Apa Itu Infus D5? Viral Kemasannya Diduga Dipakai Jual Matcha di Bali

Ruth Meliana

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:51 WIB
Apa Itu Infus D5? Viral Kemasannya Diduga Dipakai Jual Matcha di Bali
Apa Itu Infus D5 (TikTok/buba_tea_bali)

Suara.com - Beberapa hari terakhir, jagat media sosial di Indonesia kembali diramaikan oleh tren kuliner yang cukup mencuri perhatian, yaitu minuman matcha disajikan dalam wadah mirip kantong infus dengan label “D5 Dextrose monohydrate”.

Tren ini lantas menjadi viral di platform seperti X dan TikTok karena tampilannya yang unik sekaligus memicu kekhawatiran banyak netizen. Video dan foto yang beredar menampilkan matcha kemasan infus medis lengkap dengan selang dan skala takaran.

Hal yang membuat warganet terkejut adalah adanya label “D5 Dextrose monohydrate” dan nama perusahaan alat kesehatan pada kemasan tersebut. Hal tersebut mirip persis dengan kantong infus yang biasa dipakai di rumah sakit.

Bahkan beberapa netizen mempertanyakan dari mana asal kemasan infus itu didapatkan, apakah itu benar-benar produk medis asli atau hanya gimik marketing semata.

Respons Pihak Produsen Alat Kesehatan

Menanggapi viralnya gambar tersebut, PT Otsuka Indonesia secara resmi menyampaikan bahwa produk minuman matcha tersebut bukan berasal dari mereka, meskipun label pada kemasan menggunakan nama PT Otsuka. 

Perusahaan menegaskan bahwa kemasan yang dipakai itu bukan produk resmi mereka, dan segala risiko yang muncul akibat konsumsi atau penggunaan kemasan tersebut bukan tanggung jawab mereka.

Mereka juga menduga adanya penyalahgunaan merek dan kemasan medis pada produk minuman tersebut.

Apa Arti “D5 Dextrose Monohydrate”?

Istilah D5 sering kali digunakan dalam dunia medis sebagai singkatan dari larutan glukosa 5% dalam air untuk infus intravena.

Larutan ini berisi gula sederhana (dextrose) yang dilarutkan ke dalam air steril, dan lazim dipakai untuk membantu pasien yang membutuhkan asupan cairan atau untuk membantu menangani kondisi tertentu seperti hipoglikemia (kadar gula darah rendah). 

baca juga

Namun penting dicatat bahwa larutan infus ini hanya untuk penggunaan medis di bawah pengawasan tenaga kesehatan, dan bukan produk konsumsi umum seperti minuman ringan.

Lantas, Kenapa Banyak Netizen Khawatir?

Kontroversi ini tidak sekadar soal estetika kemasan. Beberapa tenaga kesehatan dan warganet mengangkat sejumlah kekhawatiran penting, di antaranya: 

1. Asal-usul Kemasan Infus

Publik mempertanyakan apakah kemasan tersebut benar-benar produk medis bekas pakai yang di-reuse (keselamatan dan kebersihan meragukan), atau hanya custom packaging yang meniru bentuk infus. Kedua kemungkinan itu sama-sama menimbulkan pertanyaan mengenai keamanan dan higiene. 

2. Label “D5” dan Nama Perusahaan

Munculnya label medis asli di wadah minuman tanpa klarifikasi menimbulkan kebingungan dan potensi salah kaprah di kalangan konsumen. 

3. Tidak Dirancang untuk Makanan & Minuman

Kantong infus medis dibuat untuk tujuan klinis dan bukan sebagai wadah makanan atau minuman konsumsi. Materialnya belum tentu food-grade serta tidak diuji aman untuk kontak langsung dengan minuman. 

Risiko Potensial: Bukan Sekadar Gimik Estetika

Banyak komentar dari tenaga kesehatan yang menekankan bahwa tren ini bukan tanpa risiko. Mereka mengingatkan masyarakat bahwa penggunaan kemasan atau material yang tidak dirancang untuk makanan bisa menimbulkan:

  • Kontaminasi mikroba jika wadah itu bekas dari penggunaan medis sebelumnya.
  • Bahaya bahan kimia jika plastik medis yang tidak food-grade bersentuhan langsung dengan minuman.
  • Salah paham tentang “isi” kemasan yang menggunakan istilah medis, sehingga konsumen bisa salah kaprah tentang kandungan yang sebenarnya.

Praktik “medical aesthetic” di industri makanan dan minuman memang semakin populer, tetapi batas antara inovasi dan tanggung jawab keselamatan konsumen perlu selalu dijaga.

Fenomena matcha yang dikemas mirip infus dengan label “D5” menjadi viral bukan hanya karena tampilannya yang unik, tetapi juga karena memicu kekhawatiran soal keamanan dan etika penggunaan kemasan medis untuk produk konsumsi. Bagaimana menurut pendapat Anda?

Kontributor : Rishna Maulina Pratama

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dari Ejekan Jadi Rezeki, Patung Macan Putih Kediri Jadi Wisata Dadakan

Dari Ejekan Jadi Rezeki, Patung Macan Putih Kediri Jadi Wisata Dadakan

Foto | Selasa, 06 Januari 2026 | 11:00 WIB

Dikira Maling, Pria Mabuk yang Panjat Atap Rumah Warga di Pancoran Ternyata Hanya...

Dikira Maling, Pria Mabuk yang Panjat Atap Rumah Warga di Pancoran Ternyata Hanya...

News | Senin, 05 Januari 2026 | 13:11 WIB

Hina Penumpang dengan Kata Kasar, Sopir Jaklingko di Jaktim Dipecat

Hina Penumpang dengan Kata Kasar, Sopir Jaklingko di Jaktim Dipecat

News | Sabtu, 03 Januari 2026 | 18:01 WIB

Terkini

Survei Global Catat Mayoritas Perusahaan Cari Alternatif VMware

Survei Global Catat Mayoritas Perusahaan Cari Alternatif VMware

Tekno | Kamis, 08 Oktober 2026 | 13:05 WIB

PDIP Semprot KPU Soal Ijazah Gibran: Komisioner Bermasalah Jangan Maju Lagi

PDIP Semprot KPU Soal Ijazah Gibran: Komisioner Bermasalah Jangan Maju Lagi

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 13:04 WIB

Temukan Sederet Pelanggaran Higienitas di 88 Seoul, Pemkot Bandung Isyaratkan Sanksi Penutupan

Temukan Sederet Pelanggaran Higienitas di 88 Seoul, Pemkot Bandung Isyaratkan Sanksi Penutupan

Jabar | Kamis, 08 Oktober 2026 | 13:00 WIB

Jeda dari Media Sosial: Kita Tetap Baik-baik Saja Tanpa Update Setiap Hari

Jeda dari Media Sosial: Kita Tetap Baik-baik Saja Tanpa Update Setiap Hari

Your Say | Kamis, 08 Oktober 2026 | 13:00 WIB

Kabut Asap Tak Hanya Ganggu Belajar, Anak-anak di Pekanbaru Terserang Demam

Kabut Asap Tak Hanya Ganggu Belajar, Anak-anak di Pekanbaru Terserang Demam

Riau | Kamis, 08 Oktober 2026 | 12:55 WIB

Dua Kernet Bus Ditangkap Usai Diduga Keroyok dan Tusuk Calon Penumpang di Serang

Dua Kernet Bus Ditangkap Usai Diduga Keroyok dan Tusuk Calon Penumpang di Serang

Banten | Kamis, 08 Oktober 2026 | 12:52 WIB

Fenomena Information Overload: Terlalu Banyak Informasi, Terlalu Minim Jeda

Fenomena Information Overload: Terlalu Banyak Informasi, Terlalu Minim Jeda

Your Say | Kamis, 08 Oktober 2026 | 12:50 WIB

Rumah di Kompleks TNI AD Cijantung Ternyata Jadi Sarang Judi Online, 11 Orang Diseret

Rumah di Kompleks TNI AD Cijantung Ternyata Jadi Sarang Judi Online, 11 Orang Diseret

Bekaci | Kamis, 08 Oktober 2026 | 12:50 WIB

Nusron Dapat Peringatan dari KPK: Sebagai Pejabat Hendaknya Menjadi Teladan dalam Bernegara

Nusron Dapat Peringatan dari KPK: Sebagai Pejabat Hendaknya Menjadi Teladan dalam Bernegara

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 12:49 WIB

Vietnam Gagal Total di FIFA ASEAN Cup 2026, Kim Sang-sik Pasang Badan

Vietnam Gagal Total di FIFA ASEAN Cup 2026, Kim Sang-sik Pasang Badan

Bola | Kamis, 08 Oktober 2026 | 12:48 WIB

×