- Ditemukan penjual bakso babi di Ngestiharjo, Kasihan, Bantul yang tidak memasang tanda non-halal.
- Dewan Masjid Indonesia (DMI) memutuskan untuk memasang banner "Bakso Babi Non Halal".
- Untuk konsumen muslim, penting mengetahui perbedaannya.
Suara.com - Bakso merupakan salah satu kuliner favorit masyarakat Indonesia yang digemari berbagai kalangan. Umumnya, bakso terbuat dari daging sapi. Namun ada juga yang menjual bakso babi dan ayam.
Bagi konsumen muslim, penting untuk dapat membedakan bakso sapi dan bakso babi.
Seperti beberapa waktu terakhir, media sosial dihebohkan adanya penjual bakso babi di Ngestiharjo, Kasihan, Bantul yang tidak memasang tanda non-halal.
Padahal beberapa pembeli di warung tersebut menggunakan jilbab.
Warga pun melapor Dewan Masjid Indonesia (DMI) setempat pada Januari 2025 lalu.
Setelah melakukan pendekatan, penjual rupanya hanya menempel kertas kecil bertuliskan 'B2'. Kertas tersebut juga diketahui tak selalu terpasang, sehingga konsumen muslim masih bisa terkecoh.

Akhirnya, DMI memutuskan untuk membuat dan memasang spanduk besar bertuliskan "Bakso Babi Non Halal" pada Februari 2025.
Desainnya sederhana dan hanya tulisan "Bakso Babi Non Halal" dengan logo DMI Ngestiharjo di pojok bawah.
Langkah itu dilakukan bukan untuk mematikan usaha, namun untuk menghindarkan masyarakat muslim dari kekeliruan. Selain itu juga memberi edukasi soal kejujuran dalam berdagang.
Cara Membedakan Bakso Sapi dan Bakso Babi
Meskipun sekilas terlihat serupa, bakso sapi dan bakso babi memiliki perbedaan yang cukup mencolok dari berbagai aspek. Berikut adalah panduan lengkap untuk mengenali perbedaan keduanya:
1. Aroma
Perbedaan paling kentara dapat dicium dari aromanya. Bakso yang terbuat dari daging babi cenderung memiliki aroma lemak yang lebih kuat dan tajam.
Hal ini disebabkan oleh kandungan lemak babi yang memang lebih tinggi. Aroma ini akan semakin tercium jelas saat bakso disajikan panas. Sementara itu, bakso sapi memiliki aroma khas daging sapi yang menyengat, wangi, dan tercium lezat.
2. Warna
Warna bakso juga menjadi indikator penting. Dari luar memang sama-sama abu-abu, tapi saat dipotong daging bakso babi terlihat lebih pucat.
Warnanya cenderung merah muda lembut, bukan merah kecokelatan seperti daging sapi.
Serat daging babi juga samar dan renggang, sedangkan serat daging sapi lebih padat dan garis-garisnya terlihat jelas.

3. Tekstur dan Sensasi di Mulut
Tekstur bakso babi cenderung lebih lembut, halus, dan terasa berminyak atau licin di permukaan. Kandungan lemak tinggi pada daging babi membuat bakso babi lebih mudah buyar saat ditusuk.
Saat dikunyah, bakso babi meninggalkan sensasi licin di lidah dan rongga mulut karena minyaknya yang dominan, serta terasa lebih juicy.
Sebaliknya, bakso sapi memiliki tekstur yang lebih padat, kesat, agak kenyal, dan halus.
Saat dikunyah, bakso sapi memberikan sensasi padat dan agak berserat. Daging sapi juga lebih kaku dan padat dibandingkan daging babi yang lembek dan mudah diregangkan.
4. Kuah dan Minyak
Karena kandungan lemaknya yang tinggi, kuah bakso babi cenderung lebih berminyak. Jika dibiarkan beberapa saat, titik-titik minyak akan terlihat lebih banyak mengapung di permukaan kuah. Kuah bakso sapi umumnya tidak seminyak bakso babi.
5. Ukuran dan Harga
Faktor harga dan ukuran juga bisa menjadi petunjuk. Harga daging babi cenderung lebih murah daripada daging sapi.
Oleh karena itu, jika Anda menemukan bakso dengan ukuran yang cenderung besar namun dijual dengan harga yang jauh lebih murah dari harga normal bakso sapi, patut curiga.
Bisa saja bakso tersebut mungkin terbuat dari daging babi atau campuran.
Mengenali perbedaan antara bakso sapi dan bakso babi sangat penting untuk memastikan konsumsi yang sesuai dengan preferensi dan keyakinan masing-masing.
Cara paling aman untuk memastikan kehalalan bakso adalah dengan memeriksa sertifikasi halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) pada produk kemasan atau bertanya langsung kepada penjual.