5 Ciri Sepatu Lari yang Sebenarnya Tidak Boleh Dipakai untuk Jalan Kaki Lansia, Jangan Asal Pilih

Yasinta Rahmawati

Sabtu, 03 Januari 2026 | 15:50 WIB
5 Ciri Sepatu Lari yang Sebenarnya Tidak Boleh Dipakai untuk Jalan Kaki Lansia, Jangan Asal Pilih
Ilustrasi - Lansia jalan kaki. (Freepik)
baca 10 detik
  • Lansia memerlukan sepatu jalan yang fokus pada stabilitas, cengkeraman kuat, serta kemudahan pemakaian.
  • Sepatu lari tidak ideal untuk lansia karena perbedaan biomekanik antara lari dan jalan kaki.
  • Berikut ciri sepatu lari yang sebaiknya tidak digunakan oleh lansia.

Suara.com - Saat ingin membelikan sepatu untuk orang tua, kita sering kali langsung menuju rak "Running Shoes" dengan anggapan bahwa sepatu lari adalah kasta tertinggi dalam hal kenyamanan dan teknologi bantalan.

Namun, bagi lansia yang berumur 60 tahun ke atas, menggunakan sepatu lari untuk aktivitas jalan kaki harian justru bisa menjadi bumerang.

Secara biomekanik, gerakan lari (running) dan jalan kaki (walking) sangatlah berbeda. Salah memilih sepatu bukan hanya soal kaki pegal, tapi bisa meningkatkan risiko jatuh yang fatal bagi lansia.

Agar tidak salah investasi, berikut adalah 5 ciri sepatu lari yang sebaiknya tidak digunakan oleh lansia untuk aktivitas jalan kaki:

1. Memiliki Bantalan "Super Foam" yang Terlalu Tinggi (Max Cushion)

Saat ini sedang tren sepatu lari dengan sol sangat tebal dan empuk seperti awan. Bagi pelari muda, ini membantu meredam benturan. Namun bagi lansia, bantalan yang terlalu tebal dan "mental" justru menghilangkan ground feel (sensasi menyentuh tanah).

Lansia membutuhkan stabilitas. Bantalan yang terlalu empuk dan tinggi membuat pijakan menjadi goyah, mirip seperti berjalan di atas kasur busa. Ini sangat berbahaya karena bisa memicu hilangnya keseimbangan dan risiko terkilir.

Ilustrasi sepatu nyaman untuk lansia. (Google AI Studio)
Ilustrasi sepatu nyaman untuk lansia. (Google AI Studio)

2. Desain Sol yang Melengkung Ekstrem (Rocker Geometry)

Banyak sepatu lari modern didesain dengan bentuk sol yang melengkung ke atas di bagian depan dan belakang (rocker shape). Tujuannya adalah untuk "memaksa" pelari terus maju ke depan dengan transisi cepat.

baca juga

Bagi orang tua yang kecepatan jalannya sudah melambat, desain ini justru bisa membuat mereka merasa seperti "terdorong" ke depan sebelum siap melangkah. Ketidakstabilan ini sering kali memicu rasa pusing atau perasaan tidak aman saat menapak di permukaan yang tidak rata.

3. Menggunakan Teknologi Karbon (Carbon Plate)

Sepatu lari kelas atas biasanya dilengkapi dengan pelat karbon di dalamnya untuk meningkatkan kecepatan. Sepatu jenis ini biasanya sangat kaku dan tidak fleksibel.

Jalan kaki membutuhkan sepatu yang bisa menekuk secara alami mengikuti gerakan bola kaki. Jika sepatu terlalu kaku (seperti sepatu lari profesional), otot kaki lansia akan bekerja jauh lebih keras hanya untuk menekuk sepatu, yang berujung pada nyeri betis dan kelelahan otot yang prematur.

4. Bagian Tumit yang Terlalu Sempit dan Tidak Stabil

Sepatu lari seringkali didesain ramping untuk aerodinamika. Padahal, lansia membutuhkan heel counter (bagian belakang sepatu) yang kokoh dan lebar untuk menopang tumit agar tidak bergeser ke kanan atau kiri.

Sepatu jalan kaki yang baik untuk lansia harus memiliki dasar sol yang cukup lebar di bagian tumit dan tengah. Jika solnya terlalu ramping (seperti sepatu lari jarak jauh), risiko kaki "melintir" saat menginjak batu atau trotoar yang miring akan jauh lebih besar.

5. Bagian Atas (Upper) yang Terlalu Tipis dan Lentur

Sepatu lari performance biasanya menggunakan bahan mesh yang sangat tipis demi mengejar bobot ringan dan sirkulasi udara. Sayangnya, bahan yang terlalu lentur ini tidak memberikan dukungan lateral (samping) yang cukup.

Kaki lansia sering kali membutuhkan "pegangan" yang lebih mantap dari struktur sepatu untuk mencegah kaki bergeser di dalam sepatu. Bahan yang terlalu lemas bisa membuat kaki tidak stabil di dalam, yang pada jangka panjang menyebabkan nyeri pada persendian pergelangan kaki.

Lalu, Sepatu Seperti Apa yang Dibutuhkan Lansia?

Pilihlah sepatu yang secara spesifik diberi label "Walking Shoes". Ciri utamanya adalah:

  1. Stabilitas: Memiliki sol yang lebih rata dan lebar untuk keseimbangan maksimal.
  2. Flexibility: Mudah ditekuk di bagian depan (bola kaki), bukan di tengah.
  3. Traction: Sol bawah yang memiliki daya cengkram kuat (anti-slip) untuk mencegah terpeleset.
  4. Easy Entry: Disarankan model slip-on atau yang menggunakan perekat (velcro) agar lansia tidak kesulitan membungkuk untuk mengikat tali.

Memberikan sepatu terbaik untuk orang tua perlu memastikan bahwa fungsi mengalahkan gaya, karena kesehatan dan keselamatan langkah mereka adalah prioritas utama. Sebelum membeli, mintalah orang tua untuk mencoba dan pastikan mereka merasa nyaman melangkah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

5 Rekomendasi Sepatu Mirip Puma Speedcat Ballet Versi Lebih Murah Rp100 Ribuan

5 Rekomendasi Sepatu Mirip Puma Speedcat Ballet Versi Lebih Murah Rp100 Ribuan

Lifestyle | Sabtu, 03 Januari 2026 | 13:22 WIB

5 Sepatu Nike Ori Diskon hingga 75 Persen di JD Sports, Harga Promo Jadi Rp300 Ribuan

5 Sepatu Nike Ori Diskon hingga 75 Persen di JD Sports, Harga Promo Jadi Rp300 Ribuan

Lifestyle | Jum'at, 02 Januari 2026 | 16:21 WIB

Apa Perbedaan Sepatu Lari dan Sepatu Jalan Kaki? Ini 6 Rekomendasi Terbaiknya

Apa Perbedaan Sepatu Lari dan Sepatu Jalan Kaki? Ini 6 Rekomendasi Terbaiknya

Lifestyle | Sabtu, 03 Januari 2026 | 07:15 WIB

5 Sepatu Trekking Lokal Vibes Salomon Ori, Produk Dalam Negeri Kualitas Jempolan

5 Sepatu Trekking Lokal Vibes Salomon Ori, Produk Dalam Negeri Kualitas Jempolan

Lifestyle | Sabtu, 03 Januari 2026 | 08:15 WIB

Terkini

Jakarta Sering Disalahkan, Studi Terbaru ITB Bongkar Penyebab Asli Polusi Jabodetabek

Jakarta Sering Disalahkan, Studi Terbaru ITB Bongkar Penyebab Asli Polusi Jabodetabek

Bekaci | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 15:27 WIB

Deretan Musisi Ramaikan wondrX 2026 di ICE BSD

Deretan Musisi Ramaikan wondrX 2026 di ICE BSD

Entertainment | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 15:21 WIB

Penetrasi KUR BRI Sukses Dongkrak Literasi Keuangan Warga Pelosok Desa

Penetrasi KUR BRI Sukses Dongkrak Literasi Keuangan Warga Pelosok Desa

Bri | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 15:20 WIB

Ulasan First Love: Ketika Cinta Pertama Menemukan Jalan Pulang

Ulasan First Love: Ketika Cinta Pertama Menemukan Jalan Pulang

Your Say | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 15:20 WIB

3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim

3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim

Lifestyle | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 15:15 WIB

Sandy Walsh Blak-blakan Jelang Kick Off Super League, Senggol 4 Pemain Persib Ini

Sandy Walsh Blak-blakan Jelang Kick Off Super League, Senggol 4 Pemain Persib Ini

Bola | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 15:15 WIB

OTT Rektor Unsoed Bongkar Bobroknya Kampus, Otonomi PTN Tanpa Pengawasan Ketat Jadi Sarang Korupsi

OTT Rektor Unsoed Bongkar Bobroknya Kampus, Otonomi PTN Tanpa Pengawasan Ketat Jadi Sarang Korupsi

News | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 15:10 WIB

Masifnya Penyaluran KUR BRI Ciptakan Lapangan Kerja Baru di Daerah

Masifnya Penyaluran KUR BRI Ciptakan Lapangan Kerja Baru di Daerah

Bri | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 15:08 WIB

Lenovo Pasok Mesin Esports World Cup 2026, dari PC Legion hingga Laptop Layar Gulung

Lenovo Pasok Mesin Esports World Cup 2026, dari PC Legion hingga Laptop Layar Gulung

Tekno | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 15:05 WIB

Kalimantan Kembali Terbakar, Malaysia Mulai Terganggu: Hantu Krisis Asap 1998 Muncul Lagi

Kalimantan Kembali Terbakar, Malaysia Mulai Terganggu: Hantu Krisis Asap 1998 Muncul Lagi

News | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 15:00 WIB

×