Apa Arti Menjadi Indonesia? LIFEs 2025 Ajak Menyelaminya Lewat Sastra dan Seni

Bimo Aria Fundrika

Sabtu, 02 Agustus 2025 | 16:22 WIB
Apa Arti Menjadi Indonesia? LIFEs 2025 Ajak Menyelaminya Lewat Sastra dan Seni
Literature and Ideas Festival (LIFEs). (Dok. Komunitas Salihara/Witjak Widhi Cahya)

Suara.com - Di tengah krisis identitas yang dirasakan banyak orang muda Indonesia, antara warisan sejarah, tekanan globalisasi, dan ketimpangan sosial, pertanyaan "apa artinya menjadi Indonesia?" makin relevan dan mendesak.

Bukan hanya soal nasionalisme, tetapi juga bagaimana kita memaknai keberagaman, komunitas, dan suara-suara yang terpinggirkan.

Literature and Ideas Festival (LIFEs) 2025, yang digelar oleh Komunitas Salihara Arts Center di Jakarta Selatan, menjadikan pertanyaan itu sebagai inti dari tema tahun ini: “Menjadi Indonesia”.

Festival sastra dua tahunan ini berlangsung pada 8–16 Agustus 2025, dengan program yang tersebar di berbagai titik di Jakarta, dan Komunitas Salihara sebagai pusat kegiatan.

Direktur LIFEs dan Kurator Sastra Komunitas Salihara, Ayu Utami, mengatakan bahwa festival ini ingin menjadi ruang bersama untuk merenungkan kembali makna kebangsaan melalui seni dan gagasan.

 Literature and Ideas Festival (LIFEs). (Dok. Komunitas Salihara/Witjak Widhi Cahya)
Literature and Ideas Festival (LIFEs). (Dok. Komunitas Salihara/Witjak Widhi Cahya)

“LIFEs ingin lebih dari sekadar ngobrol-ngobrol kecil. Kami ingin menawarkan kedalaman dan proses berkarya bersama,” ujarnya.

Festival ini menghadirkan beragam program yang tidak hanya bersifat pertunjukan, tetapi juga bentuk interaksi kolektif. Salah satunya adalah “Rumah dengan Selembar Tikar”, teater arsip berbasis naskah BPUPKI yang dikembangkan dari dua tahun pembacaan publik atas dokumen-dokumen kemerdekaan Indonesia.

Naskah-naskah ini juga akan dihidupkan kembali melalui pameran interaktif yang memungkinkan pengunjung memilih dan membaca teks secara langsung.

Eksperimen lintas disiplin juga menjadi kekuatan LIFEs. Program seperti “Urban Raga”, yang memadukan koreografi dan kata, hingga penulisan esai biografis Menjadi Indonesia, memberi ruang bagi ekspresi personal maupun kolektif tentang pengalaman berbangsa.

baca juga

Tahun ini, LIFEs hadir dengan rangkaian yang lebih panjang, meliputi pra-festival (2–3 Agustus), festival utama (8–16 Agustus), hingga pasca-festival (22–23 Agustus). Selama periode ini, pengunjung dapat mengikuti lebih dari 20 program yang melibatkan lebih dari 35 penampil, dari diskusi sastra dan politik, pertunjukan musik dan teater, hingga lokakarya kreatif.

Beberapa diskusi penting menyentuh tema-tema aktual seperti: Sastra dan Subaltern, Kontroversi Penulisan Ulang Sejarah Indonesia, Identitas dan (De)Kolonisasi, dan Indonesia Gelap dan Sekitarnya. Program ini mempertemukan karya klasik dan suara generasi baru dalam satu panggung refleksi kebangsaan.

Festival ini juga membuka ruang untuk pengalaman yang lebih personal dan tak terduga: dari mencicipi resep warisan Soekarno lewat buku Mustikarasa, hingga berbagi puisi secara langsung dalam Jakarta Poetry Slam: Grand Slam 2025.

Ada pula Membaca Senyap bersama komunitas SBC Jakarta dan pameran visual Menjadi Indonesia yang menafsir ulang arsip-arsip budaya lewat media video dan grafis.

Kekayaan pendekatan ini juga tampak dalam pertunjukan lintas genre. Ceramah musikal “Jazz Sebagai Metode Menjadi Indonesia” mengangkat peran musik dalam konstruksi identitas, sementara “Hukum sebagai Kebudayaan” menyoroti bagaimana hukum tak pernah lepas dari nilai-nilai budaya yang sering dipertanyakan.

Tak ketinggalan, “The Gaza Monologues”, yang menampilkan kesaksian remaja Palestina tentang kekerasan dan penjajahan, menjadi refleksi penting akan kemerdekaan dari sudut pandang lintas bangsa. Festival ini akan ditutup dengan konser dari Sukatani, kelompok musik yang dikenal menyuarakan keresahan sosial generasi muda lewat karya mereka.

Kehadiran seniman dari Asia Tenggara hingga Palestina memperluas cakrawala tema “Menjadi Indonesia”—bahwa menjadi bangsa yang merdeka juga berarti memahami kemerdekaan orang lain.

Seluruh rangkaian program LIFEs 2025 dapat diakses publik secara luring. Informasi jadwal, lokasi, dan pendaftaran tersedia di lifes.salihara.org. Festival ini terbuka bagi siapa pun yang ingin terlibat dalam percakapan lebih dalam tentang identitas dan kebangsaan, bukan hanya lewat diskusi, tapi lewat pengalaman, tubuh, dan seni.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dari Konser ke Kontemporer: Pameran Seni Tak Terduga di Funtaztic.ly yang Bikin Penasaran!

Dari Konser ke Kontemporer: Pameran Seni Tak Terduga di Funtaztic.ly yang Bikin Penasaran!

Lifestyle | Jum'at, 01 Agustus 2025 | 08:08 WIB

Studio Rosid: Menyusuri Jejak Ingatan dalam Sunyi yang Terawat

Studio Rosid: Menyusuri Jejak Ingatan dalam Sunyi yang Terawat

Your Say | Rabu, 30 Juli 2025 | 16:47 WIB

Ulasan Buku Wave Karya Suzy Lee: Keindahan Pantai dalam Gambar Tanpa Kata

Ulasan Buku Wave Karya Suzy Lee: Keindahan Pantai dalam Gambar Tanpa Kata

Your Say | Selasa, 29 Juli 2025 | 08:20 WIB

Terkini

Masjid Megah Senilai Rp1 Triliun di Makassar Siap Dibuka untuk Umum

Masjid Megah Senilai Rp1 Triliun di Makassar Siap Dibuka untuk Umum

Sulsel | Kamis, 24 September 2026 | 08:27 WIB

Bank Indonesia Kucurkan Insentif KLM Rp461,2 Triliun, Kredit Perbankan Makin Kencang

Bank Indonesia Kucurkan Insentif KLM Rp461,2 Triliun, Kredit Perbankan Makin Kencang

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 08:22 WIB

50 Ribu Buruh Demo di Bundaran HI! Tuntut DPR Hentikan Outsourcing hingga Lindungi Ojol

50 Ribu Buruh Demo di Bundaran HI! Tuntut DPR Hentikan Outsourcing hingga Lindungi Ojol

News | Kamis, 24 September 2026 | 08:20 WIB

Grand Blue Dreaming Umumkan Season 4, Kehidupan Percintaan Iori Makin Rumit

Grand Blue Dreaming Umumkan Season 4, Kehidupan Percintaan Iori Makin Rumit

Your Say | Kamis, 24 September 2026 | 08:20 WIB

Agen OpenAI Retas Situs Pemerintah, Bobol Data Kesehatan Publik Australia

Agen OpenAI Retas Situs Pemerintah, Bobol Data Kesehatan Publik Australia

News | Kamis, 24 September 2026 | 08:12 WIB

5 Cara Menghilangkan Noda Kunyit di Blender, Kembali Bersih dan Anti Bau

5 Cara Menghilangkan Noda Kunyit di Blender, Kembali Bersih dan Anti Bau

Lifestyle | Kamis, 24 September 2026 | 08:10 WIB

6.622 Warga Pekanbaru Alami Gangguan Kesehatan Akibat Kabut Asap Karhutla

6.622 Warga Pekanbaru Alami Gangguan Kesehatan Akibat Kabut Asap Karhutla

Riau | Kamis, 24 September 2026 | 08:04 WIB

Iran Tolak Buka Selat Hormuz Jika Perang Berlanjut: Ogah Tunduk ke Amerika Serikat

Iran Tolak Buka Selat Hormuz Jika Perang Berlanjut: Ogah Tunduk ke Amerika Serikat

News | Kamis, 24 September 2026 | 08:03 WIB

40 Ribu Balita Terserang ISPA Akibat Karhutla! Pemerintah Didesak Beri Perlindungan Ekstra

40 Ribu Balita Terserang ISPA Akibat Karhutla! Pemerintah Didesak Beri Perlindungan Ekstra

News | Kamis, 24 September 2026 | 08:03 WIB

Menyesap Dieng Dari Hulu ke Hilir: Jejak GI Tourism yang Dirintis DJKI

Menyesap Dieng Dari Hulu ke Hilir: Jejak GI Tourism yang Dirintis DJKI

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 08:00 WIB

×