Terobosan Hijau di Sirkuit: Mercedes W16 Jadi Pionir Material Berkelanjutan di Formula 1

M. Reza Sulaiman

Selasa, 27 Mei 2025 | 13:55 WIB
Terobosan Hijau di Sirkuit: Mercedes W16 Jadi Pionir Material Berkelanjutan di Formula 1
Mercedes-AMG Petronas F1 gunakan komposit serat karbon berkelanjutan. (Photo by Botond Dobozi/Pexels)

Suara.com - Mercedes-AMG Petronas Formula One Team akan mencetak sejarah baru dalam ajang balap mobil paling bergengsi di dunia, Formula 1. Mulai musim 2025, tim akan menggunakan komposit serat karbon berkelanjutan pada mobil balap terbaru mereka, W16.

Ini bukan hanya pencapaian teknis melainkan juga pernyataan komitmen berkelanjutan, bahwa performa tinggi tidak lagi harus mengorbankan keberlanjutan lingkungan.

Melansir laman ESG News, Selasa (27/5/2025), dengan serat karbon menyumbang sekitar 75% dari bobot mobil Formula 1, keputusan ini menjadi terobosan penting dalam upaya konservasi sumber daya dan pengurangan emisi karbon di sektor otomotif performa tinggi. Mercedes menjadi tim F1 pertama yang mengintegrasikan komposit berkelanjutan ini secara penuh.

Tantangan Kompleks, Solusi Kolaboratif

Komposit baru ini dikembangkan untuk mempertahankan performa yang dibutuhkan di lintasan balap, namun dengan dampak lingkungan yang jauh lebih kecil. Penggunaan bahan ramah lingkungan tersebut memungkinkan Mercedes mendekati target jangka panjang netral karbon mereka pada tahun 2040, sejalan dengan agenda global untuk menekan laju perubahan iklim.

Mengembangkan serat karbon berkelanjutan bukan perkara mudah. Komponen ini terdiri dari dua elemen utama: serat (60%) dan sistem resin (40%). Mercedes memimpin dua proyek kolaboratif dengan pemasok global untuk mengembangkan material alternatif yang memenuhi standar balap, tanpa mengorbankan keselamatan maupun ketahanan.

Dalam setiap komponennya, proyek ini melibatkan hingga delapan mitra pemasok. Seluruh material diuji secara ketat untuk memastikan kesesuaiannya dengan regulasi Fédération Internationale de l’Automobile (FIA), badan pengatur tertinggi Formula 1. Ini membuktikan bahwa inovasi berkelanjutan tidak berarti kompromi terhadap kualitas dan keamanan.

Menembus Batas Dunia Balap

Lebih dari sekadar digunakan di lintasan, teknologi ini juga memiliki potensi besar untuk diaplikasikan di luar dunia motorsport. Di sektor penerbangan, misalnya, material ringan namun kuat ini dapat mengurangi bobot pesawat dan meningkatkan efisiensi bahan bakar. Hal yang sama berlaku untuk penerbangan komersial dan industri tekstil teknis seperti peralatan olahraga.

baca juga

Mercedes secara terbuka menyatakan bahwa misi keberlanjutan mereka tidak terbatas pada citra atau kepatuhan terhadap regulasi. Menurut Alice Ashpitel, Head of Sustainability Mercedes F1, kepemimpinan harus dilandasi oleh inovasi.

"Upaya kami menunjukkan ambisi untuk menjadi salah satu tim olahraga global paling berkelanjutan di dunia," tegasnya.

Strategi Berkelanjutan di Semua Lini

Inisiatif serat karbon ini merupakan bagian dari strategi besar Mercedes-Benz Group dalam menerapkan prinsip ESG (Environmental, Social, and Governance) di seluruh rantai nilai bisnis mereka. Mulai dari penggunaan bahan baku daur ulang seperti baja dan aluminium rendah karbon, hingga target ambisius untuk mengoperasikan seluruh fasilitas produksi menggunakan 100% energi terbarukan pada tahun 2039.

“Kami percaya prinsip ESG bukan hanya dasar moral, tetapi juga fondasi penciptaan nilai jangka panjang,” tegas Ola Källenius, CEO Mercedes-Benz Group AG.

Langkah-langkah ini mencerminkan pendekatan holistik yang mengintegrasikan teknologi ramah lingkungan dengan tata kelola bisnis yang bertanggung jawab. Di tengah transisi global menuju industri rendah karbon, Mercedes memposisikan diri sebagai pelopor yang tidak hanya siap berubah, tetapi juga mendorong perubahan.

Keputusan Mercedes untuk memperkenalkan serat karbon berkelanjutan dalam kompetisi seketat Formula 1 menjadi sinyal harapan kuat bagi seluruh industri otomotif. Bahwa masa depan performa tinggi bisa sejalan dengan konservasi sumber daya alam. Bahwa inovasi tidak hanya soal kecepatan dan kecanggihan, tetapi juga ketahanan jangka panjang bagi planet ini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Lewat Program Mekaar, PNM Tegaskan Komitmen Wujudkan Keuangan Syariah Berkelanjutan

Lewat Program Mekaar, PNM Tegaskan Komitmen Wujudkan Keuangan Syariah Berkelanjutan

Bisnis | Sabtu, 24 Mei 2025 | 20:49 WIB

Dari Kurangi Jejak Karbon hingga Investasi Hijau: Ini Komitmen AIA untuk  Bisnis Berkelanjutan

Dari Kurangi Jejak Karbon hingga Investasi Hijau: Ini Komitmen AIA untuk Bisnis Berkelanjutan

News | Kamis, 22 Mei 2025 | 15:54 WIB

Konsorsium PHE, Petronas, dan SK earthon Resmi Teken Kontrak PSC Wilayah Kerja Binaiya

Konsorsium PHE, Petronas, dan SK earthon Resmi Teken Kontrak PSC Wilayah Kerja Binaiya

Bisnis | Kamis, 22 Mei 2025 | 14:40 WIB

Terkini

5 Retinol Serum untuk Usia 40 Tahun ke Atas, Atasi Kerutan dan Flek Hitam

5 Retinol Serum untuk Usia 40 Tahun ke Atas, Atasi Kerutan dan Flek Hitam

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 16:21 WIB

Mengungkap Asal-usul Teror Boneka Terkutuk dalam Film The Doll Ghawiah

Mengungkap Asal-usul Teror Boneka Terkutuk dalam Film The Doll Ghawiah

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 16:15 WIB

Viva Face Tonic Boleh Dipakai Umur Berapa? Simak Hal yang Perlu Diketahui

Viva Face Tonic Boleh Dipakai Umur Berapa? Simak Hal yang Perlu Diketahui

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 16:13 WIB

Karhutla Sumsel Berulang, 43 Perusahaan Pemegang Konsesi Didorong Pulihkan Gambut, Siapa Mengawasi?

Karhutla Sumsel Berulang, 43 Perusahaan Pemegang Konsesi Didorong Pulihkan Gambut, Siapa Mengawasi?

Sumsel | Minggu, 01 November 2026 | 16:12 WIB

Jejak Kontroversi Willie Salim: dari Rendang Hilang, Giveaway Settingan hingga Viral di Bundaran HI

Jejak Kontroversi Willie Salim: dari Rendang Hilang, Giveaway Settingan hingga Viral di Bundaran HI

Entertainment | Minggu, 01 November 2026 | 16:05 WIB

Super Gemas! 5 Lip Scrub Kemasan Jar Mungil untuk Bibir Halus dan Lembap

Super Gemas! 5 Lip Scrub Kemasan Jar Mungil untuk Bibir Halus dan Lembap

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 16:00 WIB

Kiky Saputri Ngenyek Rakyat Jelata dari Jet Pribadi Viral Lagi, Windah Basudara Serukan Rumbling

Kiky Saputri Ngenyek Rakyat Jelata dari Jet Pribadi Viral Lagi, Windah Basudara Serukan Rumbling

Entertainment | Minggu, 01 November 2026 | 16:00 WIB

Tak Semua Pasien Kanker Payudara Harus Jalani Mastektomi, Ada Pilihan Operasi Lain

Tak Semua Pasien Kanker Payudara Harus Jalani Mastektomi, Ada Pilihan Operasi Lain

Health | Minggu, 01 November 2026 | 15:57 WIB

Lautan Manusia Padati Monas, Dubes Palestina Terharu: Dukungan Rakyat Indonesia Sangat Luar Biasa!

Lautan Manusia Padati Monas, Dubes Palestina Terharu: Dukungan Rakyat Indonesia Sangat Luar Biasa!

News | Minggu, 01 November 2026 | 15:55 WIB

Liabilitas PANI Susut Rp2 Triliun di Kuartal III-2026, Laba Bersih Naik 145 Persen

Liabilitas PANI Susut Rp2 Triliun di Kuartal III-2026, Laba Bersih Naik 145 Persen

Bisnis | Minggu, 01 November 2026 | 15:45 WIB

×