8 Fakta Bulu Baria, Gunung Terbersih di Sulawesi: Punya Fenomena Awan Terjun!

Husna Rahmayunita, Dini Afrianti Efendi

Selasa, 15 Juli 2025 | 16:14 WIB
8 Fakta Bulu Baria, Gunung Terbersih di Sulawesi: Punya Fenomena Awan Terjun!
Pemandangan Gunung Bulu Baria di Sulawesi (Dok.Eiger)

Suara.com - Jika Pulau Jawa punya Gunung Kembang yang diklaim sebagai gunung terbersih, maka Pulau Sulawesi punya Gunung Bulu Baria dengan julukan serupa. Memang apa saja sih keistimewaannya?

Gunung Bulu Baria adalah salah satu gunung di Sulawesi Selatan yang punya ketinggian 2.730 meter di atas permukaan laut (MDPL). Gunung yang terletak di Desa Manimbahoi, Kec. Parigi, Gowa ini mulai menerapkan konsep Zero Waste Mountain yang menuntut pendaki ikut bertanggung jawab terhadap ketertiban dan kebersihan gunung ini jika ingin menikmati keindahannya.

Apalagi menurut Pengelola Basecamp Gunung Bulu Baria, Mustain, gunung ini memiliki pemandangan indah yang tidak boleh dilewatkan pendaki di area camp pos 2.

Beberapa data menunjukkan di area ini memiliki pemandangan matahari terbit atau sunrise dan langit malam bertabur bintang. Sehingga keindahan pemandangan ini hanya bisa didapat oleh pendaki bertanggung jawab terhadap lingkungan.

"Spot terbaik camp area pos 2 dan sepanjang jalur dari pos 9 sampai puncak," ujar Mustain kepada Suara.com beberapa waktu lalu.

Puncak Gulung Bulu Baria di Sulawesi (Dok. Eiger)
Puncak Gulung Bulu Baria di Sulawesi (Dok. Eiger)

Jadi, yuk kita simak 8 fakta menarik Gunung Bulu Baria diklaim sebagai gunung terbersih di Sulawesi:

1. Gunung bebas sampah

Julukan Bulu Baria sebagai gunung bebas sampah ini bukanlah klaim sepihak dari pengelola, melainkan datang langsung dari para pendaki. Ini karena mulai dari pos registrasi pendaki akan diperiksa oleh pihak pengelola yang mencatat barang bawaan yang berpotensi jadi sampah.

"Yang bilang gunung terbersih di Sulawesi adalah pengunjung itu sendiri. Kita pengelola hanya mencatat dan memastikan yang berpotensi jadi sampah itu wajib dibawa pulang kembali oleh pengunjung," jelas Mustain.

baca juga

Mustain yang diterbangkan langsung EIGER dari basecamp Bulu Baria ke panggung utama Indofest 2025 di Jakarta ini bercerita, aturan ini dituliskan secara gamblang dan disampaikan kepada para pendaki. Tujuannya agar Bulu Baria tetap bersih dan bebas sehingga alamnya lebih terjaga, serta para pendaki merasa nyaman.

2. Makanan dipindah ke wadah khusus

Sudah jadi hal lumrah jika pendaki kerap membawa persediaan makan menggunakan kemasan sekali pakai. Mulai dari mi instan, air mineral, hingga produk pembersih. Berbagai perbekalan ini nantinya harus dipindah ke wadah yang bisa dipakai berulang kali, atau jika tidak memungkinkan barang tersebut harus dibawa turun kembali ke basecamp registrasi.

Menariknya fasilitas wadah khusus ini sudah disediakan pihak pengelola yang bisa dimanfaatkan pendaki.

"Perbekalan bisa dipindahkan ke wadah, kami sudah menyiapkan wadahnya, bisa digunakan oleh para pendaki sebagai fasilitas," papar Mustain.

3. Sanksi pendaki melanggar

Pos Registrasi Gunung Bulu Baria di Sulawesi. (Dok.Eiger)
Pos Registrasi Gunung Bulu Baria di Sulawesi. (Dok.Eiger)

Aturan ini bukan sekadar formalitas belaka, karena ada sanksi bila pendaki kedapatan melanggar termasuk jika meninggalkan sampah di Bulu Baria. Contohnya barang yang seharusnya menjadi sampah tidak dibawa pulang kembali, mereka akan dikenakan denda hingga sanksi harus kembali mengambil sampah tersebut.

"Terkait sanksi pendaki yang meninggalkan sampah di Bulu Baria itu dikasih 2 pilihan yaitu mengambil kembali sampah yang ditinggalkan di kawasan Bulu Baria atau dikenakan denda, denda tersebut kita gunakan sebagai operasional untuk mencari sampah yang tertinggal," jelasnya.

4. Periode pendakian ditutup

Menurut Mustain, selaiknya manusia yang membutuhkan istirahat untuk kembali pulih maka begitu juga dengan gunung seperti Bulu Baria. Sehingga pendakian Bulu Baria dipastikan tutup pada Januari hingga Maret setiap tahunnya untuk merawat ekosistem.

"Bulu Baria akan ditutup di Januari hingga Maret saat puncak musim hujan. Untuk perawatan ekosistem, dan mengembalikan kondisi alamnya, kini Bulu Baria dikenal sebagai gunung bebas sampah di Sulawesi," kata Mustain.

5. Terapkan program kolaborasi

Keberlangsungan Bulu Baria sebagai gunung terbersih di Sulawesi tidak sembarang dilakukan, EIGER Adventure yang pertama kali memperkenalkan Zero Waste Mountain turut ambil peran agar lingkungan gunung yang memiliki 9 pos pendakian ini. Tidak main-main, brand outdoor asli Indonesia ini secara khusus membangun pos registrasi check point untuk para pendaki.

Di pos registrasi inilah pengelola basecamp bisa nyaman mengecek logistik dan kesiapan pendaki, sehingga aturan tetap ditegakkan. Termasuk fasilitas toilet di pos registrasi sehingga pendaki lebih nyaman, serta meningkatkan kualitas eco wisata di Bulu Baria ini.

"Tidak hanya itu, EIGER pun membantu menyiapkan wadah makanan yang bisa digunakan berkali-kali, untuk memindahkan dan menyimpan perbekalan pendaki yang berpotensi menimbulkan sampah plastik, juga mengirimkan perlengkapan pendakian seperti sleeping bag, matras, peralatan untuk evakuasi, handy talky dan beberapa peralatan," cerita Mustain.

6. Sampah jadi paving block

Tidak hanya dikumpulkan, sampah-sampah plastik diproses menjadi bahan bangunan seperti ecobrick dan paving block. Ini adalah contoh nyata bagaimana konsep zero waste dijalankan hingga ke tahap akhir.

"Kemudian yang sudah jadi sampah kami olah menjadi ecobrick dan paving block," timpal Mustain.

7. Bisa didaki pemula dengan syarat

Meski punya ketinggian nyaris 3.000 MDPL, ternyata Mustain memastikan gunung ini ramah bagi pemula. Ini karena jalur yang dilalui tidak terlalu teknikal, sehingga cocok untuk pendaki pemula yang sudah mempersiapkan stamina dan fisiknya.

"Di Bulu Baria bisa didaki oleh pemula tetapi harus ada latihan fisik dan mental, karena di Bulu Baria kita melewati 9 pos yang estimasi setiap posnya memakan waktu 40 hingga 60 menit," jelasnya.

8. Fenomena awan terjun spektakuler

Jika sudah melihat sederet fakta ini, Mustain juga mengingatkan ada waktu terbaik untuk mendaki Bulu Baria yaitu periode Juli hingga September. Ini karena pada waktu tersebut, akan ada fenomena awan terjun yang sebaiknya tidak dilewatkan.

Jika kamu datang pada bulan Juli hingga September, kamu bisa menyaksikan pemandangan awan mengalir seperti air terjun di jalur menuju puncak. Fenomena ini menjadi daya tarik tersendiri dan sangat digemari pendaki.

"Di Bulu Baria kita bisa lihat awan terjun yang bisa kita jumpai di kisaran bulan 7,8,9 (Juli, Agustus, September)," pungkas Mustain.

Awan terjun adalah fenomena awan seperti air terjun yang mengalir menuruni lereng gunung. Kondisi ini terjadi karena adanya arus udara yang naik.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Aktivitas Sesar Poso Picu Gempa M5.0 di Sulawesi Tengah, BMKG Minta Warga Tetap Tenang

Aktivitas Sesar Poso Picu Gempa M5.0 di Sulawesi Tengah, BMKG Minta Warga Tetap Tenang

News | Senin, 14 Juli 2025 | 21:56 WIB

Viral Orang-orang Berjubah Putih di Puncak Gunung Lawu, Benarkah Aliran Kepercayaan?

Viral Orang-orang Berjubah Putih di Puncak Gunung Lawu, Benarkah Aliran Kepercayaan?

News | Senin, 14 Juli 2025 | 16:59 WIB

Viral Sekelompok Orang Berbaju Putih Mirip Tawaf di Gunung Lawu, Begini Keterangan Perhutani

Viral Sekelompok Orang Berbaju Putih Mirip Tawaf di Gunung Lawu, Begini Keterangan Perhutani

News | Senin, 14 Juli 2025 | 16:49 WIB

Terkini

Catat Tanggalnya! PLAVE Siap Comeback dengan Mini Album Baru, HYPERDRIVE

Catat Tanggalnya! PLAVE Siap Comeback dengan Mini Album Baru, HYPERDRIVE

Your Say | Minggu, 20 September 2026 | 13:50 WIB

Gudang Biji Plastik Ludes Terbakar, Truk Ikut Hangus dan Api Nyaris Merambat

Gudang Biji Plastik Ludes Terbakar, Truk Ikut Hangus dan Api Nyaris Merambat

News | Minggu, 20 September 2026 | 13:44 WIB

Profil KH Hasan Abdullah Sahal yang Berani Pidato Singgung Cari Muka Depan Prabowo Subianto

Profil KH Hasan Abdullah Sahal yang Berani Pidato Singgung Cari Muka Depan Prabowo Subianto

News | Minggu, 20 September 2026 | 13:44 WIB

8 Cara Menata Kamar Kos Sempit Tanpa Mengecat Tembok Menurut Feng Shui

8 Cara Menata Kamar Kos Sempit Tanpa Mengecat Tembok Menurut Feng Shui

Lifestyle | Minggu, 20 September 2026 | 13:35 WIB

Menang Beruntun! Barcelona Tundukkan Sevilla 3-1 dan Tuntaskan Tujuh Laga

Menang Beruntun! Barcelona Tundukkan Sevilla 3-1 dan Tuntaskan Tujuh Laga

Your Say | Minggu, 20 September 2026 | 13:30 WIB

ULTJ Resmi Caplok Frisian Flag Rp14,56 Triliun

ULTJ Resmi Caplok Frisian Flag Rp14,56 Triliun

Bisnis | Minggu, 20 September 2026 | 13:26 WIB

Ada Bukti Kirim di Apartemen Jakbar, Begini Alur Terlacaknya Selebgram Jule Sebelum Diciduk

Ada Bukti Kirim di Apartemen Jakbar, Begini Alur Terlacaknya Selebgram Jule Sebelum Diciduk

News | Minggu, 20 September 2026 | 13:20 WIB

Apakah Layak Beli? Cek Harga iPhone 16 Terbaru September 2026

Apakah Layak Beli? Cek Harga iPhone 16 Terbaru September 2026

Tekno | Minggu, 20 September 2026 | 13:17 WIB

Hubner-Romeny Bawa Fortuna Sittard Menang, Nathan Tjoe-A-On Terpuruk di Dasar Klasemen

Hubner-Romeny Bawa Fortuna Sittard Menang, Nathan Tjoe-A-On Terpuruk di Dasar Klasemen

Bola | Minggu, 20 September 2026 | 13:14 WIB

Jargas Gresik dan Sidoarjo Siap Beroperasi, BPH Migas Kebut Penetapan Harga

Jargas Gresik dan Sidoarjo Siap Beroperasi, BPH Migas Kebut Penetapan Harga

Bisnis | Minggu, 20 September 2026 | 13:10 WIB

×