisnis | Kamis, 15 Mei 2025 | 13:36 WIB

Terkini

Tangis Mahathir Mohamad Pecah di Pusara Siti Hasmah, Kenangan 70 Tahun Bersama Berakhir Pilu

Tangis Mahathir Mohamad Pecah di Pusara Siti Hasmah, Kenangan 70 Tahun Bersama Berakhir Pilu

News | Minggu, 04 Oktober 2026 | 20:00 WIB

Asap Karhutla Mengepung Palembang, Dokter Melihat Keluhan Pernapasan Makin Berat

Asap Karhutla Mengepung Palembang, Dokter Melihat Keluhan Pernapasan Makin Berat

Sumsel | Minggu, 04 Oktober 2026 | 19:55 WIB

Feng Shui Arah Rumah Berdasarkan Tanggal Lahir, Begini Cara Menghitungnya

Feng Shui Arah Rumah Berdasarkan Tanggal Lahir, Begini Cara Menghitungnya

Lifestyle | Minggu, 04 Oktober 2026 | 19:51 WIB

Lagu 'Bahagia Lagi' Mengingatkan bahwa Gagal Tak Berarti Kehilangan Harapan

Lagu 'Bahagia Lagi' Mengingatkan bahwa Gagal Tak Berarti Kehilangan Harapan

Your Say | Minggu, 04 Oktober 2026 | 19:50 WIB

4 Bedak Tabur Waterproof yang Tidak Mudah Luntur Saat Hujan

4 Bedak Tabur Waterproof yang Tidak Mudah Luntur Saat Hujan

Lifestyle | Minggu, 04 Oktober 2026 | 19:30 WIB

Rocky Gerung Jadi Wantimpres, Masihkah Ia Seorang Pengkritik Kekuasaan?

Rocky Gerung Jadi Wantimpres, Masihkah Ia Seorang Pengkritik Kekuasaan?

Your Say | Minggu, 04 Oktober 2026 | 19:15 WIB

6 Urutan Zodiak dari yang Paling Dewasa sampai Paling Childish Saat Pacaran

6 Urutan Zodiak dari yang Paling Dewasa sampai Paling Childish Saat Pacaran

Lifestyle | Minggu, 04 Oktober 2026 | 19:13 WIB

WiFi Publik Apakah Aman? Ini Cara Mengaktifkan Privasi Agar Tak Dipantau

WiFi Publik Apakah Aman? Ini Cara Mengaktifkan Privasi Agar Tak Dipantau

Tekno | Minggu, 04 Oktober 2026 | 19:13 WIB

Selat Hormuz Masih Panas, Harga Minyak Dunia Diprediksi Tembus US$100

Selat Hormuz Masih Panas, Harga Minyak Dunia Diprediksi Tembus US$100

Bisnis | Minggu, 04 Oktober 2026 | 19:00 WIB

Mati Mudanya Sebuah Tren: Ketika "Micro-Trends" Mengikis Identitas Diri

Mati Mudanya Sebuah Tren: Ketika "Micro-Trends" Mengikis Identitas Diri

Your Say | Minggu, 04 Oktober 2026 | 19:00 WIB

×