Suara.com - Ibadah haji merupakan salah satu rukun Islam yang wajib dilaksanakan oleh umat Muslim yang memenuhi syarat, utamanya adalah mampu secara finansial. Ratusan ribu jemaah asal Indonesia berangkat ke Tanah Suci untuk menunaikan ibadah haji tiap tahun.
Dalam upaya mendukung kelancaran ibadah haji, pemerintah Indonesia melalui Kementerian Agama dan berbagai instansi terkait menyediakan sejumlah layanan untuk jemaah haji. Lantas, apa saja yang termasuk dalam daftar layanan yang diterima jemaah haji RI selama di Arab Saudi? Simak daftar lengkapnya di sini.
Layanan khusus untuk ibadah haji ini dioptimalkan tiap tahun dengan tujuan agar jemaah dapat melaksanakan ibadah secara khusyuk, nyaman dan aman. Beberapa layanan disesuaikan dengan kebutuhan dan perkembangan kebutuhan jemaah. Adapun layanan itu termasuk akomodasi keberangkatan hingga pulang kembali. Ada pula layanan langsung di Arab Saudi untuk memastikan setiap jemaah terjaga kesehatannya.
Berikut ini adalah daftar layanan yang diterima jemaah haji RI selama di Arab Saudi, yang mencakup berbagai aspek. Layanan ini diberikan untuk memastikan kelancaran pelaksanaan ibadah haji, diharapkan seluruh jemaah yang melaksanakan haji bisa menjadi haji mabrur.
1. Layanan Akomodasi
Akomodasi adalah layanan penting utama untuk memastikan jemaah haji sehat, dapat beristirahat dengan nyaman, sehingga bisa melaksanakan ibadah secara khusuk. Pemerintah Indonesia dalam penyelenggaraan haji memastikan tempat tinggal jemaah haji selama di Makkah dan Madinah nyaman.
Kenyamanan itu dipastikan dalam bentuk penginapan berupa hotel atau pemondokan yang berlokasi dekat dengan Masjidil Haram di Makkah dan Masjid Nabawi di Madinah.
Hotel atau pemondokan yang dipilih memilih fasilitas standar seperti AC, tempat tidur, kamar mandi, dan layanan kebersihan rutin. Hal terpenting lainnya ialah penginapan tersebut memiliki layanan keamanan dan pengawasan selama 24 jam.
Pemerintah juga menyediakan akomodasi di Arafah, Muzdalifah, dan Mina selama fase puncak ibadah haji dengan sistem tenda yang sudah dilengkapi matras, pendingin ruangan, dan toilet portable.
Baca Juga: Lengkap! Dokumen Penting yang Dibutuhkan untuk Daftar Haji
2. Layanan Konsumsi
Layanan konsumsi disesuaikan dengan selera masyarakat Indonesia. Dikhawatirkan jika disajikan masakan khas Arab Saudi tidak sesuai dengan lidah masyarakat Indonesia, dan itu bisa mengganggu kesehatan mereka. Tidak hanya jenis makanan saja yang diperhatikan, tetapi ada proses pengawasan gizi dan kebersihan makanan. Proses ini dilaksanakan oleh tim khusus.
Proses ini dilakukan agar ibadah jemaah haji tidak terhalang oleh masalah yang disebabkan oleh makanan yang kurang sehat, menyebabkan diare, dan lain sebagainya. Distribusi makanan dilakukan oleh petugas hotel atau dapur katering resmi yang ditunjuk. Konsumsi diberikan tiga kali sehari.
3. Layanan Transportasi
Transportasi menjadi elemen vital dalam penyelenggaraan ibadah haji. Layanan transportasi yang diberikan kepada jemaah haji RI di Arab Saudi berupa bus khusus antar kota, seperti dari Madinah ke Makkah.
Tersedia juga shuttle bus dari hotel ke Masjidil Haram dan sebaliknya. Di Arafah, Muzdalifah, dan Mina, saat puncak haji, disediakan bus Armina. Semua kendaraan disiapkan dengan sistem zonasi dan dijadwalkan dengan ketat untuk menghindari penumpukan jemaah.
4. Layanan Kesehatan
Menjaga kesehatan jemaah adalah prioritas tinggi, mengingat mayoritas jemaah Indonesia adalah lansia. Untuk itu, pemerintah Indonesia menyediakan klinik kesehatan haji Indonesia di Makkah dan Madinah.
Ada pula tim dokter dan tenaga medis yang siaga selama 24 jam, ambulans yang disiagakan di berbagai titik strategis, serta obat-obatan gratis untuk jemaah yang memerlukan. Selain itu, sebelum keberangkatan, jemaah juga menjalani pemeriksaan kesehatan dan mendapat vaksinasi, termasuk meningitis dan influenza.
5. Layanan Bimbingan Ibadah
Agar ibadah haji berjalan sesuai tuntunan syariat, jemaah mendapat bimbingan ibadah dari pembimbing atau petugas ibadah yang disiapkan oleh Kementerian Agama. Bimbingan diberikan dalam bentuk manasik haji sebelum berangkat ke Arab Saudi, bimbingan harian selama di Makkah dan Madinah, serta konsultasi ibadah pribadi bagi jemaah yang memerlukan pendampingan khusus.
6. Layanan Perlindungan dan Pengawasan Jemaah
Kementerian Agama bekerja sama dengan berbagai pihak untuk melindungi jemaah dari tindak kejahatan, kehilangan barang, hingga potensi penipuan. Layanan perlindungan ini mencakup ada tim pelindung jemaah dan petugas keamanan di setiap sektor, sistem pelaporan kehilangan dan pendampingan hukum, serta koordinasi dengan pihak keamanan Arab Saudi bila terjadi insiden.
7. Layanan Informasi dan Komunikasi
Untuk memudahkan jemaah dalam mengakses informasi penting, disediakan berbagai saluran komunikasi. Ada posko dan pusat informasi di hotel maupun tempat strategis. Pemerintah juga sudah merilis aplikasi Haji Pintar dari Kemenag yang menyediakan update jadwal, lokasi, dan informasi penting lainnya. Ada pula tim media dan penyuluh yang menyampaikan informasi secara langsung di lapangan.
8. Layanan Khusus Lansia dan Disabilitas
Pemerintah menaruh perhatian besar pada jemaah lansia dan disabilitas. Layanan yang disediakan khusus untuk lansia dan disabilitas adalah kursi roda dan bantuan mobilitas lainnya. Ada petugas khusus pendamping lansia dan disabilitas. Dipastikan pula ada jalur dan tempat khusus yang ramah terhadap kelompok rentan ini.
9. Layanan Kargo dan Bagasi
Dalam layanan kargo dan bagasi, jemaah mendapat layanan pengelolaan bagasi baik saat keberangkatan maupun kepulangan. Pembagian kuota bagasi sesuai aturan maskapai. Berkaitan dengan pengiriman air zamzam, pengiriman dilaksanakan secara terpisah dengan sistem pengambilan di embarkasi. Jamaah juga mendapatkan edukasi tentang barang-barang yang boleh dan tidak boleh dibawa.
Demikian itu daftar layanan yang diterima jemaah haji RI selama di Arab Saudi. Semoga bermanfaat.
Kontributor : Mutaya Saroh