Musim Panas Kian Panas, Saatnya Tingkatkan Kesiapsiagaan Iklim

M. Reza Sulaiman

Jum'at, 06 Juni 2025 | 15:20 WIB
Musim Panas Kian Panas, Saatnya Tingkatkan Kesiapsiagaan Iklim
Ilustrasi Kekeringan, musim kemarau (Freepik)

Suara.com - Musim panas di kawasan Eropa dan Asia diprediksi akan berlangsung lebih ekstrem dari biasanya. Di Spanyol, suhu udara diperkirakan melampaui normal sepanjang Juni hingga Agustus, bahkan mencapai lebih dari 40 derajat Celsius di beberapa wilayah seperti Sevilla dan Lleida pada akhir Mei lalu.

Meskipun musim semi tahun ini membawa curah hujan yang cukup, Badan Meteorologi Spanyol (Aemet) mengingatkan bahwa ancaman kekeringan belum usai. Pakar menjelaskan bahwa suhu tinggi dan meningkatnya penguapan dapat dengan cepat menguras cadangan air yang sempat pulih.

“Kita tidak boleh lengah,” ujar juru bicara Aemet, Ruben del Campo, melansir ANTARA, Jumat (6/6/2025).

Saat ini, kapasitas waduk di Spanyol berada pada tingkat 76 persen, menurut Kementerian Transisi Ekologi. Namun, dalam jangka panjang, fluktuasi curah hujan dan suhu ekstrem menjadi ancaman serius akibat perubahan iklim global.

Tahun 2024 tercatat sebagai tahun terpanas dalam sejarah, dengan suhu global rata-rata melampaui ambang batas 1,5 derajat Celsius yang ditetapkan dalam Perjanjian Paris.

Fenomena Global, Dampaknya Lokal

Indonesia tidak luput dari dampak pemanasan global ini. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan musim kemarau 2025 akan lebih panas dan kering dibanding tahun-tahun sebelumnya. Puncak kemarau diprediksi terjadi antara Juni hingga Agustus dengan intensitas yang lebih tinggi.

Ancaman cuaca ekstrem ini menuntut kesiapsiagaan, bukan hanya dari pemerintah, tetapi juga masyarakat secara individu. Berita buruk tentang krisis iklim memang penting, namun tidak cukup. Yang lebih penting adalah bagaimana kita bisa beradaptasi dan mengambil langkah-langkah mitigasi.

Lima Langkah Bijak Hadapi Musim Kemarau

baca juga

Sebagai bentuk respons konstruktif, berikut lima tindakan praktis yang dapat dilakukan masyarakat untuk menghadapi musim kemarau dan mengurangi dampak buruk dari cuaca ekstrem:

1. Hemat dan Kelola Air dengan Bijak

Menjaga cadangan air sebelum puncak kemarau menjadi prioritas utama. Isi penuh tangki air rumah dan periksa pipa untuk mencegah kebocoran. Gunakan air secara efisien, seperti dengan memasang keran hemat air, mematikan keran saat tidak digunakan, serta memanfaatkan air bekas wudu untuk menyiram tanaman. Penampungan air hujan juga dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan non-konsumsi.

2. Jaga Kesehatan dari Dehidrasi

Cuaca panas meningkatkan risiko dehidrasi dan heat stroke. Minumlah air putih minimal 3–4 liter per hari, konsumsi buah dan sayur yang kaya air, serta hindari minuman berkafein dan alkohol. Waspadai gejala dehidrasi seperti pusing, lemas, dan mulut kering.

3. Lindungi Diri dari Sinar Matahari

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kementan, KemenPU, Kemendagri Bersinergi Hadapi Kemarau: Jaga Produksi Lewat Irigasi - Pompanisasi

Kementan, KemenPU, Kemendagri Bersinergi Hadapi Kemarau: Jaga Produksi Lewat Irigasi - Pompanisasi

Bisnis | Rabu, 04 Juni 2025 | 16:10 WIB

Revolusi Energi Hijau: Panel Surya Juga Jadi Solusi Restorasi Lahan Kering

Revolusi Energi Hijau: Panel Surya Juga Jadi Solusi Restorasi Lahan Kering

News | Selasa, 03 Juni 2025 | 14:28 WIB

Liburan Makin Seru, Intip Koleksi Musim Panas 2025 untuk Anak yang Bikin Gemas!

Liburan Makin Seru, Intip Koleksi Musim Panas 2025 untuk Anak yang Bikin Gemas!

Lifestyle | Jum'at, 30 Mei 2025 | 07:44 WIB

Terkini

Konvoi Usai Menang Futsal Berujung Petaka, 9 Pelajar Diamankan Polisi di Solo

Konvoi Usai Menang Futsal Berujung Petaka, 9 Pelajar Diamankan Polisi di Solo

Jawa Tengah | Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:13 WIB

Polresta Cirebon Sita 6.964 Butir Obat Keras Ilegal, Tiga Pengedar Ditangkap

Polresta Cirebon Sita 6.964 Butir Obat Keras Ilegal, Tiga Pengedar Ditangkap

Jabar | Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:07 WIB

Kolaborasi Kampus dan Industri Dinilai Penting untuk Bangun Kota Berkelanjutan

Kolaborasi Kampus dan Industri Dinilai Penting untuk Bangun Kota Berkelanjutan

Jabar | Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:03 WIB

Mahasiswa Tersangka Tabrak Lari di Bandung Mengemudi dalam Kondisi Mabuk

Mahasiswa Tersangka Tabrak Lari di Bandung Mengemudi dalam Kondisi Mabuk

Jabar | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:58 WIB

Kasus Hafalan Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Sound Project Dilimpahkan ke Polda Metro Jaya

Kasus Hafalan Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Sound Project Dilimpahkan ke Polda Metro Jaya

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:50 WIB

Pelaku Pemerkosaan dan Pembunuhan di Tangerang Beraksi Saat Mabuk, Pintu Rumah Korban Tak Terkunci

Pelaku Pemerkosaan dan Pembunuhan di Tangerang Beraksi Saat Mabuk, Pintu Rumah Korban Tak Terkunci

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:44 WIB

Donald Trump Ingin 3 Periode, Bakal Tabrak Konstitusi AS?

Donald Trump Ingin 3 Periode, Bakal Tabrak Konstitusi AS?

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:43 WIB

Tak Ditemukan Tanda Kekerasan, Penyebab Kematian Sutrimo Masih Misteri

Tak Ditemukan Tanda Kekerasan, Penyebab Kematian Sutrimo Masih Misteri

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:35 WIB

Bencana Karhutla Bukan Soal Tak Mampu, Masalahnya Ada di Komitmen

Bencana Karhutla Bukan Soal Tak Mampu, Masalahnya Ada di Komitmen

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:33 WIB

Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing

Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:28 WIB

×