Patrick Kluivert Dipecat PSSI, Segini Kisaran Uang Kompensasi yang Harus Dibayarkan

Nur Khotimah, Rosiana Chozanah

Kamis, 16 Oktober 2025 | 13:30 WIB
Patrick Kluivert Dipecat PSSI, Segini Kisaran Uang Kompensasi yang Harus Dibayarkan
Patrick Kluivert saat membela Lille, sekarang dipecat PSSI [Tangkap layar X]
baca 10 detik
  • Meskipun pemutusan kontrak dilakukan secara mutual, FIFA tetap menilai bahwa pihak klub atau federasi memiliki kewajiban finansial hingga masa kontrak berakhir.

  • Berdasarkan kasus sebelumnya dengan klub Adana, Kluivert menerima kompensasi yang mencakup gaji tertunggak dan biaya pemutusan kontrak, yang dibayarkan dalam dua tahap.

  • Dengan sisa kontrak 14 bulan, PSSI berpotensi menanggung kompensasi hingga Rp37,8 miliar jika memutus kerja sama lebih awal, belum termasuk fasilitas tambahan seperti tempat tinggal dan staf asing.

Suara.com - Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) mengumumkan telah memutus kontrak kerja sama dengan pelatih Timnas Indonesia Patrick Kluivert beserta jajarannya pada Kamis (16/10/2025).

Kabar tersebut diumumkan melalui akun media sosial X. PSSI mengaku keputusan ini telah disepakati bersama dan didiskusikan secara terbuka.

"Setelah melalui diskusi yang terbuka dan penuh rasa saling menghormati, kedua belah pihak sepakat untuk mengakhiri kerja sama ini," cuit PSSI.

Diketahui, karir Patrick Kluivert di sepak bola Indonesia cukup pendek. Ia masuk pada 8 Januari 2025. Belum genap satu tahun, mantan pesepak bola asal Belanda ini didepak usai gagal membawa skuad Garuda ke Piala Dunia 2026.

Keputusan memecat Patrick Kluivert beserta rekan-rekannya ini membuat publik geram. Mereka juga menyinggung pelatih sebelumnya, Shin Tae-yong, yang memiliki nasib sama.

Sejumlah warganet juga menyayangkan sikap PSSI yang dinilai terlalu gegabah. Pasalnya, hal itu berkaitan dengan dana kompensasi yang harus diberikan kepada pelatih yang dipecat sebelum kontrak berakhir.

"Kalian juga napa sih pake ganti STY (Shin Tae Yong) dulu? Ini kan gambling dan nggak masuk akal. Dia (Patrick Kluivert) mah enak datang dan pergi. Lah kita? Dapat sedihnya doang," kesal seorang warganet.

"Bayar kompensasi STY, sekarang bayar kompensasi PK. Kita memang negara kaya raya kok ya? Jangan gegabah lagi milih pelatih. Nggak usah bikin-bikin interview di hari libur lagi," tegur warganet yang lain.

"Tahu gitu ngapain STY diganti? Habis cuma bayar pesangon 2 pelatih. Udah dikasih 200 miliar loh dari Kemenpora," sindir warganet lainnya.

baca juga

Kisaran Uang Kompensasi yang Perlu Dibayar PSSI

Kisaran dana kompensasi yang diterima Patrick Kluivert dapat dilihat dari kasus serupa antara Patrick Kluivert dengan klub Turki, Adana Demirspor pada 2023 lalu.

Berdasarkan putusan FIFA Football Tribunal (nomor FPSD-13870, tertanggal 4 April 2024), saat itu Adana harus membayar kompensasi sebesar 292.666 euro, atau sekitar Rp5,7 miliar kepada Patrick Kluivert.

Jumlah kompensasi tersebut mencakup dua komponen utama, yakni gaji yang tertunggak sebesar 142.666 euro (Rp2,7 miliar) dan biaya pemutusan kontrak senilai 150.000 euro (Rp2,8 miliar).

Untuk kasus Indonesia, sisa masa kontrak Patrick Kluivert adalah 14 bulan, sebab ia dikontrak selama 12 bulan. Ia mendapat gaji sekitar Rp1,3 miliar hingga Rp1,5 miliar per bulan.

Maka, PSSI berpotensi menanggung kewajiban finansial sebesar Rp21 miliar sebagai kompensasi atas pemutusan kerja sama.

Jumlah tersebut mencakup seluruh hak Kluivert hingga akhir kontrak, namun belum dengan fasilitas yang telah disepakati seperti tempat inggal, staf sing hingga asisten pelatih.

Jika pemecatan dilakukan tanpa kesepakatan bersama, beban anggaran federasi bisa membengkak, membuat PSSI mengalami kerugian ganda, baik dari sisi finansial maupun dari sisi stabilitas program pembinaan tim nasional.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bukan Soal Gagal ke Piala Dunia, Ini Alasan PSSI Hentikan Kerja Sama dengan Patrick Kluivert

Bukan Soal Gagal ke Piala Dunia, Ini Alasan PSSI Hentikan Kerja Sama dengan Patrick Kluivert

Bola | Kamis, 16 Oktober 2025 | 13:01 WIB

Dipecat PSSI, Ini 3 Pekerjaan Baru yang Cocok untuk Patrick Kluivert

Dipecat PSSI, Ini 3 Pekerjaan Baru yang Cocok untuk Patrick Kluivert

Bola | Kamis, 16 Oktober 2025 | 12:54 WIB

Patrick Kluivert Resmi Dipecat PSSI, Berapa Gajinya Selama Jadi Pelatih Timnas Indonesia?

Patrick Kluivert Resmi Dipecat PSSI, Berapa Gajinya Selama Jadi Pelatih Timnas Indonesia?

Lifestyle | Kamis, 16 Oktober 2025 | 12:53 WIB

Terkini

Melihat Data, Mengapa Warga RI Makin Matang alias Makan Utang?

Melihat Data, Mengapa Warga RI Makin Matang alias Makan Utang?

Bisnis | Rabu, 14 Oktober 2026 | 11:19 WIB

Dugaan Korupsi Program Stunting Rp1,68 Miliar di Aceh Barat: 126 Saksi Diperiksa, Negara Rugi Segini

Dugaan Korupsi Program Stunting Rp1,68 Miliar di Aceh Barat: 126 Saksi Diperiksa, Negara Rugi Segini

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 11:19 WIB

Blackout Hari Ketiga, Warga Bintan Kesulitan Air Bersih dan Komunikasi

Blackout Hari Ketiga, Warga Bintan Kesulitan Air Bersih dan Komunikasi

Batam | Rabu, 14 Oktober 2026 | 11:19 WIB

Dunia Makin Terkoneksi: Kecerdasan Buatan Diproyeksi Hapus Hambatan Bahasa Lintas Negara

Dunia Makin Terkoneksi: Kecerdasan Buatan Diproyeksi Hapus Hambatan Bahasa Lintas Negara

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 11:19 WIB

KTT Manila Bakal Panas, Krisis Kebakaran Hutan Kalimantan dan Sumatera Jadi Bahasan Utama

KTT Manila Bakal Panas, Krisis Kebakaran Hutan Kalimantan dan Sumatera Jadi Bahasan Utama

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 11:17 WIB

Hadapi Dakwaan Pemerasan dan TPPU Rp354 Miliar, Febrie Ajukan Dua Nota Perlawanan

Hadapi Dakwaan Pemerasan dan TPPU Rp354 Miliar, Febrie Ajukan Dua Nota Perlawanan

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 11:16 WIB

DPRD DKI Usul Satgas Sampah Tingkat Kelurahan, Pengelola Bank Sampah Diusulkan Dapat Insentif

DPRD DKI Usul Satgas Sampah Tingkat Kelurahan, Pengelola Bank Sampah Diusulkan Dapat Insentif

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 11:16 WIB

OTT KPK di BNPB, Eks Menkeu Purbaya Pernah Ingatkan Jangan Mark Up Dana Bencana

OTT KPK di BNPB, Eks Menkeu Purbaya Pernah Ingatkan Jangan Mark Up Dana Bencana

Bisnis | Rabu, 14 Oktober 2026 | 11:13 WIB

5 Pesan Moral Four Hands Two Sonatas: Sisipkan tentang Trauma dan Ambisi

5 Pesan Moral Four Hands Two Sonatas: Sisipkan tentang Trauma dan Ambisi

Your Say | Rabu, 14 Oktober 2026 | 11:10 WIB

ARYADUTA Menteng Jadi Tuan Rumah Upacara Wisuda Raffles Jakarta PRISM 2026, Rayakan Talenta Kreatif

ARYADUTA Menteng Jadi Tuan Rumah Upacara Wisuda Raffles Jakarta PRISM 2026, Rayakan Talenta Kreatif

Jakarta | Rabu, 14 Oktober 2026 | 11:08 WIB

×