Aneh Tapi Nyata: Memeluk Pohon Ternyata Bisa Bikin Kita Lebih Sehat dan Bahagia

Dinda Rachmawati

Selasa, 11 November 2025 | 14:17 WIB
Aneh Tapi Nyata: Memeluk Pohon Ternyata Bisa Bikin Kita Lebih Sehat dan Bahagia
Ilustrasi memeluk pohon. (Shutterstock)
baca 10 detik
  • Memeluk pohon membantu menenangkan pikiran, menurunkan stres, dan meningkatkan hormon kebahagiaan secara alami.
  • Berawal dari Gerakan Chipko di India, memeluk pohon kini dikenal sebagai cara memperkuat koneksi manusia dengan alam.
  • Selain menyehatkan tubuh dan pikiran, memeluk pohon mengingatkan kita untuk lebih menghargai alam.

Suara.com - Pohon sudah lama menjadi bagian penting dari kehidupan manusia. Kita tahu bahwa mereka menyediakan oksigen, membersihkan udara, memberikan naungan, makanan, hingga bahan obat-obatan. 

Tapi di balik fungsi-fungsi itu, pohon juga menawarkan sesuatu yang lebih dalam, rasa keterhubungan dengan alam, dan pada akhirnya, dengan diri kita sendiri.

Bagi sebagian orang, berada di antara pepohonan sudah cukup untuk membuat tubuh dan pikiran terasa lebih tenang. Namun ada satu cara sederhana yang belakangan makin dikenal karena manfaatnya, yaitu memeluk pohon

Aktivitas yang mungkin terdengar aneh ini ternyata punya dampak nyata bagi kesehatan mental dan fisik manusia lho!

Awal Mula Gerakan Memeluk Pohon

Dikutip Silvo Therapy, kebiasaan memeluk pohon bukanlah hal baru. Sejak dulu, banyak budaya dan tradisi spiritual di berbagai belahan dunia menghormati pohon sebagai simbol kehidupan dan kesucian. 

Namun, istilah “memeluk pohon” dalam konteks modern mulai dikenal lewat Gerakan Chipko di India pada tahun 1970-an.

Dalam gerakan ini, para perempuan di desa-desa di distrik Chamoli, Uttarakhand, secara harfiah memeluk pohon untuk mencegah penebangan hutan di wilayah mereka. 

Aksi sederhana itu menjadi simbol kuat dari aktivisme lingkungan dan menunjukkan betapa erat hubungan antara manusia dan alam.

baca juga

Sejak saat itu, memeluk pohon tak lagi sekadar simbol perlawanan terhadap kerusakan lingkungan, tapi juga berkembang menjadi praktik koneksi dengan alam, bentuk kesadaran dan penghargaan terhadap dunia alami yang menopang kehidupan kita sehari-hari.

Mengapa Alam dan Pohon Bisa Menenangkan Pikiran

Banyak penelitian menunjukkan bahwa berada di alam terbuka dapat menurunkan stres, meningkatkan suasana hati, dan membantu seseorang merasa lebih tenang. Salah satu teori yang menjelaskan hal ini adalah Hipotesis Biofilia.

Istilah “biofilia” pertama kali digunakan oleh Erich Fromm pada tahun 1973 untuk menggambarkan kecenderungan manusia untuk mencintai kehidupan dan makhluk hidup lainnya. 

Edward O. Wilson kemudian mengembangkannya dalam buku Biophilia (1984), dan menjelaskan bahwa manusia secara biologis memang memiliki ikatan emosional dengan alam.

Ketika kita jauh dari alam, menurut Wilson, kita seperti kehilangan bagian dari diri kita sendiri. Hal ini juga diperkuat oleh konsep “Nature Deficit Disorder” yang diperkenalkan oleh Richard Louv dalam bukunya Last Child in the Woods (2005). 

Louv menulis bahwa anak-anak dan orang dewasa modern semakin jarang berinteraksi dengan alam, sehingga rentan mengalami stres, kecemasan, hingga gangguan suasana hati.

Dengan kata lain, semakin kita dekat dengan alam, semakin baik pula kondisi mental kita. Dan memeluk pohon menjadi salah satu cara paling langsung untuk kembali merasakan hubungan itu.

Manfaat Fisik dan Emosional dari Memeluk Pohon

Memeluk pohon bisa memberikan efek yang mirip dengan memeluk sesama manusia. Saat tubuh kita bersentuhan dengan batang pohon, sistem saraf mulai menenangkan diri. 

Penelitian menunjukkan bahwa tindakan sederhana ini dapat meningkatkan kadar oksitosin, hormon yang berhubungan dengan perasaan kasih sayang, kepercayaan, dan kesejahteraan.

Psikolog klinis Dr. Stone Kraushaar, yang dikenal sebagai The Hug Doctor, bahkan menyarankan untuk berpelukan, baik dengan orang lain atau pohon selama setidaknya 21 detik agar manfaat oksitosin terasa maksimal.

Selain oksitosin, memeluk pohon juga dapat menurunkan kadar kortisol, hormon yang dilepaskan tubuh saat stres. Penurunan kortisol membuat tekanan darah dan detak jantung ikut menurun, sehingga tubuh menjadi lebih rileks. 

Dr. David Scholey dari University of Surrey mencatat bahwa paparan alam terbukti menurunkan tekanan darah bahkan setelah memperhitungkan faktor lain seperti usia, jenis kelamin, dan kebiasaan hidup.

Efek Ilmiah: Terpene dan Fitoncides

Selain efek emosional, ada pula manfaat biologis yang nyata dari memeluk pohon. Kulit pohon mengandung terpena dan fitoncides, senyawa alami yang juga ditemukan dalam minyak esensial seperti pinus, cemara, atau lavender.

Ketika kita dekat dengan pohon, terutama saat memeluknya, kita menghirup molekul-molekul ini. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa paparan terpena dapat:

  • Meningkatkan sistem kekebalan tubuh,
  • Memiliki efek anti-inflamasi,
  • Menurunkan stres dan kecemasan,
  • Meningkatkan suasana hati.

Dengan kata lain, ketika Anda memeluk pohon, Anda bukan hanya mendapatkan kenyamanan emosional, tapi juga manfaat kimiawi alami yang membantu tubuh menjadi lebih sehat.

Mengapa Kita Sebaiknya Mencoba Memeluk Pohon

Memeluk pohon bukan kegiatan rumit. Tidak perlu alat, biaya, atau keahlian khusus. Anda hanya perlu mencari pohon yang terasa nyaman, berdiri dekat, dan biarkan diri Anda bersandar atau memeluk batangnya selama beberapa saat.

Banyak orang melaporkan perasaan damai, bahagia, bahkan terharu setelah melakukannya. Ini bukan hal mistis, melainkan hasil nyata dari tubuh yang akhirnya kembali selaras dengan lingkungan alaminya.

Selain manfaat pribadi, memeluk pohon juga mengingatkan kita akan rasa syukur dan keterhubungan. Pohon adalah simbol kesabaran dan keteguhan; mereka tumbuh perlahan, menopang kehidupan di sekitarnya tanpa pamrih. 

Saat kita memeluk mereka, kita juga belajar tentang ketenangan, keseimbangan, dan empati terhadap bumi yang menjadi rumah bersama.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Telur Ayam Bahagia Penuh Gizi, Hasil Ketulusan Perempuan KWT Sumber Rejeki

Telur Ayam Bahagia Penuh Gizi, Hasil Ketulusan Perempuan KWT Sumber Rejeki

Your Say | Senin, 10 November 2025 | 17:20 WIB

DPD RI Gaungkan Gerakan Green Democracy Lewat Fun Walk dan Penanaman Pohon Damar

DPD RI Gaungkan Gerakan Green Democracy Lewat Fun Walk dan Penanaman Pohon Damar

News | Minggu, 09 November 2025 | 18:37 WIB

Mata Lelah, Pikiran Kacau? Mungkin Kamu Butuh Digital Detox

Mata Lelah, Pikiran Kacau? Mungkin Kamu Butuh Digital Detox

Your Say | Minggu, 09 November 2025 | 15:38 WIB

Terkini

Ketika Olahraga Jadi Cara untuk Mengenalkan Sustainability

Ketika Olahraga Jadi Cara untuk Mengenalkan Sustainability

Lifestyle | Selasa, 23 Juni 2026 | 22:50 WIB

Cara Mengatasi Pompa Air Bunyi Cetak-Cetek agar Tak Boros Listrik

Cara Mengatasi Pompa Air Bunyi Cetak-Cetek agar Tak Boros Listrik

Lifestyle | Selasa, 23 Juni 2026 | 21:00 WIB

5 Tips Menata Dompet Menurut Feng Shui agar Rezeki Mengalir Lancar

5 Tips Menata Dompet Menurut Feng Shui agar Rezeki Mengalir Lancar

Lifestyle | Selasa, 23 Juni 2026 | 20:40 WIB

Lipstik Pink yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Pilihan Cocok untuk Kulit Sawo Matang

Lipstik Pink yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Pilihan Cocok untuk Kulit Sawo Matang

Lifestyle | Selasa, 23 Juni 2026 | 20:23 WIB

4 Contoh Sepatu Skechers Berbahan Kulit Babi, Konsumen Muslim Wajib Cek Deskripsi Produk

4 Contoh Sepatu Skechers Berbahan Kulit Babi, Konsumen Muslim Wajib Cek Deskripsi Produk

Lifestyle | Selasa, 23 Juni 2026 | 20:05 WIB

Krim Kelly untuk Usia Berapa Sebenarnya? Intip Kandungan Skincare Legendaris Ini

Krim Kelly untuk Usia Berapa Sebenarnya? Intip Kandungan Skincare Legendaris Ini

Lifestyle | Selasa, 23 Juni 2026 | 20:04 WIB

4 Basic Skincare Wardah untuk Meredakan Kemerahan dan Jerawat, Lengkap dengan Review Pembeli

4 Basic Skincare Wardah untuk Meredakan Kemerahan dan Jerawat, Lengkap dengan Review Pembeli

Lifestyle | Selasa, 23 Juni 2026 | 19:57 WIB

4 Pompa Air Tidak Berisik dan Hemat Listrik, Cocok untuk Penghuni Perumahan

4 Pompa Air Tidak Berisik dan Hemat Listrik, Cocok untuk Penghuni Perumahan

Lifestyle | Selasa, 23 Juni 2026 | 19:42 WIB

3 Sampo Penghitam Rambut yang Dipuji Pengguna karena Ampuh Menutupi Uban

3 Sampo Penghitam Rambut yang Dipuji Pengguna karena Ampuh Menutupi Uban

Lifestyle | Selasa, 23 Juni 2026 | 19:31 WIB

5 Bedak Tabur yang Memberikan Efek Glowing di Wajah, Hasil Makeup Halus dan Natural

5 Bedak Tabur yang Memberikan Efek Glowing di Wajah, Hasil Makeup Halus dan Natural

Lifestyle | Selasa, 23 Juni 2026 | 19:25 WIB