Alasan Orang Indonesia Suka Roti Isi Meses, Warisan Manis dari Belanda yang Tak Pernah Mati Gaya

Farah Nabilla

Senin, 26 Mei 2025 | 13:04 WIB
Alasan Orang Indonesia Suka Roti Isi Meses, Warisan Manis dari Belanda yang Tak Pernah Mati Gaya
Penampakan jajaran meses di roti tawar bikin takjub. [Twitter]

Suara.com - Roti tawar dengan olesan mentega lalu ditaburi meses sudah menjadi menu sarapan khas Indonesia yang simpel tapi membangkitkan nostalgia. Meski terkesan sederhana, sajian ini punya cerita panjang yang berakar dari sejarah kolonial dan budaya kuliner Belanda.

Di negara asalnya, sajian ini dikenal dengan nama hagelslag. Tradisi menaburkan butiran cokelat manis di atas roti ini ternyata bermula di Amsterdam pada awal abad ke-20.

Menurut laporan BBC Travel, hagelslag pertama kali diproduksi pada tahun 1919 oleh B.E. Dieperink dari perusahaan permen Venco. Awalnya, hagelslag bukan berbahan dasar cokelat, melainkan aneka gula warna-warni. Baru pada tahun 1951, varian cokelat mulai diproduksi dan langsung jadi favorit masyarakat Belanda.

Nama "hagelslag" sendiri dalam bahasa Belanda berarti "hujan es," merujuk pada bentuk butiran kecil yang menyerupai taburan es batu halus di atas roti. Untuk menyantapnya, warga Belanda biasa mengoleskan margarin atau mentega pada roti tawar, lalu menaburkan hagelslag di atasnya agar menempel sempurna.

Kebiasaan ini kemudian terbawa ke Indonesia selama masa penjajahan Belanda, dan bertahan hingga kini sebagai kebiasaan yang akrab di rumah tangga, warung roti, hingga kantin sekolah. Tapi di Indonesia, kita menyebutnya dengan nama yang lebih sederhana: meses.

Meses di Indonesia: Dari Sarapan Hingga Cemilan

Di Indonesia, meses bukan hanya dinikmati sebagai teman roti tawar. Produk ini juga jadi topping favorit untuk berbagai hidangan manis seperti martabak manis, donat, roti bakar, es krim, bahkan kue ulang tahun. Rasanya yang manis, bentuknya yang mungil, serta kemudahan penggunaannya menjadikan meses sebagai salah satu bahan paling fleksibel di dapur.

Tak heran kalau meses juga lekat dengan memori masa kecil. Generasi 90-an hingga kini mungkin masih ingat betapa menyenangkan membuka bekal sekolah berisi roti tawar isi mentega dan meses, yang meskipun meleleh terkena panas, tetap jadi camilan yang dinanti.

Rekomendasi Merek Meses yang Bisa Dicoba

baca juga

Di pasaran, meses tersedia dalam berbagai merek, rasa, dan kemasan. Berikut beberapa merek meses populer yang bisa kamu temukan dengan mudah di supermarket maupun toko online:

1. Ceres Classic Chocolate Sprinkles

Meses Ceres [Instagram/ceresmesesid]
Meses Ceres [Instagram/ceresmesesid]

Ini adalah salah satu merek meses tertua dan paling populer di Indonesia. Butiran cokelatnya lembut, rasanya manis pas, dan sangat cocok untuk roti tawar.

2. Gogo Meses

Meses Gogo atau Meses Dore
Meses Gogo atau Meses Dore

Meses lokal dengan harga lebih terjangkau namun tetap punya rasa manis dan tekstur yang memuaskan. Cocok untuk konsumsi harian dan topping camilan keluarga.

3. Meses Garuda

Meses Garuda
Meses Garuda

Merek ini menawarkan varian meses dengan kemasan besar dan harga ekonomis. Sangat cocok untuk usaha kuliner atau konsumsi dalam jumlah banyak.
Meses Warna-Warni (Mises Pelangi)

Kalau ingin tampilan yang lebih meriah, meses warna-warni ini cocok untuk topping kue, donat, atau dessert anak-anak.

4. Meses Repack Lokal

Banyak toko bahan kue menjual meses repack dengan harga lebih hemat, baik rasa cokelat maupun warna-warni. Pastikan memilih dari penjual tepercaya agar kualitas tetap terjamin.

Tradisi Manis yang Tetap Digemari

Di tengah menjamurnya menu sarapan kekinian seperti smoothie bowl, croissant isi, atau kopi susu literan, roti tawar dengan mentega dan meses tetap punya tempat tersendiri di hati masyarakat Indonesia.

Rasanya yang manis, cara penyajiannya yang mudah, serta nilai historisnya menjadikan menu ini lebih dari sekadar makanan: ia adalah simbol perpaduan budaya dan kenangan masa kecil.

Tak berlebihan jika meses bisa disebut sebagai "selai khas Indonesia". Meskipun berasal dari budaya Belanda, masyarakat Indonesia telah mengadopsi dan mengadaptasinya menjadi bagian dari tradisi kuliner yang khas dan terus hidup hingga kini.

Sudahkah kamu makan roti pakai meses hari ini?

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menelusuri Sejarah Ayam Goreng Widuran Solo yang Ternyata Non Halal

Menelusuri Sejarah Ayam Goreng Widuran Solo yang Ternyata Non Halal

Lifestyle | Minggu, 25 Mei 2025 | 17:56 WIB

Mengenang 27 Tahun Reformasi Lewat Aksi Kamisan ke-862

Mengenang 27 Tahun Reformasi Lewat Aksi Kamisan ke-862

Foto | Kamis, 22 Mei 2025 | 19:20 WIB

DPR Desak Rapat Bareng Fadli Zon, Perihal Penulisan Ulang Sejarah RI

DPR Desak Rapat Bareng Fadli Zon, Perihal Penulisan Ulang Sejarah RI

Video | Kamis, 22 Mei 2025 | 09:43 WIB

Terkini

Purbaya Dicopot Pas Lagi Rapat RAPBN, Akademisi UMY Soroti Etika dan Kepatutan Penguasa

Purbaya Dicopot Pas Lagi Rapat RAPBN, Akademisi UMY Soroti Etika dan Kepatutan Penguasa

Jogja | Rabu, 16 September 2026 | 16:16 WIB

Disimpan di Gudang Jakut, Penyelundupan Kacang Tanah 49,50 Ton Asal India Terbongkar

Disimpan di Gudang Jakut, Penyelundupan Kacang Tanah 49,50 Ton Asal India Terbongkar

News | Rabu, 16 September 2026 | 16:13 WIB

Sudah Sukses, Jangan Lupa! Alumni Penerima KIP Kuliah Diminta Balas Budi ke Adik Kelas

Sudah Sukses, Jangan Lupa! Alumni Penerima KIP Kuliah Diminta Balas Budi ke Adik Kelas

News | Rabu, 16 September 2026 | 16:12 WIB

Kedubes AS di Arab Saudi: Warga Amerika Jangan ke Perbatasan Yaman, Risiko Terorisme

Kedubes AS di Arab Saudi: Warga Amerika Jangan ke Perbatasan Yaman, Risiko Terorisme

News | Rabu, 16 September 2026 | 16:10 WIB

Kepergok Curi Sawit-Bacok Warga, Pria Ini Ditangkap saat Sembunyi Bersama Istri Siri

Kepergok Curi Sawit-Bacok Warga, Pria Ini Ditangkap saat Sembunyi Bersama Istri Siri

Sumut | Rabu, 16 September 2026 | 16:10 WIB

Peneliti Ubah Kotoran Sapi Menjadi Bahan Baku Lilin: Bagaimana Caranya?

Peneliti Ubah Kotoran Sapi Menjadi Bahan Baku Lilin: Bagaimana Caranya?

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 16:10 WIB

Prabowo: Kalau Tak Kuat Jadi Petugas Rakyat, Harus Minggir

Prabowo: Kalau Tak Kuat Jadi Petugas Rakyat, Harus Minggir

News | Rabu, 16 September 2026 | 16:09 WIB

Bisnis Waralaba RI Tembus Rp143 Triliun, Tumbuh 10-15% per Tahun

Bisnis Waralaba RI Tembus Rp143 Triliun, Tumbuh 10-15% per Tahun

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 16:06 WIB

Tas Multifungsi Jadi Andalan, Siluet Clean dengan Material Leather Kian Diminati

Tas Multifungsi Jadi Andalan, Siluet Clean dengan Material Leather Kian Diminati

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 16:05 WIB

Menjemput Rezeki dari Balik Layar Gadget hingga Ujung Canting, Kisah Difabel Bertahan Hidup di Jogja

Menjemput Rezeki dari Balik Layar Gadget hingga Ujung Canting, Kisah Difabel Bertahan Hidup di Jogja

Jogja | Rabu, 16 September 2026 | 16:04 WIB

×