Bahaya Makanan yang Terpapar Radioaktif, Udang Cikande Masih di Batas Aman?

Nur Khotimah

Rabu, 01 Oktober 2025 | 17:35 WIB
Bahaya Makanan yang Terpapar Radioaktif, Udang Cikande Masih di Batas Aman?
Cemaran Radioaktif. (Dok. Istimewa)

Suara.com - Keberadaan makanan radioaktif berupa udang terkontaminasi material radioaktif Cesium-137 atau Cs-137 bikin masyarakat panik.

Adapun baru-baru ini, sejumlah udang beku yang dikirim dari Indonesia ditolak oleh Amerika Serikat (AS).

Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Kerawanan Bahaya Radiasi Cesium-137 kini tengah menemukan bahwa sejumlah udang ekspor tersebut dikirim dari PT Bahari Makmur Sejati (BMS) yang beroperasi di Banten.

Berkat kabar tersebut, masyarakat Banten sontak khawatir dengan ancaman makanan radioaktif yang diperoleh dari perairan mereka.

Berita tentang penolakan udang radioaktif tersebut sontak memunculkan temuan terkait cemaran Cs-137 di perairan Kawasan Industri Modern Cikande, Kabupaten Serang, Banten.

Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) dipimpin oleh Menteri Lingkungan Hidup sekaligus Kepala BPLH, Hanif Faisol Nurofiq, turut mengawasi proses dekontaminasi agar sumber makanan di perairan Serang tak terus menerus terpapar radiasi.

Kabar tersebut langsung membuat Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, turun gunung dan merilis pernyataan resmi bahwa udang yang terpapar Cs-137 masih berada di ambang aman konsumsi.

Lantas, apa bahaya menyantap makanan radioaktif? Seperti apa penjelasan dari Zulkifli Hasan?   

Makanan radioaktif tinggi bisa picu kanker

Ilustrasi Udang yang Mempunyai Banyak Manfaat Kesehatan Bagi Tubuh Manusia (Pixabay/Viclinst90)
Ilustrasi Udang yang Mempunyai Banyak Manfaat Kesehatan Bagi Tubuh Manusia (Pixabay/Viclinst90)

Komunitas ilmiah sepakat bahwa kandungan radioaktif dalam makanan dengan kadar tertentu bisa berakibat buruk.

baca juga

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) menaruh Cs-137 sebagai salah satu senyawa radioaktif yang paling banyak muncul di makanan terkontaminasi dan punya segudang bahaya.

Bahaya makanan yang terkontaminasi bahan radioaktif seperti Cs-137 yang paling fatal adalah meningkatkan risiko kanker darah (leukemia) dan kanker lainnya.

Radiasi dalam makanan memicu kerusakan DNA yang tidak diperbaiki atau diperbaiki secara tidak tepat dapat menyebabkan mutasi genetik dan pertumbuhan sel yang tidak normal,

Kerusakan DNA demikian pada akhirnya memicu pertumbuhan sel kanker. Selain itu, kerusakan DNA dapat menimbulkan luka pada permukaan organ, hingga kematian sel.

Organ yang paling rentan adalah yang menyerap kandungan radioaktif dalam makanan yakni sumsum tulang, sistem pencernaan, dan kelenjar tiroid.

Alhasil, beberapa organ tersebut yang pertama paling terdampak oleh makanan radioaktif.

Anak-anak dan bayi lebih sensitif terhadap makanan radioaktif dibandingkan orang dewasa karena sel tubuh mereka masih berkembang dan memiliki potensi hidup lebih lama, sehingga potensi kanker lebih besar.

Selain itu, janin dalam Kandungan sangat rentan terhadap makanan yang tercemar bahan radiokatif. Paparan senyawa seperti Cs-137 selama kehamilan dapat menyebabkan kerusakan pada janin dan meningkatkan risiko kecacatan lahir.

Penelitian CDC tersebut bukan tanpa bukti, karena segudang kasus paparan Cs-137 sempat terjadi di berbagai seperti kegagalan reaktor di PLTN Fukushima Daiichi, Jepang yang menimbulkan banyak dampak kesehatan usai sumber pangan terkontaminasi.

Zulkifli Hasan Tegaskan Udang Beku di Indonesia Ada di Batas Aman

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, dalam pernyataannya, Selasa (30/9/2025) tak memungkiri bahwa terjadi kejadian khusus radiasi radionuklida Cs-137 di Cikande.

Ia juga mendapatkan temuan bahwa sumber pangan bahari seperti udang terdapat kandungan Cs-137.

Kendati demikian menteri yang akrab dipanggil Zulhas tersebut menegaskan paparan Cs-137 masih berada di batas aman sesuai yang diterapkan pemerintah.

"Ada beberapa yang kandungannya sangat minimum, hanya 68. Jadi yang itu silakan boleh dimakan karena ambang batas atas kita 500, sementara yang kemarin hanya 68," beber Zulhas kepada wartawan saat ditemui pada Rapat Koordinasi di Graha Mandiri, Selasa (30/9/2025).

Kontributor : Armand Ilham

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Andovi dan Kemal Palevi Kompak Keluhkan Aturan Larangan Makan dan Minum di Venue Pertunjukan

Andovi dan Kemal Palevi Kompak Keluhkan Aturan Larangan Makan dan Minum di Venue Pertunjukan

Entertainment | Rabu, 01 Oktober 2025 | 14:47 WIB

Pemerintah Wajibkan Rapid Test di Dapur MBG, Perpres Darurat Segera Terbit

Pemerintah Wajibkan Rapid Test di Dapur MBG, Perpres Darurat Segera Terbit

News | Rabu, 01 Oktober 2025 | 14:20 WIB

Momen Makan Sehat Penuh Gizi di Tanah Papua Tuai Pujian, Sentil Polemik MBG

Momen Makan Sehat Penuh Gizi di Tanah Papua Tuai Pujian, Sentil Polemik MBG

Entertainment | Rabu, 01 Oktober 2025 | 14:47 WIB

Terkini

Korupsi Haji, Saksi Ungkap Dengar Kabar Yaqut Ingin Gunakan Uang dari Gus Alex untuk Ambil Alih PKB

Korupsi Haji, Saksi Ungkap Dengar Kabar Yaqut Ingin Gunakan Uang dari Gus Alex untuk Ambil Alih PKB

News | Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:34 WIB

Ganjil Genap Bikin Omzet Mal di Jakarta Turun, Dishub Siapkan Evaluasi

Ganjil Genap Bikin Omzet Mal di Jakarta Turun, Dishub Siapkan Evaluasi

News | Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:33 WIB

Gapasdap Usulkan Infrastruktur Ketapang-Gilimanuk Masuk Proyek Strategis Nasional

Gapasdap Usulkan Infrastruktur Ketapang-Gilimanuk Masuk Proyek Strategis Nasional

Jatim | Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:32 WIB

Prabowo Tambah 2 Wamenkeu, Suahasil Kini Didampingi 3 Wakil

Prabowo Tambah 2 Wamenkeu, Suahasil Kini Didampingi 3 Wakil

Bisnis | Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:31 WIB

Di Aik Berik, Marwita Menemukan Cara Lain Menghidupkan Hutan dari Lobe-Lobe Hingga Kopi

Di Aik Berik, Marwita Menemukan Cara Lain Menghidupkan Hutan dari Lobe-Lobe Hingga Kopi

Lifestyle | Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:30 WIB

Ulasan Minggat: Lima Sekawan Hadapi Penyeludup Misterius di Pulau Kirrin!

Ulasan Minggat: Lima Sekawan Hadapi Penyeludup Misterius di Pulau Kirrin!

Your Say | Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:30 WIB

IHSG Tetap Betah di Zona Merah Setelah Reshuffle Kabinet

IHSG Tetap Betah di Zona Merah Setelah Reshuffle Kabinet

Bisnis | Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:24 WIB

Pernah Jadi Kapolda hingga Wakapolri! Rekam Jejak Dedi Prasetyo yang Dipercaya Prabowo Pimpin BRAN

Pernah Jadi Kapolda hingga Wakapolri! Rekam Jejak Dedi Prasetyo yang Dipercaya Prabowo Pimpin BRAN

News | Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:23 WIB

Jemaah Bayar USD4 Ribu untuk Kuota Tambahan Haji, Uang Disimpan di Apartemen

Jemaah Bayar USD4 Ribu untuk Kuota Tambahan Haji, Uang Disimpan di Apartemen

News | Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:22 WIB

Prabowo Lantik 2 Wamenkeu Baru: Nurkholisoh Ibnu Aman dan Luky Alfirman

Prabowo Lantik 2 Wamenkeu Baru: Nurkholisoh Ibnu Aman dan Luky Alfirman

Bisnis | Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:21 WIB

×