Berantas Mafia Digital Musik, Playlist Music Ajak Revolusi Hak Cipta Lewat Cara Berbeda

Hairul Alwan Suara.Com
Senin, 17 November 2025 | 08:30 WIB
Berantas Mafia Digital Musik, Playlist Music Ajak Revolusi Hak Cipta Lewat Cara Berbeda
Richo Irfanto musisi asal Indramayu saat memantau aplikasi Playlist Music sebagai upaya memperjuangkan hak-hak digital di dunia seni musik. [Istimewa]
Baca 10 detik
  • Platform lokal Playlist Music muncul sebagai solusi radikal untuk melawan mafia digital yang merampas hak musisi daerah melalui penyediaan pasar lisensi resmi yang mudah.
  • Inisiatif ini dipicu oleh keprihatinan Triandika Yuniar (Richo) melihat seniman daerah, khususnya musik tarling Indramayu, tidak sejahtera meski karyanya viral.
  • Playlist Music akan rilis awal 2026 sebagai agregator distribusi yang menghubungkan kreator secara legal ke platform utama sekaligus menata ulang ekosistem digital.

Suara.com - Di tengah maraknya 'mafia digital' yang merampas hak para musisi daerah, sebuah platform lokal bernama Playlist Music muncul dengan pendekatan yang radikal.

Alih-alih hanya berfokus memblokir para pembajak, Playlist Music justru membangun sebuah 'pasar sah' di mana para musisi cover bisa mendapatkan lisensi resmi secara mudah dan transparan.

Menghadirkan Playlist Music adalah sebuah cara cerdas untuk 'membunuh' bisnis para mafia digital dengan memotong sumber pendapatan utama mereka, para pembuat konten ilegal.

Lahir dari Keprihatinan

Ide ini bukan datang dari ruang hampa, melainkan dari realitas pahit yang menimpa para seniman, terutama di kancah musik tarling Indramayu.

Owner PT Musicplus Media Indonesia, Triandika Yuniar (Richo), menyaksikan sendiri bagaimana karya-karya yang viral justru tidak menyejahterakan penciptanya.

"Saya pernah datang ke rumah seorang pencipta lagu di Indramayu. Karyanya fenomenal, tapi kondisi rumahnya sangat memprihatinkan," kata Richo.

Ia mengaku banyak menemukan pencipta dan artis kebingungan, sementara ada pihak yang tak bertanggung jawab yang mengambil keuntungan.

"Pencipta bingung, artisnya bingung, sementara yang menikmati justru mafia digital," sambungnya.

Baca Juga: Prinsip 26 Tahun Rocket Rockers Tampil Organik: Sequencer Cuma Buat Kaum Lemah!

"Padahal yang mengambil itu mafia digital. Mereka bekerja berkelompok, mendownload audio, mendaftarkan ke platform luar, lalu menikmati AdSense. Seniman tidak dapat apa-apa," ujarnya.

Membangun Jembatan Legal, Bukan Sekadar Tembok

Inilah yang menjadi keunikan dari Playlist Music. Platform ini tidak hanya berfungsi sebagai 'tembok' pelindung, tetapi juga sebagai 'jembatan' yang menghubungkan para kreator secara legal.

"Ia menjelaskan, playlist music hadir sebagai agregator distribusi musik yang terhubung langsung dengan Spotify, TikTok, YouTube, Langit Musik, dan platform musik lainnya. Di aplikasi ini, artis, pencipta, peng cover, hingga produser bisa membuat akun sendiri," paparnya.

Kata dia, prosesnya dibuat sangat sederhana, jika seorang produser ingin membuat ulang lagu artis tertentu, tinggal memilih lagu yang ada di aplikasi, kemudian checkout dan membayar melalui payment gateway, setelah itu menerima lisensi resmi.

"Dengan cara ini, musisi yang ingin meng-cover lagu viral pun bisa bekerja sama secara legal dengan artis atau pencipta, meski tanpa biaya besar," Yang terpenting, semua tercatat dan transparan.

"Semua transparan. Royalti dan lisensi langsung masuk ke pencipta," tegas Richo.

Gerakan Advokasi untuk Menata Ekosistem

Bagi Richo, ini bukan sekadar aplikasi, melainkan sebuah gerakan untuk menata ulang ekosistem musik digital Indonesia yang carut marut.

“Kita di dunia digital saja belum rapi. Orang memakai tarling seenaknya tanpa membayar hak moral dan hak ekonomi. Melalui Playlist Music, kami ingin menertibkan ekosistem itu,” ujarnya.

Dengan menyediakan jalur legal yang mudah dan terjangkau, platform ini secara otomatis membuat jalur ilegal menjadi tidak menarik lagi. Di saat yang sama, ia juga berfungsi sebagai benteng digital.

"Begitu musisi terverifikasi di Playlist Music, karya mereka terlindungi secara global," mencegah pendaftaran ulang oleh para mafia.

Direncanakan akan rilis pada awal 2026, Playlist Music tidak hanya akan menjadi platform, tetapi juga akan aktif melakukan edukasi hingga ke level musisi paling rentan seperti pemain organ tunggal.

"Tujuan kami jelas: mengadvokasi seniman. Hak digital harus dipenuhi. Royalti harus jelas. Semua harus legal," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Hoki Kamu? Cek Peruntungan Shiomu di Tahun Kuda Api 2026
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Tipe Wanita Alpha, Sigma, Beta, Delta, Gamma, atau Omega?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Motor Impian Paling Pas dengan Gaya Hidup, Apakah Sudah Sesuai Isi Dompetmu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Transformasi Geometri dan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Bisa Ganti Pekerjaan, Apa Profesi Paling Pas Buat Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Tipe Traveler Macam Apa Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI