7 Fakta AK-47, Senapan yang 'Nongol' di Film Merah Putih One for All

Ruth Meliana

Senin, 11 Agustus 2025 | 19:22 WIB
7 Fakta AK-47, Senapan yang 'Nongol' di Film Merah Putih One for All
poster Merah Putih One for All (Instagram).

Suara.com - Tak habis-habisnya film karya anak bangsa bertajuk Merah Putih One for All menuai kontroversi.

Sebelumnya, publik menuangkan kritik pedas terhadap kualitas animasi Merah Putih One for All yang dinilai terburu-buru dan tak sedap dipandang mata.

Adapun kini publik memperdebatkan kehadiran sebuah senjata yang muncul di adegan film tersebut.

Hal yang memicu perdebatan adalah film tersebut seharusnya ditonton untuk anak-anak dan tak sepatutnya menayangkan senjata api.

Senjata tersebut tak lain adalah senapan AK-47 yang punya sejarah kelam dan kerap dipakai oleh tokoh penjahat di film-film.

Lantas, mengapai bisa sampai senjata tersebut menambah api kontroversi film Merah Putih One for All?

Bagaimana pernyataan sikap para produser film Merah Putih One for All terkait keberadaan senjata tersebut?

1. Muncul di adegan balai desa film Merah Putih One for All

Cuplikan adegan film Merah Putih One for All. (Instagram).
Cuplikan adegan film Merah Putih One for All. (Instagram).

Beberapa pucuk senjata api berjenis AK-47 tampak terpajang di sebuah balai desa pada beberapa detik film Merah Putih One for All.

Adegan tersebut menampilkan beberapa tokoh utama tengah mencari keberadaan bendera di balai desa untuk mempersiapkan acara perayaan 17 Agustus.

baca juga

Warganet yang jeli sontak melihat ada beberapa pucuk AK-47 yang tergantung di lemari.

Beragam komentar kini membanjiri kanal promosi Merah Putih One for All yang mempertanyakan kenapa gerangan ada senjata di film anak-anak.

2. AK-47: Senjata para penjahat di film

Ilustrasi AK-47 (Pexels/Dan Galvani Sommavilla).
Ilustrasi AK-47 (Pexels/Dan Galvani Sommavilla).

AK-47 punya reputasi yang kelam di dunia media.

Pasalnya, senjata asal Uni Soviet ini digambarkan sebagai ikon para penjahat dan teroris di film-film.

Mengutip riset dari BBC News, tak sedikit film yang mempertontonkan para penjahat menggunakan AK-47 sebagai senjata utama mereka.

Label AK-47 sebagai senjata para penjahat ternyata tak terlepas dari sejarah dunia, terutama saat Uni Soviet menjadi pesaing besar Amerika Serikat dalam percaturan politik dunia.

3. Dirancang oleh seorang tentara Soviet

Lahirnya AK-47 punya sejarah yang mendalam kendati kini menjadi simbol kejahatan.

Nama 'AK' dalam AK-47 ternyata dipilih untuk menghormati sosok yang melahirkan senjata tersebut.

AK-47 lahir dari tangan sosok tentara Uni Soviet bernama Mikhail Kalashnikov.

Nama 'AK' adalah singkatan dari Avtomat Kalashnikova yang diambil dari nama Kalashnikov.

Lalu '47' adalah tahun pemerintah Uni Soviet meresmikan senjata ini sebagai senjata utama tentara negara tersebut.

4. Dicap sebagai senjata teroris

Label AK-47 sebagai senjata penjahat juga merambah ke dunia nyata.

Berbagai tentara pemberontak dan teroris di dunia nyata kerap tampak dengan senjata ini.

Tercatat, AK-47 dipakai oleh berbagai tentara militan, teroris, dan perompak seperti ISIS hingga Gerakan Aceh Merdeka.

5. Berjaya di Perang Dingin

Citra buruk AK-47 juga tak terlepas dari sejarah Perang Dingin.

Mengutip Independent, label negatif terhadap senjata ini muncul karena Amerika Serikat berduel dengan Uni Soviet dari tahun 60-an hingga akhir 80-an.

Amerika kala itu berusaha memberikan citra buruk ke AK-47 yang banyak dipakai oleh negara-negara pendukung Uni Soviet.

Secara performa, AK-47 juga cocok dipakai dalam perang gerilya yang kerap dilancarkan oleh negara-negara pro Uni Soviet seperti Kuba.

6. Melahirkan berbagai varian

AK-47 hingga kini masih dipercaya sebagai senjata negara-negara eks-Uni Soviet dan juga Federasi Rusia.

Segudang modernisasi dilakukan agar AK-47 bisa bersaing di tengah perkembangan persenjataan terkini.

Akhirnya, lahir beberapa varian modern seperti AKMS dan AK-200 yang lebih canggih.

7. Produser film Merah Putih One for All angkat bicara

Polemik kehadiran AK-47 tersebut akhirnya membuat para produser angkat bicara.

Endiarto selaku perwakilan tim produksi akhirnya menjawab kenapa bisa ada senjata api di film anak-anak.

Endiarto memaparkan dalam keterangannya, Senin (11/8/2025) senjata tersebut bukan senjata asli, melainkan hanya replika.

Replika senjata tersebut hadir sebagai properti acara perayaan 17 Agustus dalam film tersebut.

Kontributor : Armand Ilham

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Review Film Merah Putih One for All di Letterboxd, Brutal Tapi Bikin Ngakak

Review Film Merah Putih One for All di Letterboxd, Brutal Tapi Bikin Ngakak

Lifestyle | Senin, 11 Agustus 2025 | 19:12 WIB

Mengapa Film Animasi Merah Putih One for All Dikritik Tajam?

Mengapa Film Animasi Merah Putih One for All Dikritik Tajam?

Lifestyle | Senin, 11 Agustus 2025 | 18:43 WIB

Sinopsis dan Karakter Film Merah Putih One for All, Ada yang Mirip Gibran

Sinopsis dan Karakter Film Merah Putih One for All, Ada yang Mirip Gibran

Lifestyle | Senin, 11 Agustus 2025 | 18:25 WIB

Beda Produksi Film Jumbo vs Merah Putih One for All: Biaya, Durasi, dan Jumlah Animator

Beda Produksi Film Jumbo vs Merah Putih One for All: Biaya, Durasi, dan Jumlah Animator

Lifestyle | Senin, 11 Agustus 2025 | 16:53 WIB

Terkini

Cara Dapat Diskon Hotel 8% Pakai Kartu Virtual BRI

Cara Dapat Diskon Hotel 8% Pakai Kartu Virtual BRI

Bri | Sabtu, 26 September 2026 | 08:00 WIB

Guruh Soekarnoputra Sakit Apa? Wafat di Usia 73 Tahun usai Dirawat Intensif

Guruh Soekarnoputra Sakit Apa? Wafat di Usia 73 Tahun usai Dirawat Intensif

Entertainment | Sabtu, 26 September 2026 | 08:00 WIB

Heboh Bupati Husniah Talenrang Dikabarkan Ditahan, Begini Kata Polisi

Heboh Bupati Husniah Talenrang Dikabarkan Ditahan, Begini Kata Polisi

Sulsel | Sabtu, 26 September 2026 | 07:56 WIB

Mengenal Kondisi 'Gigi Hiu' pada Masa Pertumbuhan Anak dan Langkah Penanganannya

Mengenal Kondisi 'Gigi Hiu' pada Masa Pertumbuhan Anak dan Langkah Penanganannya

Health | Sabtu, 26 September 2026 | 07:49 WIB

Bangkai Paus Terdampar di Perairan Indragiri Hilir Dievakuasi Tim Gabungan

Bangkai Paus Terdampar di Perairan Indragiri Hilir Dievakuasi Tim Gabungan

Riau | Sabtu, 26 September 2026 | 07:47 WIB

5 Bahaya Menumpuk Steker Colokan Listrik di Satu Stop Kontak, Bisa Berakibat Fatal

5 Bahaya Menumpuk Steker Colokan Listrik di Satu Stop Kontak, Bisa Berakibat Fatal

Tekno | Sabtu, 26 September 2026 | 07:43 WIB

Donald Trump Kembali Izinkan CNN, MS NOW, dan Politico Liputan di Gedung Putih

Donald Trump Kembali Izinkan CNN, MS NOW, dan Politico Liputan di Gedung Putih

News | Sabtu, 26 September 2026 | 07:36 WIB

Promo BRI di Swiss-Belhotel, Liburan Akhir Tahun Tanpa Bikin Dompet Jebol

Promo BRI di Swiss-Belhotel, Liburan Akhir Tahun Tanpa Bikin Dompet Jebol

Bri | Sabtu, 26 September 2026 | 07:33 WIB

Pulang Sekolah Ditodong Senpi, Bocah 13 Tahun di Way Kanan Jadi Korban Begal

Pulang Sekolah Ditodong Senpi, Bocah 13 Tahun di Way Kanan Jadi Korban Begal

Lampung | Sabtu, 26 September 2026 | 07:33 WIB

Dua Batu Yoni Keramat di Jember Raib Dijarah Maling, Anggota DPRD Lapor Polisi

Dua Batu Yoni Keramat di Jember Raib Dijarah Maling, Anggota DPRD Lapor Polisi

Jatim | Sabtu, 26 September 2026 | 07:24 WIB

×