Dari Kurangi Jejak Karbon hingga Investasi Hijau: Ini Komitmen AIA untuk Bisnis Berkelanjutan

Bimo Aria Fundrika

Kamis, 22 Mei 2025 | 15:54 WIB
Dari Kurangi Jejak Karbon hingga Investasi Hijau: Ini Komitmen AIA untuk  Bisnis Berkelanjutan
Ilustrasi ramah lingkungan (pixabay.com)

Suara.com - Perubahan iklim, krisis energi, dan tumpukan sampah yang terus meningkat menjadi tantangan besar yang dihadapi semua sektor, termasuk industri keuangan. Tanpa upaya serius, aktivitas bisnis akan terus menyumbang emisi dan limbah yang memperparah kondisi lingkungan.

Menanggapi tantangan ini, berbagai perusahaan mulai mengubah cara kerja dan investasinya agar lebih bertanggung jawab secara sosial dan lingkungan.

Salah satu perusahaan yang telah mengambil langkah nyata menuju bisnis berkelanjutan adalah PT AIA FINANCIAL (AIA). Komitmen tersebut tercermin dalam Laporan Keberlanjutan 2024, yang menyoroti upaya AIA dalam membantu masyarakat hidup Lebih Sehat, Lebih Lama, dan Lebih Baik. Laporan tersebut juga menunjukkan capaian AIA di lima pilar Strategi Keberlanjutan, yaitu Health & Wellness, Sustainable Investment, Sustainable Operation, People & Culture, serta Effective Governance.

“Sebagai bisnis jangka panjang, keberlanjutan bagi AIA adalah suatu keharusan. Lima pilar Strategi Keberlanjutan kami merupakan fondasi bagi kesuksesan jangka panjang kami, itulah sebabnya kami berkomitmen untuk terus mengambil tindakan nyata terhadap risiko iklim, mempromosikan kesehatan yang lebih baik di komunitas kami, dan mengintegrasikan prinsip keberlanjutan ke dalam investasi serta operasional kam," ujar Chief Marketing Officer AIA, Kathryn Parapak dalam keterangannya. 

Ramah lingkungan. (Dok: Elements Envanto)
Ramah lingkungan. (Dok: Elements Envanto)

Mereka memulai langkah konkret dengan mengurangi jejak karbon dari operasional perusahaan. Pada 2024, entitas ini berhasil mencatatkan penurunan emisi gas rumah kaca sebesar 28,73% serta pengurangan konsumsi energi hingga 30,38% dibandingkan baseline tahun 2019. Seluruh sampah dari gedung pusat operasional mereka, AIA Central, kini 100% dikelola lebih lanjut tanpa dikirim langsung ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Digitalisasi menjadi kunci efisiensi berkelanjutan, salah satunya melalui penerapan e-policy yang menggantikan dokumen fisik demi menekan penggunaan kertas.

Dalam hal investasi, perusahaan asuransi ini menerapkan prinsip keberlanjutan secara menyeluruh. Setiap aset dalam portofolio investasi asuransi tradisional telah dievaluasi menggunakan ESG Rating Scorecard internal.

Seluruh analis riset dan manajer portofolio diwajibkan memiliki sertifikasi Investasi LST dari CFA Institute. Pendekatan ini mencerminkan komitmen bahwa keberlanjutan tidak hanya menjadi tanggung jawab operasional, tetapi juga menjadi inti dari strategi investasi jangka panjang.

Di sisi sumber daya manusia, perusahaan juga membangun budaya kerja yang inklusif dan berkesadaran lingkungan. Saat ini, 55% dari seluruh karyawan adalah perempuan, dan 45% di antaranya menduduki posisi manajerial. Seluruh staf telah menyelesaikan pelatihan dasar ESG 101, memastikan bahwa keberlanjutan dipahami sebagai nilai bersama yang dijalankan di seluruh lini organisasi.

Pilar tata kelola yang efektif pun diperkuat. Pada 2024, institusi ini mencatat indeks kepuasan nasabah sebesar 93% dan nilai Net Promoter Score (NPS) mencapai 55—naik 7 basis poin dari tahun sebelumnya. Ini menunjukkan peningkatan kepercayaan publik terhadap layanan dan integritas korporasi.

baca juga

Perusahaan juga telah menerapkan Kode Etik yang mencakup kebijakan antikorupsi, antipencucian uang, dan kontra pendanaan terorisme, serta mengintegrasikan risiko perubahan iklim ke dalam kerangka kerja manajemen risiko perusahaan.

Sebagai bagian dari grup keuangan berskala Asia, unit operasional di Indonesia ini turut mendukung target ambisius untuk mencapai emisi nol bersih (net-zero) pada 2050, sejalan dengan standar Science Based Targets initiative (SBTi) yang telah divalidasi sejak 2023. Meski operasionalnya tidak menghasilkan emisi dalam skala besar, korporasi tetap mengambil tanggung jawab melalui pendekatan dekarbonisasi yang sistematis dan inovatif.

Sebagai anak perusahaan grup tersebut, inisiatif keberlanjutan unit bisnis di Indonesia juga turut mendukung komitmen yang ditetapkan oleh induk perusahaan. Sebagai perusahaan asuransi jiwa dan kesehatan pertama di Asia Pasifik yang memiliki target Science Based Targets initiative (SBTi) yang telah divalidasi pada tahun 2023, grup ini menegaskan komitmennya untuk mencapai emisi nol bersih (net-zero) pada 2050.

Meskipun kegiatan operasional mereka tidak secara langsung berkontribusi terhadap emisi karbon dalam skala besar, komitmen ini, yang pertama kali diumumkan pada Desember 2021, terus menjadi panduan utama dalam perjalanan dekarbonisasi korporasi tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

NTT Percepat Aksi Iklim Berkeadilan Lewat Kolaborasi: Mencari Solusi di Tengah Krisis

NTT Percepat Aksi Iklim Berkeadilan Lewat Kolaborasi: Mencari Solusi di Tengah Krisis

News | Kamis, 22 Mei 2025 | 11:36 WIB

Lebih dari Sekadar Kopi: Kisah di Balik Cangkir Omakafe dan Masa Depan Kopi Berkelanjutan

Lebih dari Sekadar Kopi: Kisah di Balik Cangkir Omakafe dan Masa Depan Kopi Berkelanjutan

Lifestyle | Rabu, 21 Mei 2025 | 21:37 WIB

Padang Lamun dan Lahan Gambut: Aset Indonesia untuk Menangkal Perubahan Iklim

Padang Lamun dan Lahan Gambut: Aset Indonesia untuk Menangkal Perubahan Iklim

News | Rabu, 21 Mei 2025 | 17:52 WIB

Terkini

The Walk Hadir di Serpong, Satukan Kuliner dan Beauty dalam Satu Destinasi Lifestyle

The Walk Hadir di Serpong, Satukan Kuliner dan Beauty dalam Satu Destinasi Lifestyle

Lifestyle | Kamis, 17 September 2026 | 02:04 WIB

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Bali | Rabu, 16 September 2026 | 23:24 WIB

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 23:11 WIB

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 23:10 WIB

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 23:00 WIB

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:55 WIB

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 22:49 WIB

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:41 WIB

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 22:39 WIB

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:31 WIB

×