Unik, Mengangkat Warisan Budaya dan Kearifan Lokal Lewat Kejuaraan Domino Nasional

Vania Rossa

Rabu, 02 Juli 2025 | 11:13 WIB
Unik, Mengangkat Warisan Budaya dan Kearifan Lokal Lewat Kejuaraan Domino Nasional
Ilustrasi domino. (Freepik)

Suara.com - Siapa bilang permainan tradisional tak bisa naik kelas? Kejuaraan Domino Nasional membuktikan sebaliknya.

Lebih dari sekadar kompetisi, ajang ini menjadi ruang bagi masyarakat untuk merayakan sekaligus melestarikan warisan budaya dan kearifan lokal yang melekat dalam permainan domino.

Dengan semangat sportivitas dan kekeluargaan, kejuaraan ini bukan hanya seru ditonton, tapi juga menyentuh akar tradisi yang makin jarang diangkat ke panggung nasional.

Diselenggrakan pada tanggal 4 hingga 6 Juli 2025 mendatang, Indonesia akan mencatat tonggak sejarah penting dalam dunia olahraga, di mana sebuah Kejuaraan Domino tingkat nasional akan resmi digelar.

Turnamen profesional ini diselenggarakan oleh PORDI (Persatuan Olahraga Domino Indonesia) dan Higgs Games Island (HGI), menjadi pencapaian besar dalam hal skala kompetisi, partisipasi masyarakat, dan keterlibatan tamu kehormatan.

Acara ini layak disebut sebagai tonggak penting dalam perkembangan olahraga intelektual di tanah air.

Kejuaraan ini diselenggarakan secara nasional dengan sistem yang tertata dan sesuai dengan standar regulasi, mencerminkan kapasitas penyelenggara dalam hal profesionalisme dan manajemen yang sistematis.

Bukan sekadar pertandingan, kompetisi ini simbol kebangkitan olahraga berbasis intelektual yang berakar pada tradisi budaya bangsa.

Domino bukan hanya permainan strategi dan logika, tapi juga warisan budaya yang telah diturunkan dari generasi ke generasi dan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat.

baca juga
Kejuaraan Domino Nasional. (dok. PORDI)
Kejuaraan Domino Nasional. (dok. PORDI)

Dalam pelaksanaan acara, PORDI dan HGI tidak hanya berperan sebagai penyelenggara, tetapi juga sebagai pelopor dalam membangun ekosistem olahraga intelektual berbasis kearifan lokal.

Selama ini, HGI aktif mendorong pengembangan domino baik secara digital maupun tradisional, serta memiliki visi jangka panjang untuk menjadikan domino sebagai media pembentukan logika dan karakter bagi seluruh masyarakat.

Finn, Project Leader dari HGI, mengatakan "Kami ingin mendorong pengembangan olahraga intelektual lokal yang berakar dari budaya Indonesia, salah satunya adalah domino yang merupakan bagian dari warisan budaya bangsa dan selayaknya mendapat tempat dalam panggung olahraga nasional."

Kejuaraan ini juga menjadi momentum penting untuk mengangkat domino ke ranah olahraga profesional.

Permainan yang Tetap Relevan di Tengah Modernisasi

Di tengah gempuran teknologi dan tren hiburan digital, siapa sangka permainan domino masih bertahan dan bahkan terus dimainkan lintas generasi. 

Lebih dari sekadar tradisi turun-temurun, domino kini menjadi simbol kebersamaan yang merekatkan hubungan antarindividu, baik di kota maupun desa. 

Permainan ini tidak hanya mengasah strategi dan kecermatan, tetapi juga menyimpan nilai-nilai sosial yang kental—dari gotong royong hingga solidaritas komunitas. 

Lewat kompetisi ini, domino membuktikan bahwa budaya lokal tak harus ditinggalkan, justru bisa hidup berdampingan dengan modernitas.

Ya, permainan ini tak lagi hanya identik dengan warung kopi, halaman rumah, atau simpang jalan di desa, tapi kini diangkat sebagai cabang olahraga kecerdasan yang dihormati.

Dengan profesionalisasi berkelanjutan, di masa depan diharapkan muncul atlet nasional, sistem liga resmi, bahkan kemungkinan berkompetisi di tingkat internasional sebagai perwakilan Indonesia dalam ajang olahraga intelektual dunia.

Dengan pendekatan yang inklusif, kolaboratif, dan adaptif terhadap perkembangan zaman, domino membuktikan bahwa warisan budaya bisa terus hidup dan bahkan tumbuh semakin kuat di tengah era modern. 

Dan siapa tahu, suatu hari nanti, domino bisa berdiri sejajar dengan catur, bridge, atau bahkan e-sport, sebagai olahraga kecerdasan yang diakui di tingkat internasional.

Pada akhirnya, kejuaraan ini adalah tentang identitas budaya dan kebanggaan nasional. Sebuah simbol budaya rakyat yang kini tampil dalam sorotan acara nasional, dengan semangat kolaborasi, pemikiran cerdas, dan rasa bangga sebagai bangsa Indonesia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Lebih dari Sekadar Tradisi, Permainan Domino Tetap Relevan di Tengah Modernisasi

Lebih dari Sekadar Tradisi, Permainan Domino Tetap Relevan di Tengah Modernisasi

Lifestyle | Jum'at, 27 Juni 2025 | 12:47 WIB

Akar Lokal untuk Krisis Global: Bisa Apa Desa terhadap Perubahan Iklim?

Akar Lokal untuk Krisis Global: Bisa Apa Desa terhadap Perubahan Iklim?

Your Say | Rabu, 11 Juni 2025 | 20:01 WIB

Dari Kearifan Lokal hingga Gerakan Global: Inilah Politik Bumi yang Bisa Selamatkan Kita!

Dari Kearifan Lokal hingga Gerakan Global: Inilah Politik Bumi yang Bisa Selamatkan Kita!

Your Say | Selasa, 03 Juni 2025 | 10:32 WIB

Terkini

BRI Bersama Pegadaian Bangun Ekosistem Emas dari Hulu Hingga Hilir

BRI Bersama Pegadaian Bangun Ekosistem Emas dari Hulu Hingga Hilir

Jakarta | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 10:54 WIB

Siswi di Pamekasan Melahirkan Bayi Tak Bernyawa, Pelaku Ayah Kandung Sendiri

Siswi di Pamekasan Melahirkan Bayi Tak Bernyawa, Pelaku Ayah Kandung Sendiri

Jatim | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 10:51 WIB

Semangat Kemerdekaan dalam Balutan Songket, Sarinah dan Buttonscarves Hadirkan Koleksi Bermakna

Semangat Kemerdekaan dalam Balutan Songket, Sarinah dan Buttonscarves Hadirkan Koleksi Bermakna

Lifestyle | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 10:50 WIB

BRI Siap Perkuat Ekosistem Bank Emas Indonesia Bersama Pegadaian

BRI Siap Perkuat Ekosistem Bank Emas Indonesia Bersama Pegadaian

Riau | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 10:49 WIB

Tampang Sangar Harga Murah, Motor TVS Raider Edisi Dokter Doom Resmi Mengaspal

Tampang Sangar Harga Murah, Motor TVS Raider Edisi Dokter Doom Resmi Mengaspal

Otomotif | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 10:49 WIB

Iran Sindir Utang AS Bengkak saat Donald Trump Ancam Sanksi Ekonomi ke Teheran: Pengalihan Isu!

Iran Sindir Utang AS Bengkak saat Donald Trump Ancam Sanksi Ekonomi ke Teheran: Pengalihan Isu!

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 10:49 WIB

Kelolaan Emas BRI Group Capai 153 Ton, Perkuat Ekosistem Nasional dan Selaras Pidato Presiden RI

Kelolaan Emas BRI Group Capai 153 Ton, Perkuat Ekosistem Nasional dan Selaras Pidato Presiden RI

Kaltim | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 10:45 WIB

5 Perbedaan Rice Cooker dan Magic Com, Mana yang Paling Worth It Dibeli?

5 Perbedaan Rice Cooker dan Magic Com, Mana yang Paling Worth It Dibeli?

Lifestyle | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 10:40 WIB

BRI dan Holding UMi Dorong Emas Jadi Instrumen Penguatan Ekonomi

BRI dan Holding UMi Dorong Emas Jadi Instrumen Penguatan Ekonomi

Sumsel | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 10:40 WIB

Pemerintah Klaim Proyek Motor Listrik Nasional Bisa Hemat Subsidi BBM Rp 82,2 Triliun

Pemerintah Klaim Proyek Motor Listrik Nasional Bisa Hemat Subsidi BBM Rp 82,2 Triliun

Bisnis | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 10:39 WIB

×