Mengapa Penyu Raja Ampat Harus Dilindungi, Bagaimana Caranya?

Bimo Aria Fundrika

Selasa, 22 Juli 2025 | 14:18 WIB
Mengapa Penyu Raja Ampat Harus Dilindungi, Bagaimana Caranya?
ilustrasi penyu di laut di Raja Ampat. (Photo by Brady Knoll/Pexels)

Suara.com - Penyu adalah spesies kunci dalam menjaga keseimbangan ekosistem laut. Namun populasinya terus terancam oleh aktivitas manusia dan perubahan iklim. Untuk menjawab tantangan ini, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menjalin kemitraan strategis dengan Yayasan Penyu Papua (YPP), difokuskan pada kawasan konservasi di Raja Ampat dan Waigeo Barat, Papua Barat Daya.

“Ini sejalan dengan visi pengelolaan laut yang sehat dan produktif,” kata Koswara, Direktur Jenderal Pengelolaan Kelautan KKP, Senin (Jakarta).

Kerja sama ini menjadi bentuk nyata kolaborasi pemerintah dengan organisasi lokal, guna memperkuat konservasi berbasis wilayah. Perjanjian Kemitraan ini ditandatangani di Kantor YPP, Raja Ampat, dan berlaku selama tiga tahun, dengan evaluasi berkala untuk menjamin akuntabilitas.

Ilustrasi penyu laut (Pexels/Pixabay)
Ilustrasi penyu laut (Pexels/Pixabay)

Kegiatan yang dijalankan mencakup pemantauan populasi penyu dan habitatnya, perlindungan ekosistem laut, edukasi lingkungan, serta pemberdayaan masyarakat. Dengan tingkat keanekaragaman hayati yang sangat tinggi, wilayah Raja Ampat menjadi lokasi penting bagi program pelestarian ini.

“Penyu merupakan spesies kunci dalam ekosistem laut. Kemitraan ini sangat penting untuk memastikan langkah konservasi kita berbasis ilmu pengetahuan dan melibatkan masyarakat sebagai garda depan pelestarian,” ujar Sarmintohadi, Direktur Konservasi Spesies dan Genetik Ditjen Pengelolaan Kelautan KKP.

Kepala BKKPN Kupang Imam Fauzi menyebut kemitraan ini membuka peluang lebih luas untuk pengumpulan data dan kerja sama jangka panjang.

“Walau penyu belum menjadi target utama konservasi kami, upaya ini penting sebagai langkah awal untuk mendapatkan data valid tentang populasi dan genetika penyu. Ini juga membuka peluang kerja sama lanjutan dengan mitra pendukung seperti Blue Abadi Fund,” katanya.

Sementara itu, Ketua YPP Ferdiel Ballamu menilai kolaborasi ini sebagai bentuk pengakuan atas kerja YPP selama ini, serta momentum untuk memperkuat dampak ke masyarakat.

Pihaknya berharap program ini membawa manfaat konkret, tak hanya bagi spesies yang dilindungi, tapi juga warga lokal yang selama ini hidup berdampingan dengan laut.

Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menegaskan pentingnya melibatkan masyarakat dalam pengelolaan kawasan konservasi secara berkelanjutan, demi perlindungan spesies laut prioritas.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Puan Langsung Lempar Pujian ke Prabowo saat Buka Masa Sidang DPR, Begini Katanya

Puan Langsung Lempar Pujian ke Prabowo saat Buka Masa Sidang DPR, Begini Katanya

News | Selasa, 24 Juni 2025 | 12:11 WIB

Tambang di Raja Ampat: Ketika Pengecualian Jadi Jalan Resmi

Tambang di Raja Ampat: Ketika Pengecualian Jadi Jalan Resmi

Your Say | Senin, 23 Juni 2025 | 17:57 WIB

Gus Ulil Dikritik YouTuber soal "Wahabi Lingkungan": Benarkah Penolakan Tambang Hanya soal Agama?

Gus Ulil Dikritik YouTuber soal "Wahabi Lingkungan": Benarkah Penolakan Tambang Hanya soal Agama?

Video | Minggu, 22 Juni 2025 | 06:05 WIB

Terkini

Jelang Balapan, Para Pembalap MotoGP Cek Lintasan Mandalika

Jelang Balapan, Para Pembalap MotoGP Cek Lintasan Mandalika

Foto | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 08:00 WIB

Menperin Minta Penerapan SNI Dievaluasi, Biar Tak Jadi Beban Industri Ekspor

Menperin Minta Penerapan SNI Dievaluasi, Biar Tak Jadi Beban Industri Ekspor

Bisnis | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 07:59 WIB

Selama Ini Petani Cuma Kebagian Ampas, Gubernur Lampung Rombak Rantai Pasok Kakao Rp150 T

Selama Ini Petani Cuma Kebagian Ampas, Gubernur Lampung Rombak Rantai Pasok Kakao Rp150 T

Lampung | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 07:50 WIB

Merck Perkuat Bisnis Obat Resep di Tengah Berakhirnya Kontrak dengan P&G

Merck Perkuat Bisnis Obat Resep di Tengah Berakhirnya Kontrak dengan P&G

Bisnis | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 07:46 WIB

388 Warga Terdampak! Kebakaran di Kramat Pulo Senen Hanguskan 83 Rumah Tinggal

388 Warga Terdampak! Kebakaran di Kramat Pulo Senen Hanguskan 83 Rumah Tinggal

News | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 07:45 WIB

Skandal Maladministrasi Terendus: Bechi Batal Bebas, Dijebloskan Lagi ke Penjara

Skandal Maladministrasi Terendus: Bechi Batal Bebas, Dijebloskan Lagi ke Penjara

Malang | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 07:30 WIB

2 Cara Pakai Sabun Muka Bubuk Anua untuk Cerahkan Kulit Wajah dan Hempas Jerawat

2 Cara Pakai Sabun Muka Bubuk Anua untuk Cerahkan Kulit Wajah dan Hempas Jerawat

Lifestyle | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 07:29 WIB

Jelang Pengumuman MSCI, OJK Pastikan Pembekuan Saham Indonesia Bakal Terbatas

Jelang Pengumuman MSCI, OJK Pastikan Pembekuan Saham Indonesia Bakal Terbatas

Bisnis | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 07:21 WIB

Perbedaan Toner, Essence, dan Serum, Ini Urutan Pemakaian yang Benar agar Wajah Glowing

Perbedaan Toner, Essence, dan Serum, Ini Urutan Pemakaian yang Benar agar Wajah Glowing

Lifestyle | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 07:09 WIB

Menperin Sarmuji Targetkan Kontribusi Industri ke PDB Tembus 25 Persen

Menperin Sarmuji Targetkan Kontribusi Industri ke PDB Tembus 25 Persen

Bisnis | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 07:05 WIB

×