Kenapa Pemilihan Sampah Indonesia Seolah 'Sia-sia'? Ini Jawaban KLH

M. Reza Sulaiman

Sabtu, 09 Agustus 2025 | 18:59 WIB
Kenapa Pemilihan Sampah Indonesia Seolah 'Sia-sia'? Ini Jawaban KLH
Tumpukan sampah memenuhi Sodetan kali yang terbengkalai di Kampung Sumur, Klender, Jakarta Timur, Kamis (1/6/2023). [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Kementerian Lingkungan Hidup mengungkap sederet polemik masalah pengelolaan sampah di Indonesia yang seolah tiada ujungnya. Kondisi ini terjadi karena pemilahan sampah rumah tangga tidak sejalan dengan proses pengangkutan.

Staf Ahli Menteri Bidang Kelestarian Sumber Daya Keanekaragaman Hayati dan Sosial Budaya Kementerian Lingkungan Hidup, Ir. Noer Adi Wardojo, M.Sc membenarkan pemilahan sampah yang sudah dilakukan di rumah tangga seolah 'sia-sia', karena saat pengangkutan sampah kembali dicampur.

Namun permasalahan ini, kata Noer, tidak bisa hanya mengandalkan dinas lingkungan hidup, tapi perlu melibatkan pemerintah daerah seperti wali kota maupun bupati. Inilah sebabnya, kata dia, Jakarta Utara bakal jadi daerah percontohan pemisahan sampah organik.

"Nah, bulan Agustus ini kami fokus kepada memaksimalkan pengolah-pengolah sampah organiknya," ungkap Noer di Jakarta, Rabu (6/8/2025).

Noer mengatakan Jakarta Utara sebagai daerah percontohan sejak Juli sudah mulai menyusun rencana pengumpulan, pemilahan, dan pengangkutan sampah organik di seluruh kecamatan dan kelurahan. Selanjutnya pada bulan Agustus rencana itu harus mulai diterapkan.

Adapun sampah organik di rumah tangga itu nantinya bakal diolah menjadi kompos yang bisa dimanfaatkan kembali.

"Ini yang kami supervisi gitu ya, untuk menunjukkan bahwa itu bisa jalan, bisa operasional. Nah, bulan Agustus ini kami fokus kepada memaksimalkan pengolah-pengolah sampah organiknya," papar Noer.

Selanjutnya, setelah proses pengumpulan hingga pengolahan sampah ini terbukti efektif, kata Noer, nantinya kapasitas pengolahan bisa dinaikkan. Bahkan harapannya, kata dia, seluruh sampah organik rumah tangga di Jakarta Utara bisa diolah sepenuhnya jadi lebih bermanfaat.

"Nah, kami harapkan akhir tahun itu sudah komplit mengenai sampah organik Jakarta Utara diselesaikan dengan apa, apa, apa, itu sudah mendapat 100 persennya. Gitu ya, kemudian yang sampah anorganiknya itu juga sudah akan jelas jurusannya ya," ungkap Noer.

baca juga

Setelah Jakarta Utara terbukti berhasil, Noer mengatakan rencana ini akan direalisasikan di seluruh Indonesia. Namun catatannya, masyarakat mau ikut terlibat termasuk ibu rumah tangga yang kerap dibuat bingung mengolah sampah organik sisa makanan atau sisa bahan dapur.

Namun Noer mengingatkan, karena kapasitas yang besar, pengolahan sampah organik ini perlu melibatkan inovasi dan teknologi seperti magot, lubang biopori, hingga kompos. Inilah sebabnya, pameran internasional di industri air dan air limbah, pengelolaan dan daur ulang sampah, energi terbarukan dan elektrik, serta solusi kota cerdas sangat diperlukan.

Noer mencontohkan karya anak bangsa dalam negeri dalam hal pengolahan sampah di Indo Water, Indo Waste & Recycling, Indo Renergy & Electric, dan Indonesia International Smart City (IISMEX) 2025 Expo dinilai sangat dibutuhkan, mengingat masalah pengolahan sampah yang masih jauh dari target.

"Nah, ini semua teknologi yang memungkinkan, tolong tampilkan di EXPO ini ya, karena intinya yang realistis gitu ya," ungkap Noer.

Teknologi dan inovasi pengolahan sampah yang bakal diselenggarakan PT Napindo Media Ashatama (Napindo) pada 13-15 Agustus 2025 di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, Jakarta dianggap Noer jadi angin segar karena menurutnya bisa terlalu lama jika menunggu teknologi yang paten, karena memakan waktu puluhan tahun.

Staf Ahli Menteri Bidang Kelestarian Sumber Daya Keanekaragaman Hayati dan Sosial Budaya Kementerian Lingkungan Hidup, Ir. Noer Adi Wardojo, M.Sc di Jakarta (Suara.com/Dini Afrianti)
Staf Ahli Menteri Bidang Kelestarian Sumber Daya Keanekaragaman Hayati dan Sosial Budaya Kementerian Lingkungan Hidup, Ir. Noer Adi Wardojo, M.Sc di Jakarta (Suara.com/Dini Afrianti)

"Jangan menunggu teknologi yang masih 10 tahun lagi, ya kelamaan gitu ya. Jadi harus bisa dimaksimalkan usahanya dengan teknologi yang saat ini ada," imbuh Noer.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Semangat Namin di Usia Senja: Bersepeda Tengah Malam Demi Rezeki dan Lingkungan

Semangat Namin di Usia Senja: Bersepeda Tengah Malam Demi Rezeki dan Lingkungan

Lifestyle | Kamis, 07 Agustus 2025 | 12:28 WIB

Di Balik Penutupan TPA Suwung: Ancaman Pidana dari Jakarta Paksa Bali Bergerak Cepat

Di Balik Penutupan TPA Suwung: Ancaman Pidana dari Jakarta Paksa Bali Bergerak Cepat

News | Rabu, 06 Agustus 2025 | 14:00 WIB

Polemik Sampah Bali Terungkap: Pejabat Nyaris Jadi Tersangka, Gubernur Minta Tolong

Polemik Sampah Bali Terungkap: Pejabat Nyaris Jadi Tersangka, Gubernur Minta Tolong

News | Rabu, 06 Agustus 2025 | 13:25 WIB

Terkini

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:28 WIB

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:12 WIB

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Bola | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Bogor | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:03 WIB

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Banten | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:49 WIB

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:37 WIB

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

Bri | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:28 WIB

×