Lestarikan Budaya Lewat Kuliner, Sarirasa Hadirkan Cerita di Setiap Sajian

Vania Rossa

Sabtu, 02 Agustus 2025 | 14:53 WIB
Lestarikan Budaya Lewat Kuliner, Sarirasa Hadirkan Cerita di Setiap Sajian
Sarirasa Hadirkan Cerita di Setiap Sajian. (Dok. Sarirasa)

Suara.com - Tahun ini, Sarirasa Group genap berusia 51 tahun. Bukan sekadar angka, usia matang ini menandai perjalanan panjang sebuah grup kuliner yang tak hanya menghadirkan kelezatan, tapi juga membawa misi besar: melestarikan budaya Indonesia dan menjaga kelestarian lingkungan.

Lewat brand-brand ikonik seperti Sate Khas Senayan, TeSaTe, Gopek House, TeKoTe, hingga Sate House Senayan, Sarirasa telah menjadi bagian dari cerita kuliner banyak orang. Tapi lebih dari itu, Sarirasa ingin setiap sajian yang hadir di meja pelanggan punya makna—bukan cuma soal rasa, tapi juga nilai-nilai budaya yang melekat di baliknya.

Sarirasa Origin: Menyisipkan Tradisi dalam Pengalaman Bersantap

Sejak 2019, Sarirasa meluncurkan Sarirasa Origin, sebuah inisiatif budaya yang bertujuan menghadirkan elemen tradisi ke dalam ruang makan modern. Karena makanan, menurut Sarirasa, tidak datang sendirian. Ia membawa kisah, filosofi, dan identitas yang layak untuk diceritakan.

Melalui kolaborasi dengan seniman, pengrajin, dan komunitas budaya, Sarirasa Origin telah mempreservasi ribuan kain tradisional dari berbagai daerah, ratusan wayang, lukisan kaca, hingga koleksi buku langka. Tak hanya disimpan, sebagian koleksi ini dipamerkan langsung di restoran, memperkaya pengalaman visual saat bersantap.

Salah satu kolaborasi menarik adalah peluncuran Komik Riwayat Pandawa (versi Indonesia) dan Pandawa Story (versi Inggris) di tahun ke-50 Sarirasa. Karya ini menjadi bagian dari usaha Sarirasa dalam membumikan cerita wayang dengan cara yang lebih modern dan mudah dipahami generasi sekarang.

Sarirasa Tanamula: Cinta Budaya yang Sejalan dengan Cinta Lingkungan

Selain fokus pada budaya, Sarirasa juga punya misi lingkungan lewat program Sarirasa Tanamula. Gerakan ini menyasar pengelolaan sampah yang lebih ramah lingkungan, dari dapur hingga ke meja makan.

Dengan pendekatan sirkular, Sarirasa mampu mengelola hingga 90% sampah operasionalnya secara mandiri—mulai dari makanan sisa yang dijadikan pakan maggot hingga tusuk sate bekas yang disulap jadi dekorasi meja dan tatakan gelas. Bahkan, mereka sudah mengganti kemasan plastik dengan bahan biodegradable seperti singkong dan bioplastik.

baca juga

Sarirasa juga aktif menggandeng berbagai pihak seperti komunitas seni, peternakan maggot, dan kreator lokal seperti Boolet, untuk terus memperkaya inovasi keberlanjutan yang dilakukan.

Menyatukan Rasa, Warna, dan Nilai

Yang membedakan Sarirasa dari restoran pada umumnya adalah caranya menyatukan cita rasa, estetika visual, dan nilai budaya dalam satu pengalaman. Di restoran TeKoTe, misalnya, tamu bisa menikmati jamu sambil melihat tatakan gelas dari tusuk sate daur ulang. Di Sate House Senayan Canggu, sajian disuguhkan di atas alas dari kain tenun Bali, lengkap dengan dekorasi dari sisa kain perca hasil kolaborasi dengan Pithecanthropus.

Sarirasa juga membawa misi ini ke luar negeri. Di Belanda, meja makan di Sate House Senayan dibuat dari 24.000 tusuk sate daur ulang—simbol komitmen pada keberlanjutan dan penghargaan terhadap tradisi.

Kuliner sebagai Gerbang Cerita

Perayaan ulang tahun ke-51 ini menjadi momentum reflektif bagi Sarirasa Group. Di usia yang makin dewasa, mereka ingin dikenang bukan hanya sebagai pelopor kuliner Nusantara, tapi juga sebagai penjaga nilai-nilai lokal dan agen perubahan positif.

"Restoran bagi kami bukan cuma tempat makan. Tapi ruang untuk mengenal Indonesia, menyatu dengan budayanya, dan ikut menjaga lingkungannya," ujar Benny Hadisurjo, CEO Sarirasa Group sekaligus penggagas utama program Sarirasa Origin.

Melalui Sarirasa Origin dan Sarirasa Tanamula, grup ini membuktikan bahwa makanan bisa jadi medium edukasi, pelestarian budaya, sekaligus langkah konkret menuju masa depan yang lebih hijau dan bermakna.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Warung Suroboyo, Pelepas Rindu Lalapan Jawa Timuran di Tanah Sunda

Warung Suroboyo, Pelepas Rindu Lalapan Jawa Timuran di Tanah Sunda

Your Say | Kamis, 31 Juli 2025 | 11:19 WIB

Menikmati Menu di Lesehan Selera Malam Jambi, Sambalnya Bikin Nagih

Menikmati Menu di Lesehan Selera Malam Jambi, Sambalnya Bikin Nagih

Your Say | Rabu, 30 Juli 2025 | 16:29 WIB

Resep Mie Pedas Ala Restoran, Praktis, Enak,  Cocok untuk Camilan di Rumah

Resep Mie Pedas Ala Restoran, Praktis, Enak, Cocok untuk Camilan di Rumah

Lifestyle | Senin, 28 Juli 2025 | 16:27 WIB

Terkini

5 Cara Merawat Smartwatch Setelah Dipakai Berenang di Laut agar Tidak Korosi

5 Cara Merawat Smartwatch Setelah Dipakai Berenang di Laut agar Tidak Korosi

Tekno | Jum'at, 25 September 2026 | 09:15 WIB

Bikin Ruang Lebih Berkarakter, Ini Cara Memilih Warna Keramik Motif Mozaik

Bikin Ruang Lebih Berkarakter, Ini Cara Memilih Warna Keramik Motif Mozaik

Lifestyle | Jum'at, 25 September 2026 | 09:02 WIB

Dari Sampah Jadi Listrik, PSEL Keramasan Mulai Uji Pembakaran

Dari Sampah Jadi Listrik, PSEL Keramasan Mulai Uji Pembakaran

Foto | Jum'at, 25 September 2026 | 09:00 WIB

Bitcoin Dijual Massal Investor,  JPMorgan Ungkap Titik Kritis

Bitcoin Dijual Massal Investor, JPMorgan Ungkap Titik Kritis

Bisnis | Jum'at, 25 September 2026 | 08:50 WIB

Kebakaran Gudang HT di Setiabudi: Hampir 100 Damkar Dikerahkan, Kerugian Capai Rp1 Miliar!

Kebakaran Gudang HT di Setiabudi: Hampir 100 Damkar Dikerahkan, Kerugian Capai Rp1 Miliar!

News | Jum'at, 25 September 2026 | 08:35 WIB

Dua Hari Hilang Tanpa Alas Kaki, Nenek 62 Tahun Ditemukan Tak Bernyawa di Tegalan Sumenep

Dua Hari Hilang Tanpa Alas Kaki, Nenek 62 Tahun Ditemukan Tak Bernyawa di Tegalan Sumenep

Jatim | Jum'at, 25 September 2026 | 08:34 WIB

Stok Pangan Ada, Harga Masih Tinggi: DPR Soroti Cabai Tembus Rp95 Ribu

Stok Pangan Ada, Harga Masih Tinggi: DPR Soroti Cabai Tembus Rp95 Ribu

Bisnis | Jum'at, 25 September 2026 | 08:30 WIB

Tanaman Hias Indoor Pembawa Hoki di Rumah Sesuai Shio, Dipercaya Bawa Kemakmuran

Tanaman Hias Indoor Pembawa Hoki di Rumah Sesuai Shio, Dipercaya Bawa Kemakmuran

Lifestyle | Jum'at, 25 September 2026 | 08:30 WIB

Bukan Bikin Rileks, Ini 3 Dampak Mematikan Etomidate pada Paru-paru dan Otak

Bukan Bikin Rileks, Ini 3 Dampak Mematikan Etomidate pada Paru-paru dan Otak

Your Say | Jum'at, 25 September 2026 | 08:25 WIB

Pembayaran Digital Makin Tinggi, Anak Muda Minta Uang THR Lewat QRIS

Pembayaran Digital Makin Tinggi, Anak Muda Minta Uang THR Lewat QRIS

Bisnis | Jum'at, 25 September 2026 | 08:21 WIB

×