Menguak Asal Sound Horeg: Benarkah Ciptaan Sosok Thomas Alva Edisound Horeg?

Nur Khotimah

Sabtu, 26 Juli 2025 | 17:33 WIB
Menguak Asal Sound Horeg: Benarkah Ciptaan Sosok Thomas Alva Edisound Horeg?
ilustrasi sound horeg tengah menjadi sorotan. (Google AI Studio)

Suara.com - Kehadiran sound horeg di tengah-tengah masyarakat mengundang polemik sekaligus rasa ingin tahu yang besar dari publik.

Fenomena beradu sound system yang berkembang di tengah masyarakat tersebut menuai pro dan kontra lantaran dinilai mengganggu.

Kendati dilanda banyak kontroversi, sound horeg juga melahirkan segudang pertanyaan besar.

Banyak yang bertanya-tanya terkait dari mana asal sound horeg sebenarnya.

Ada asumsi liar yang beredar bahwa sound horeg dirintis oleh sosok bernama Thomas Alva Edisound Horeg.

Publik yang awam dengan sound horeg akhirnya kadung membenarkan asumsi tersebut.

Lantas, bagaimana asal muasal sound horeg

Sound Horeg dari Mana? Benarkah Buatan Thomas Alva Edisound?

Memed Potensio alias Thomas Ava Edi Sound Horeg (Facebook Karnaval Sound)
Memed Potensio alias Thomas Ava Edi Sound Horeg (Facebook Karnaval Sound)

Nama Thomas Alva Edisound Horeg akhirnya ramai di media sosial dan digadang-gadang sebagai pencipta sound horeg.

Nama tersebut muncul seiring viralnya seorang operator sound berbadan tambun dengan rambut dicat pirang.

baca juga

Sosok operator sound tersebut tampak dengan lihai mengendalikan sound system yang ia bawa sambil mengatur kualitas suara menggunakan alat yang ia bawa.

Gayanya yang kalem dan seakan-akan menahan kantuk juga ikut menarik perhatian.

Publik sontak memberikan julukan pada si operator dengan nama Thomas Alva Edisound Horeg.

Adapun nama aslinya adalah Memed Potensio. Memed merupakan seorang warga dari Jawa Timur.

Nama Memed bukanlah sosok pencetus sound horeg, namun seorang praktisi dan operator sound system yang kini ikut diundang dalam berbagai festival horeg untuk mengendalikan audio.

Nama "Thomas Alva Edisound" juga merupakan guyonan sekaligus pelesetan dari Thomas Alva Edison, seorang ilmuwan kondang dari Amerika Serikat penemu lampu pijar..

Sound Horeg Ada sebelum Memed Viral: Diyakini Muncul di Tahun 2014

Berdasarkan beberapa sumber lokal dari masyarakat Jawa Timur dan penelitian dari tim Allya Salsa Bilatul Kh, sound horeg sudah ada sejak satu dekade yang lalu.

Pawai sound system sudah ada di Jawa Timur sejak tahun 2014.

Kala itu, berbagai penyedia jasa sound system berlomba-lomba untuk memamerkan teknologi tercanggih yang mereka miliki.

Berbagai pihak memamerkan sound system yang mereka miliki melalui berbagai pawai.

Pawai-pawai tersebut umumnya hanya terbatas pada pawai Idul Fitri dan Idul Adha.

Volume atau skala dari sound system yang digunakan kala itu juga tak ekstrem seperti sekarang dan masih relatif dapat ditolerir oleh masyarakat lokal.

Pawai sound system juga awalnya terbatas pada beberapa daerah di Jawa Timur seperti Banyuwangi, Sidoarjo, Malang, hingga beberapa area di Surabaya.

Namun lambat laun, muncul istilah sound horeg pada tahun 2020-an. Para pegiat sound system akhirnya mulai meningkatkan skala alat yang mereka pakai dalam pawai.

Bahkan, hasil dari sound yang dipakai menimbulkan dampak seperti kerusakan rumah dan bangunan sekitar.

Uniknya, istilah horeg diambil dari kata dalam bahasa Jawa yang berarti 'gempa', sebagaimana yang dijelaskan dalam Kamus Bahasa Jawa-Indonesia (KBJI) oleh Kemendikbud.

Istilah horeg yang berarti gempa dipakai untuk mencerminkan dampak sound system yang dipakai sekarang.

Dampak dari sound horeg akhirnya menuai kontroversi. 

Tim media dari Universitas Muhammadiyah Surakarta melansir bahwa beberapa ahli seperti dokter spesialis telinga, hidung, dan tenggorokan (THT), dr. Arne Laksmiasanti., Sp.THT-KL telah mewanti-wanti batas volume suara yang bisa ditolerir telinga manusia.

Berdasarkan penelitian yang disajikan, hasil dari sound horeg ternyata memberikan dampak yang besar bagi pendengaran masyarakat sekitar.

Kontributor : Armand Ilham

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Larang Sound Horeg saat HUT RI, Polisi Kutip Fatwa MUI: Menyimpang Ajaran Islam dan Meresahkan!

Larang Sound Horeg saat HUT RI, Polisi Kutip Fatwa MUI: Menyimpang Ajaran Islam dan Meresahkan!

News | Sabtu, 26 Juli 2025 | 15:58 WIB

Bass Perontok Genteng, Sound Horeg Berasal dari Mana dan Siapa Penemu Pertamanya?

Bass Perontok Genteng, Sound Horeg Berasal dari Mana dan Siapa Penemu Pertamanya?

Lifestyle | Sabtu, 26 Juli 2025 | 14:55 WIB

Horeg Artinya Apa? Ini Makna Menurut Kamus Jawa Resmi, Ternyata Bukan Bahasa Gaul

Horeg Artinya Apa? Ini Makna Menurut Kamus Jawa Resmi, Ternyata Bukan Bahasa Gaul

Lifestyle | Sabtu, 26 Juli 2025 | 12:57 WIB

Terkini

Jangan Anggap Sepele Nyeri Pinggang Mendadak, Bisa Jadi Tanda Batu Saluran Kemih

Jangan Anggap Sepele Nyeri Pinggang Mendadak, Bisa Jadi Tanda Batu Saluran Kemih

Health | Sabtu, 25 Juli 2026 | 23:54 WIB

Motul Perluas Jangkauan di Jawa Barat,  Dorong Pertumbuhan Ekosistem Otomotif Nasional

Motul Perluas Jangkauan di Jawa Barat, Dorong Pertumbuhan Ekosistem Otomotif Nasional

Otomotif | Sabtu, 25 Juli 2026 | 23:50 WIB

Igor Tolic Beberkan Faktor X yang Bikin Persib Hajar Arema di Piala Presiden 2026

Igor Tolic Beberkan Faktor X yang Bikin Persib Hajar Arema di Piala Presiden 2026

Bola | Sabtu, 25 Juli 2026 | 23:42 WIB

Naik Kereta untuk Liburan? Jangan Lupa Siapkan Antisipasi Jika Jadwal Berubah

Naik Kereta untuk Liburan? Jangan Lupa Siapkan Antisipasi Jika Jadwal Berubah

Lifestyle | Sabtu, 25 Juli 2026 | 23:34 WIB

Febrie Adriansyah Ditahan di Rutan KPK, Koalisi Sipil Desak Pengusutan Tuntas Tanpa Intervensi

Febrie Adriansyah Ditahan di Rutan KPK, Koalisi Sipil Desak Pengusutan Tuntas Tanpa Intervensi

News | Sabtu, 25 Juli 2026 | 23:31 WIB

MAXI Yamaha Day Jabar 2026 Pikat Komunitas dengan Budaya dan Alam Kuningan

MAXI Yamaha Day Jabar 2026 Pikat Komunitas dengan Budaya dan Alam Kuningan

Otomotif | Sabtu, 25 Juli 2026 | 23:07 WIB

Gap antara Kampus dan Industri Masih Lebar, Mahasiswa Bisa Rugi Kalau Tak Bersiap

Gap antara Kampus dan Industri Masih Lebar, Mahasiswa Bisa Rugi Kalau Tak Bersiap

Lifestyle | Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:38 WIB

Hanya Gara-gara Colokan Kabel, Bisnis MUA di Tuban Kebakaran Rugi Rp400 Juta

Hanya Gara-gara Colokan Kabel, Bisnis MUA di Tuban Kebakaran Rugi Rp400 Juta

Jatim | Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:30 WIB

Tangis Ayah untuk NH, Dugaan Perundungan yang Berulang, Bocah Kelas 3 SD Meninggal

Tangis Ayah untuk NH, Dugaan Perundungan yang Berulang, Bocah Kelas 3 SD Meninggal

Sumbar | Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:24 WIB

Gunung Anak Krakatau Erupsi Dua Kali: Abu Hitam Pekat Selimuti Langit Selat Sunda

Gunung Anak Krakatau Erupsi Dua Kali: Abu Hitam Pekat Selimuti Langit Selat Sunda

Lampung | Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:19 WIB

×