Kerumunan menyuarakan rasa kecewa mereka, sementara rumah yang dikenal sebagai milik “Sultan Priok” tampak sunyi, seolah kosong, hanya menyisakan satu mobil terparkir di dalam halaman.
Namun, menjelang sore, situasi berubah drastis. Massa yang terus berdatangan membuat keadaan semakin tak terkendali.
Ketegangan memuncak saat gerbang besi yang kokoh itu ambruk diterjang ratusan orang. Momen tersebut menjadi titik awal dari kekacauan yang tak terhindarkan.
Tanpa arahan, gelombang pertama massa langsung menyerbu halaman rumah. Dalam hitungan menit, pintu rumah berhasil didobrak dan aksi penjarahan pun dimulai.
Beberapa orang yang pertama masuk terlihat mengambil apa saja yang bisa mereka raih, dari potongan logam hingga barang-barang di teras dan lantai satu. Aksi ini memicu massa lain yang baru tiba untuk ikut serta.