Ramai Kritik Desta Perankan Dono di Warkop DKI Reborn, Ini Perbandingan Pendidikan Mereka

Yasinta Rahmawati

Jum'at, 07 November 2025 | 11:36 WIB
Ramai Kritik Desta Perankan Dono di Warkop DKI Reborn, Ini Perbandingan Pendidikan Mereka
Beda Pendidikan Desta dan Dono Warkop DKI (akun X @IndoPopBase)

Suara.com - Kabar bahwa Deddy Mahendra Desta atau Desta akan memerankan Dono dalam film Warkop DKI Reborn terbaru menuai reaksi beragam di media sosial.

Pengumuman itu disampaikan langsung oleh Indro Warkop melalui kanal YouTube VINDES pada 3 November 2025. Dalam film ini, Desta akan beradu akting dengan Vino G. Bastian sebagai Kasino dan Tora Sudiro sebagai Indro.

Namun, di balik antusiasme tersebut, muncul pula perdebatan di dunia maya. Salah satu unggahan yang ramai dibicarakan berasal dari akun X (Twitter) bernama @koootoshidayo, yang menuliskan, “Perasaan Dono yang gua tau itu penentang rezim deh, kok malah diperanin sama penyepong rezim.” 

Unggahan itu merespons cuitan akun @IndoPopBase yang mengumumkan keterlibatan Desta sebagai pemeran Dono.

Komentar tersebut memperlihatkan bahwa publik bukan hanya menyoroti kemampuan akting Desta, tetapi juga mencoba membandingkan latar karakter dan pandangan sosial antara Desta dan sosok asli Dono Warkop DKI.

Menariknya, di luar perdebatan politik atau persepsi publik, terdapat satu hal yang membuat perbandingan keduanya layak dibahas yakni latar pendidikan.

Dono dan Desta sama-sama dikenal cerdas, humoris, dan berwawasan luas, tetapi keduanya menapaki jalur pendidikan yang sangat berbeda.

Berikut beda latar pendidikan Desta dan Dono Warkop DKI.

Pendidikan Desta

baca juga
Film Desta jadi Peran Utama, Terbaru jadi Dono untuk Warkop DKI Reborn (Instagram/falconpictures_)
Film Desta jadi Peran Utama, Terbaru jadi Dono untuk Warkop DKI Reborn (Instagram/falconpictures_)

Desta lahir di Surakarta pada 15 Maret 1977 dari pasangan Prakosa Hadiwijaya dan Tia Prakosa. Ia menempuh pendidikan menengah di SMA Negeri 68 Jakarta, di mana minatnya terhadap musik mulai tumbuh. 

Bersama teman-temannya, ia membentuk band bernama Chapter 69. Setelah lulus SMA, Desta melanjutkan pendidikan ke Institut Kesenian Jakarta (IKJ), kampus seni yang banyak melahirkan seniman, aktor, dan kreator besar di Indonesia.

Di IKJ, jiwa kreatif Desta dikembangkan. Ia ikut mendirikan band Clubeighties, yang kemudian melambungkan namanya di industri musik tanah air pada awal 2000-an.

Latar pendidikan seni yang dimilikinya memengaruhi kreativitas Desta dalam bermusik, humor, dan karya hiburan lainnya seperti yang bisa disaksikan dalam berbagai program televisi.

Desta juga dikenal adaptif. Dari dunia musik, ia merambah ke dunia siar dan televisi, hingga menjadi presenter populer bersama Vincent Rompies dalam Tonight Show. Kini, mereka berdua aktif mengelola kanal YouTube VINDES, yang kerap menghadirkan konten kreatif bernuansa humoris. 

Pendidikan Dono

Potret almarhum Dono Warkop DKI. (Instagram/ videowarkopdki)
Potret almarhum Dono Warkop DKI. (Instagram/ videowarkopdki)

Sementara itu, Wahyu Sardono atau Dono adalah contoh nyata seniman yang berakar kuat pada dunia akademik. Lahir di Klaten pada 30 September 1951, Dono menempuh pendidikan dasar di SD Negeri 1 Kebon Dalem, kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 2 Klaten dan SMA Negeri 3 Surakarta.

Di masa SMA, ia dikenal disiplin dan visioner bahkan menjadi ketua OSIS. Meski awalnya bercita-cita menjadi dokter, Dono justru masuk jurusan IPS dan mulai tertarik pada bidang sosial dan jurnalistik.

Minat tersebut membawanya ke Universitas Indonesia (UI), jurusan Sosiologi. Di sinilah kecerdasan kritis Dono terbentuk.

Ia belajar langsung dari Prof. Selo Soemardjan, tokoh penting dalam ilmu sosial Indonesia. Dono juga menjadi asisten dosen dan aktif menulis karikatur di beberapa surat kabar seperti surat kabar Salemba.

Di masa kuliah inilah, Dono bertemu dengan rekan-rekannya yang kelak membentuk grup legendaris Warkop DKI yakni Rudy Badil, Nanu Mulyono, Kasino, dan Indro. Mereka awalnya mengisi acara radio bertajuk Warung Kopi Prambors, yang kemudian berkembang menjadi grup lawak paling berpengaruh di Indonesia.

Meski sukses besar di dunia hiburan, Dono tidak meninggalkan jalur akademisnya. Ia menyelesaikan program magister di UI dan bahkan sempat mendapat tawaran beasiswa doktoral ke Amerika Serikat. 

Tawaran itu ia tolak karena tak ingin meninggalkan Warkop. Skripsinya yang berjudul “Pemerataan Pendidikan di Delanggu” membahas relasi antara status sosial ekonomi dan keberhasilan pendidikan, menunjukkan kedalaman pemikiran sosialnya.

Demikian itu beda pendidikan Desta dan Dono Warkop DKI. Dono mengenyam pendidikan jalur ilmiah, mengolah realitas sosial menjadi satire politik dan kritik yang tajam. Sementara Desta datang dari jalur kreatif seni pertunjukan, menyalurkan ide melalui bentuk hiburan yang lebih modern dan ringan.

Kini Desta dipercaya memerankan Dono di layar lebar, tetapi kritik publik menjadi sorotan dalam perjalanan karirnya. Terlepas dari perdebatan di media sosial, film Warkop DKI Reborn ini juga dinantikan oleh penggemar. 

Kontributor : Mutaya Saroh

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Perankan Dono Warkop DKI, Sosok dan Watak Desta Dibandingkan dengan Sang Legenda

Perankan Dono Warkop DKI, Sosok dan Watak Desta Dibandingkan dengan Sang Legenda

Entertainment | Kamis, 06 November 2025 | 17:03 WIB

Roy Suryo Pulang dari Australia, Bawa 'Bom' Ijazah Gibran: 99 Persen Yakin Gak Punya!

Roy Suryo Pulang dari Australia, Bawa 'Bom' Ijazah Gibran: 99 Persen Yakin Gak Punya!

News | Kamis, 06 November 2025 | 14:25 WIB

8 Film Desta jadi Peran Utama, Terbaru sebagai Dono untuk Warkop DKI Reborn

8 Film Desta jadi Peran Utama, Terbaru sebagai Dono untuk Warkop DKI Reborn

Entertainment | Rabu, 05 November 2025 | 21:30 WIB

Terkini

XLSmart Punya 15 Ribu BTS 5G, Trafik Data Naik 19 Persen di Semester I 2026

XLSmart Punya 15 Ribu BTS 5G, Trafik Data Naik 19 Persen di Semester I 2026

Tekno | Rabu, 12 Agustus 2026 | 16:24 WIB

5 Contoh Rundown Acara 17 Agustus Tingkat RT, dari Lomba hingga Malam Tirakatan

5 Contoh Rundown Acara 17 Agustus Tingkat RT, dari Lomba hingga Malam Tirakatan

Lifestyle | Rabu, 12 Agustus 2026 | 16:23 WIB

Sudah Puluhan Tahun Makan Badan Jalan, Kenapa PKL Taman Kemang Belum Ditertibkan?

Sudah Puluhan Tahun Makan Badan Jalan, Kenapa PKL Taman Kemang Belum Ditertibkan?

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 16:22 WIB

Terancam 3 Tahun Penjara! Sosok yang Tantang Hafalan Ad-Dhuha Berhadiah Miras Ternyata Pengunjung

Terancam 3 Tahun Penjara! Sosok yang Tantang Hafalan Ad-Dhuha Berhadiah Miras Ternyata Pengunjung

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 16:22 WIB

Menolak Lupa di Tanah Adat: Asa Kang Edai dan Astra Merawat Suku Osing

Menolak Lupa di Tanah Adat: Asa Kang Edai dan Astra Merawat Suku Osing

Your Say | Rabu, 12 Agustus 2026 | 16:15 WIB

Penjualan Geely Group Melonjak Drastis di GIIAS 2026 Melalui Dominasi Mobil Listrik

Penjualan Geely Group Melonjak Drastis di GIIAS 2026 Melalui Dominasi Mobil Listrik

Otomotif | Rabu, 12 Agustus 2026 | 16:15 WIB

Jalani Tes Calon Hakim Tipikor MA, Letkol Sudiyo Janji Bawa Budaya Peradilan Militer

Jalani Tes Calon Hakim Tipikor MA, Letkol Sudiyo Janji Bawa Budaya Peradilan Militer

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 16:07 WIB

Lawan Patriarki! 5 Novel Populer Ini Berisi tentang Kritik Feminisme

Lawan Patriarki! 5 Novel Populer Ini Berisi tentang Kritik Feminisme

Your Say | Rabu, 12 Agustus 2026 | 16:05 WIB

Dari Sampah Jadi Berkah: Kisah Armawati Gerakan Perubahan

Dari Sampah Jadi Berkah: Kisah Armawati Gerakan Perubahan

Bisnis | Rabu, 12 Agustus 2026 | 16:03 WIB

Review Di Tanah Lada: Cerita Anak dan Kekerasan dalam Keluarga

Review Di Tanah Lada: Cerita Anak dan Kekerasan dalam Keluarga

Your Say | Rabu, 12 Agustus 2026 | 16:00 WIB

×