- Program UMKM Level-Up kolaborasi berbagai pihak membekali UMKM Jakarta Barat agar siap masuk retail modern.
- Sebanyak 53 UMKM terpilih mengikuti program ini untuk mendapatkan edukasi, pendampingan, dan kurasi produk langsung.
- Kegiatan meliputi diskusi standar produk, manajemen risiko keuangan, serta workshop persiapan kurasi oleh retail mitra.
Suara.com - Bagi banyak UMKM, masuk ke retail modern sering terasa seperti “tembok tinggi” yang sulit ditembus. Standar kualitas, persiapan produksi, hingga pemahaman pasar menjadi tantangan tersendiri.
Namun, bagi para pelaku UMKM binaan JakPreneur di Jakarta Barat, peluang itu kini semakin terbuka melalui program UMKM Level-Up: From Local Heroes to Retail-Ready Brands.
Program ini merupakan kolaborasi lintas sektor antara Tokio Marine Life Insurance Indonesia, LAZISMU, PPKUKM DKI Jakarta, Politeknik Tempo, serta mitra retail modern seperti AEON Indonesia, Lotte Mart Indonesia, dan The Food Hall Indonesia. UMKM Level-Up hadir untuk membekali pelaku usaha dengan edukasi, pendampingan praktis, dan akses langsung ke retail modern, sehingga mereka siap naik kelas dari usaha lokal menuju skala yang lebih besar dan berdaya saing tinggi.
“Melalui Sustainability Journey, kami tidak hanya fokus pada satu pilar, tetapi membangun keterhubungan antara pendidikan dan pemberdayaan ekonomi. UMKM Level-Up menjadi langkah lanjutan untuk mendukung pelaku usaha agar lebih siap, tangguh, dan berkelanjutan,” ujar Alexander Mahendrawan, SVP Marketing & Corporate Planning Tokio Marine Life Insurance Indonesia.
Program ini menyasar UMKM binaan JakPreneur di wilayah Jakarta Barat, yang telah melalui proses seleksi dan pembinaan berkelanjutan. Dari 80 usulan UMKM, sebanyak 53 peserta terpilih untuk mengikuti kurasi dan pendampingan langsung, memastikan mereka benar-benar siap menghadapi standar retail modern.
Kegiatan dalam program ini sangat komprehensif. Dimulai dengan talkshow, peserta berdiskusi bersama Kepala Sudin PPKUKM Jakarta Barat, perwakilan retail modern, dan sesama pelaku UMKM, membahas kesiapan masuk retail, standar produk, dan tantangan scale-up.
Sesi ini juga menghadirkan pengalaman nyata dari Jelita Puspa, salah satu pelaku UMKM yang memproduksi makanan ringan homemade.
Hingga saat ini, beberapa produknya sudah masuk retail seperti Transmart, Hero, hingga Food Hall, serta dipasarkan secara online lewat marketplace dan B2B.
"Dari awal 2015, saya mulai dari 9jualan) cokelat karakter, kemudian berkembang ke produk-produk yang paling laku seperti crispy brownies dan crepes banana, sambil terus menyesuaikan produk sesuai permintaan pasar,” katanya saat ditemui di Politeknik Tempo, Selasa (13/1/2026).
Baca Juga: Dari Akses hingga Pendampingan, Peran PNM Dukung Ekonomi Keluarga Prasejahtera
Ia menambahkan bahwa perjalanan UMKM tidak selalu mulus. Kapasitas produksi menjadi tantangan utama saat permintaan meningkat. Namun melalui pendampingan dan jaringan yang diperoleh dari program seperti UMKM Level-Up, ia mampu menyesuaikan strategi produksi, diversifikasi produk, dan memperluas pasar hingga luar Jakarta, menjadikannya lebih siap bersaing di retail modern.
Melalui Financial Level-Up Masterclass, UMKM dibekali pemahaman tentang pengelolaan keuangan, arus kas, dan risiko usaha, agar bisnis tetap berjalan meski menghadapi tantangan operasional.
Novi Andrianto, Head of Agency Training & Manpower Development Tokio Marine Life, menekankan, “Banyak UMKM belum menyadari bahwa risiko seperti pemilik sakit atau produksi terhenti bisa berdampak besar. Kami ingin membantu mereka menyiapkan langkah sederhana agar usaha tetap tangguh.”
Tak hanya itu, Workshop Persiapan Kurasi memberikan pendampingan praktis, mulai dari penyusunan presentasi hingga kesiapan produk, yang difasilitasi dosen Politeknik Tempo bersama mahasiswa. Pada sesi kurasi, retail modern menilai langsung produk UMKM, membuka akses pasar nyata sekaligus memberikan feedback untuk perbaikan.
Dukungan pemerintah juga hadir melalui sambutan Iin Mutmainnah, Wali Kota Jakarta Barat, dan Elisabeth Ratu Rante Allo, Kepala Dinas PPKUKM DKI Jakarta, yang menyambut baik kolaborasi lintas sektor ini sebagai langkah strategis dalam memperkuat ekosistem UMKM dan pertumbuhan ekonomi inklusif.
Program UMKM Level-Up menjadi contoh nyata bagaimana edukasi, pendampingan, dan kolaborasi lintas sektor dapat membantu UMKM menembus “tembok retail modern”, meningkatkan kualitas, memperluas jaringan, dan pada akhirnya naik kelas dari lokal ke skala global. Dengan langkah-langkah konkret ini, UMKM Jakarta Barat tidak hanya siap bersaing di pasar modern, tapi juga membangun bisnis yang tangguh, berkelanjutan, dan berdaya saing tinggi.