Once Ungkap Sejarah Kelam Royalti Musik di Indonesia, dari Amarah Musisi Dunia dan Bencana Kelaparan

Sumarni, Adiyoga Priyambodo

Senin, 17 November 2025 | 13:19 WIB
Once Ungkap Sejarah Kelam Royalti Musik di Indonesia, dari Amarah Musisi Dunia dan Bencana Kelaparan
Anggota DPR terpilih masa bakti 2024-2029 dari PDI Perjuangan Once Mekel saat tiba di Gedung Nusantara untuk mengikuti pelantikan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (1/10/2024). [Suara.com/Alfian Winanto]
baca 10 detik
  • Sistem royalti musik di Indonesia lahir akibat tekanan internasional, terutama setelah insiden Live Aid 1985 dan ketiadaan royalti dari Indonesia untuk korban kelaparan Ethiopia.

  • Indonesia tertinggal dalam perlindungan hak cipta, karena tidak meratifikasi Konvensi Bern pasca-kemerdekaan untuk mempermudah adopsi teknologi dan seni luar negeri.

  • YKCI didirikan pada 1990 sebagai lembaga kolektif manajemen pertama untuk mengatur royalti musik secara terstruktur di Indonesia.

Suara.com - Musisi yang kini menjadi anggota Badan Legislasi (Baleg) DPR RI, Once Mekel, menguliti sejarah kelam pembentukan sistem royalti musik di Indonesia yang ternyata lahir dari amarah para musisi dunia.

Dalam sebuah rapat dengar pendapat di parlemen belum lama ini, Once mengungkap bahwa sistem ini tidak lahir dari kesadaran internal, melainkan akibat tekanan internasional yang dipicu oleh tragedi kelaparan di Ethiopia pada era 80-an.

Lelaki bernama lengkap Elfonda Mekel itu memulai paparannya dengan menekankan betapa pentingnya hak cipta sebagai fondasi kemajuan sebuah bangsa.

Menurutnya, negara-negara adidaya bisa mencapai kemajuan pesat karena mereka lebih dulu menghargai dan melindungi karya intelektual.

"Kalau kita belajar dari sejarah negara-negara maju, mereka maju pertama kali karena hak ciptanya," ujar Once Mekel.

Ia kemudian memaparkan betapa jauhnya ketertinggalan Indonesia dalam urusan ini, dengan menyoroti Konvensi Bern tahun 1886 sebagai standar perlindungan hak cipta internasional yang sudah ada sejak lama.

Once menyebut, Indonesia secara sadar tidak meratifikasi konvensi tersebut selepas kemerdekaan dengan tujuan strategis, yakni agar bisa leluasa mengadopsi teknologi dan seni dari luar negeri tanpa terbebani kewajiban membayar royalti.

Sebuah ironi kemudian ia tunjukkan, saat para pemuda Indonesia mengikrarkan Sumpah Pemuda pada tahun 1928, di belahan dunia lain para seniman sudah merevisi Konvensi Bern untuk memasukkan perlindungan hak bagi para penampil (performers).

"Bayangkan, saat kita berjuang untuk Sumpah Pemuda, mereka sudah meratifikasi, mereka sudah bikin revisi dari konvensi sebelumnya," tuturnya.

baca juga

Puncak dari sejarah kelam ini, menurut Once, terjadi pada pertengahan dekade 80-an, yang ia sebut memiliki kaitan erat antara bencana kelaparan dan royalti.

Anggota DPR terpilih masa bakti 2024-2029 dari PDI Perjuangan Once Mekel saat tiba di Gedung Nusantara untuk mengikuti pelantikan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (1/10/2024). [Suara.com/Alfian Winanto]
Anggota DPR terpilih masa bakti 2024-2029 dari PDI Perjuangan Once Mekel saat tiba di Gedung Nusantara untuk mengikuti pelantikan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (1/10/2024). [Suara.com/Alfian Winanto]

Ia merujuk pada konser amal legendaris "Live Aid" dan lagu "We Are the World" pada 1985 yang digagas musisi dunia untuk menggalang dana bagi korban kelaparan parah di Ethiopia, di mana rekaman konser dan lagunya disebarluaskan ke seluruh dunia.

Namun, terungkap bahwa dari pemutaran dan penjualan karya amal tersebut di Indonesia, tidak ada sepeser pun aliran dana royalti yang disetorkan untuk membantu para korban.

"Diketahui tidak ada aliran royalti dari Indonesia. Maka dunia musik, dunia, marah-marah sama Indonesia," tegas Once.

Amarah dan tekanan dari komunitas musik internasional inilah yang akhirnya "memaksa" Indonesia untuk mulai serius membangun sistem royalti yang lebih terstruktur.

Alhasil, pada tahun 1990, lahirlah lembaga kolektif manajemen pertama di Indonesia, yaitu Yayasan Karya Cipta Indonesia (YKCI), yang didirikan oleh Candra Darusman dan Enteng Tanamal.

"Baru tahun 1990-an," pungkasnya, menandakan betapa mudanya usia kesadaran akan royalti di tanah air.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Awas Kena Sanksi! Remix Potongan Film Jadi Parodi di Medsos Ternyata Pelanggaran Hak Cipta

Awas Kena Sanksi! Remix Potongan Film Jadi Parodi di Medsos Ternyata Pelanggaran Hak Cipta

Entertainment | Senin, 17 November 2025 | 12:18 WIB

Bukan Ari Lasso, Ahmad Dhani Sebut Puncak Kejayaan Dewa 19 Ada di Era Once Mekel

Bukan Ari Lasso, Ahmad Dhani Sebut Puncak Kejayaan Dewa 19 Ada di Era Once Mekel

Entertainment | Senin, 17 November 2025 | 11:59 WIB

Piyu Padi: Minta Izin Nyanyikan Lagu Ada di UU Hak Cipta Baru, Bukan Gimik

Piyu Padi: Minta Izin Nyanyikan Lagu Ada di UU Hak Cipta Baru, Bukan Gimik

Entertainment | Rabu, 12 November 2025 | 14:18 WIB

Curhat Judika di DPR Soal Kisruh Royalti: Harus Sama-Sama Diskusi, Bukan Debat

Curhat Judika di DPR Soal Kisruh Royalti: Harus Sama-Sama Diskusi, Bukan Debat

Entertainment | Rabu, 12 November 2025 | 13:49 WIB

Once Mekel Soroti Sengketa Royalti Lagu, Hak Pencipta dan Publik Harus Seimbang

Once Mekel Soroti Sengketa Royalti Lagu, Hak Pencipta dan Publik Harus Seimbang

Entertainment | Rabu, 12 November 2025 | 12:10 WIB

Ariel NOAH: Masih Ada Penyanyi Disomasi Saat Nyanyikan Lagunya Sendiri, Legendaris Lagi

Ariel NOAH: Masih Ada Penyanyi Disomasi Saat Nyanyikan Lagunya Sendiri, Legendaris Lagi

Entertainment | Rabu, 12 November 2025 | 07:00 WIB

Terkini

Tantang Thailand di Final FIFA ASEAN Cup 2026, Herdman dan Mitchell Baker Kompak Kirim Ancaman

Tantang Thailand di Final FIFA ASEAN Cup 2026, Herdman dan Mitchell Baker Kompak Kirim Ancaman

Bola | Kamis, 01 Oktober 2026 | 23:50 WIB

Gagal Tragis ke Final FIFA ASEAN Cup 2026, Malaysia Fitnah Timnas Indonesia

Gagal Tragis ke Final FIFA ASEAN Cup 2026, Malaysia Fitnah Timnas Indonesia

Bola | Kamis, 01 Oktober 2026 | 23:42 WIB

Bukan Sekedar Indonesia Menang 9-2, John Herdman Sebut Ada Sesuatu yang Spesial di SUGBK

Bukan Sekedar Indonesia Menang 9-2, John Herdman Sebut Ada Sesuatu yang Spesial di SUGBK

Bola | Kamis, 01 Oktober 2026 | 23:27 WIB

Tak Harus Mulai dari Nol, Ini Cara Cari Penghasilan Tambahan Menurut Financial Planner

Tak Harus Mulai dari Nol, Ini Cara Cari Penghasilan Tambahan Menurut Financial Planner

Lifestyle | Kamis, 01 Oktober 2026 | 23:24 WIB

Perluas Akses Kerja bagi Disabilitas, BRI Peduli Gelar Pelatihan dan Pemagangan

Perluas Akses Kerja bagi Disabilitas, BRI Peduli Gelar Pelatihan dan Pemagangan

Lampung | Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:56 WIB

Pratikno dan Listyo Sigit Kena Resuffle, Prabowo Disebut Bersih-bersih Orang Jokowi

Pratikno dan Listyo Sigit Kena Resuffle, Prabowo Disebut Bersih-bersih Orang Jokowi

Jogja | Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:56 WIB

BRI Peduli Sahabat Disabilitas Bekali Peserta dengan Pelatihan dan Kesempatan Pemagangan

BRI Peduli Sahabat Disabilitas Bekali Peserta dengan Pelatihan dan Kesempatan Pemagangan

Jakarta | Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Penipuan Modus Lama Ramai Kembali Beraksi, BRI Minta Nasabah Waspada

Penipuan Modus Lama Ramai Kembali Beraksi, BRI Minta Nasabah Waspada

Bisnis | Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Dorong Kesempatan Kerja Inklusif, BRI Peduli Sahabat Disabilitas Kembali Digelar

Dorong Kesempatan Kerja Inklusif, BRI Peduli Sahabat Disabilitas Kembali Digelar

Jatim | Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:52 WIB

Arab Saudi Gandeng Malaysia dan Brunei Kembangkan Kawasan Makkah dan Madinah

Arab Saudi Gandeng Malaysia dan Brunei Kembangkan Kawasan Makkah dan Madinah

News | Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:52 WIB

×