Wisata Medis Meningkat, Tapi Urusan Bayar Rumah Sakit Masih Jadi PR

Vania Rossa

Selasa, 22 Juli 2025 | 12:03 WIB
Wisata Medis Meningkat, Tapi Urusan Bayar Rumah Sakit Masih Jadi PR
Ilustrasi wisata medis. (Freepik)

Suara.com - Berobat ke luar negeri makin umum dilakukan warga Indonesia. Malaysia jadi salah satu tujuan favorit — bukan hanya karena jaraknya dekat, tapi juga karena kualitas layanan kesehatan yang dianggap lebih baik dan efisien di beberapa bidang.

Namun, di balik semua kemudahan dan harapan untuk sembuh, ada satu persoalan teknis yang sering luput dari perhatian: cara membayar tagihan rumah sakit di luar negeri.

Tren Wisata Medis dari Indonesia Terus Naik

Menurut data dari Malaysia Healthcare Travel Council (MHTC), lebih dari 60% pasien asing yang menjalani pengobatan di Malaysia setiap tahunnya berasal dari Indonesia.

Alasannya beragam — mulai dari mencari second opinion, layanan yang lebih cepat, atau teknologi medis yang dianggap lebih maju.

Sementara itu, berdasarkan laporan dari Research and Markets, nilai remitansi atau pengiriman uang keluar dari Indonesia diperkirakan mencapai USD 5,02 miliar pada tahun 2024, naik 4,4% dari tahun sebelumnya.

Angka ini mencerminkan bahwa mobilitas orang Indonesia ke luar negeri—baik untuk pendidikan, pekerjaan, maupun kesehatan—semakin meningkat.

Namun di tengah tren positif ini, masih ada masalah yang belum sepenuhnya teratasi: pembayaran lintas negara yang praktis, cepat, dan terjangkau.

Ketika Pembayaran Jadi Beban Tambahan

baca juga

Banyak keluarga yang akhirnya menghadapi dilema baru ketika anggota keluarganya harus dirawat di luar negeri. Di satu sisi, mereka ingin segera fokus pada proses penyembuhan. Di sisi lain, mereka harus mengurus berbagai aspek administratif seperti pembayaran rumah sakit—yang sering kali rumit dan mahal.

Beberapa tantangan yang umum ditemui antara lain:

  • Tidak memiliki kartu kredit internasional untuk membayar langsung ke rumah sakit.
  • Transfer bank antarnegara yang makan waktu dan kena biaya tinggi.
  • Nilai tukar mata uang asing yang fluktuatif dan bisa merugikan.
  • Risiko salah transfer atau kendala teknis saat mengirim dana ke luar negeri.

Bagi keluarga pasien, hal-hal seperti ini bisa menambah beban mental di tengah situasi yang sudah penuh tekanan.

Melihat permasalahan tersebut, muncul berbagai solusi digital yang mempermudah pembayaran lintas negara.

Ilustrasi bayar rumah sakit. (dok. Flip)
Ilustrasi bayar rumah sakit. (dok. Flip)

Salah satu contoh adalah Flip Globe, fitur dari platform keuangan Flip yang memungkinkan pengguna melakukan pengiriman uang ke lebih dari 60 negara, termasuk membayar tagihan rumah sakit di Malaysia langsung dari rekening bank Indonesia, dalam Rupiah, tanpa perlu kartu kredit.

Fitur ini telah terintegrasi dengan lebih dari 50 rumah sakit di Malaysia, termasuk beberapa tujuan populer seperti Island Hospital dan Genesis IVF Penang.

Prosesnya cukup sederhana: pengguna hanya perlu membuka aplikasi Flip, memilih rumah sakit tujuan, lalu melakukan pembayaran seperti transfer biasa. Dalam hitungan menit, dana sudah diterima oleh rumah sakit yang dituju.

Selain lebih praktis, biaya transaksinya juga lebih rendah dibanding metode tradisional. Bahkan untuk transaksi pertama, Flip Globe memberikan layanan secara gratis.

Inovasi seperti ini bukan hanya soal efisiensi teknis, tapi juga memberi ketenangan pikiran bagi pasien dan keluarga—terutama dalam kondisi genting yang menuntut semuanya serba cepat dan tepat.

Lebih dari Sekadar Teknologi

Namun pada dasarnya, isu ini bukan hanya soal teknologi. Ini tentang pengalaman pasien. Ketika seseorang harus berobat ke luar negeri, mereka berharap bisa menjalani proses penyembuhan tanpa terlalu banyak urusan administratif. Pembayaran yang mudah dan transparan adalah bagian penting dari itu.

Langkah Flip dan penyedia fintech lainnya dalam menyederhanakan urusan pembayaran ini bisa dibilang menjadi bagian dari ekosistem wisata medis yang ideal—yang tidak hanya memikirkan layanan medis, tapi juga aspek pendukung seperti logistik, akomodasi, dan tentu saja, finansial.

Dengan makin terbukanya akses pengobatan di luar negeri, masyarakat Indonesia juga butuh sistem pendukung yang meringankan beban mereka. Urusan membayar rumah sakit seharusnya tidak lagi jadi kendala tambahan. Karena pada akhirnya, kesehatan—apalagi dalam kondisi kritis—harus jadi prioritas utama, bukan beban administratif.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dukung Rumah Sakit Asing Dibangun di Indonesia, DPR: Daripada ke Penang

Dukung Rumah Sakit Asing Dibangun di Indonesia, DPR: Daripada ke Penang

News | Senin, 21 Juli 2025 | 20:23 WIB

Siapkah Indonesia Hadapi RS Asing? Dokter Ini Ungkap Strategi Jitu Rumah Sakit Lokal!

Siapkah Indonesia Hadapi RS Asing? Dokter Ini Ungkap Strategi Jitu Rumah Sakit Lokal!

Health | Sabtu, 19 Juli 2025 | 12:57 WIB

Viral Pasien Tak Makan 3 Hari di RS Cirebon, Buka Fakta Baru Soal BPJS dan Kelalaian Keluarga

Viral Pasien Tak Makan 3 Hari di RS Cirebon, Buka Fakta Baru Soal BPJS dan Kelalaian Keluarga

News | Kamis, 17 Juli 2025 | 19:20 WIB

Terkini

Sumur Minyak Rakyat Belum Jadi PAD, Blora Desak BPE Lebih Agresif Cari Investor

Sumur Minyak Rakyat Belum Jadi PAD, Blora Desak BPE Lebih Agresif Cari Investor

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 16:35 WIB

Bolehkah Langsung Menyalakan AC saat Listrik Baru Hidup Kembali?

Bolehkah Langsung Menyalakan AC saat Listrik Baru Hidup Kembali?

Lifestyle | Sabtu, 19 September 2026 | 16:33 WIB

Ulasan Culture Shock: Perjalanan Riko Menghadapi Dunia Baru di Jakarta

Ulasan Culture Shock: Perjalanan Riko Menghadapi Dunia Baru di Jakarta

Your Say | Sabtu, 19 September 2026 | 16:30 WIB

Pameran Otomotif ACC Carnival Medan Tawarkan Skema Kredit Ringan Hingga Tukar Tambah

Pameran Otomotif ACC Carnival Medan Tawarkan Skema Kredit Ringan Hingga Tukar Tambah

Otomotif | Sabtu, 19 September 2026 | 16:28 WIB

Punya Uang Bisa Bayar Buzzer, Prabowo: Jangan Percaya Antek-antek Asing dan yang Ada di Medsos

Punya Uang Bisa Bayar Buzzer, Prabowo: Jangan Percaya Antek-antek Asing dan yang Ada di Medsos

News | Sabtu, 19 September 2026 | 16:27 WIB

Investor China Bidik Deli Serdang, Industri Daur Ulang Bisa Serap 10.000 Tenaga Kerja

Investor China Bidik Deli Serdang, Industri Daur Ulang Bisa Serap 10.000 Tenaga Kerja

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 16:25 WIB

Review Runner: Aksi Simpel tapi Menghibur Banget, Keren!

Review Runner: Aksi Simpel tapi Menghibur Banget, Keren!

Your Say | Sabtu, 19 September 2026 | 16:15 WIB

Ulasan Do Do Sol Sol La La Sol: Tentang Harapan yang Tumbuh dari Kehilangan

Ulasan Do Do Sol Sol La La Sol: Tentang Harapan yang Tumbuh dari Kehilangan

Your Say | Sabtu, 19 September 2026 | 16:10 WIB

Anime The Fable Season 2 Tayang Januari 2027, Yamaoka Arc Resmi Diadaptasi

Anime The Fable Season 2 Tayang Januari 2027, Yamaoka Arc Resmi Diadaptasi

Your Say | Sabtu, 19 September 2026 | 16:00 WIB

Road to HKBP 165 Padel Series di Medan, Effendi Simbolon: Ajang Sportivitas-Silaturahmi Masyarakat

Road to HKBP 165 Padel Series di Medan, Effendi Simbolon: Ajang Sportivitas-Silaturahmi Masyarakat

Sumut | Sabtu, 19 September 2026 | 15:50 WIB

×