- Banyak orang tergiur membeli emas karena yakin mendapatkan keuntungan dan cocok untuk dijadikan investasi jangka panjang.
- Padahal, ada waktu-waktu terbaik untuk membeli emas dan tak melulu saat harga turun.
- Ini sederet strategi untuk mengetahui kapan saat yang tepat untuk membeli emas agar cuan.
Suara.com - Harga emas yang terus naik, membuat banyak orang tergoda untuk membelinya. Bahkan, emas telah lama menjadi instrumen investasi favorit.
Namun, berkaca dari fenomena "demam emas" satu pertanyaan klasik yang sering muncul yakni "Kapan waktu terbaik membeli emas agar tidak rugi?".
Mayoritas meyakini bahwa waktu yang tepat membeli emas yakni ketika harganya turun sehingga berharap mendapatkan keuntungan besar saat menjualnya kembali.
Padahal sejatinya, ada strategi lainnya untuk memaksimalkan potensi keuntungan investasi emas di masa depan.
Jawaban mengenai pertanyaan kapan waktu terbaik untuk membeli emas agar tidak merugi, akan diulas dalam artikel ini. Simak penjelasannya agar lebih mantap saat membeli emas.

Waktu Terbaik Membeli Emas
1. Saat Punya Uang
Emas merupakan aset berharga yang memiliki nilai. Maka dari itu, perlu uang untuk membelinya entah untuk koleksi perhiasan maupun investasi.
Pastikan semua kebutuhan pokok sehari-hari terkucupi terlebih dahulu sebelum pergi ke toko emas. Dengan begitu, tidak akan menimbulkan kekhawatiran.
2. Ada Dana Lebih
Baca Juga: Emas Antam Melonjak Rp 34.000 Hari Ini, Cek Rincian Harganya
Waktu terbaik membeli emas yakni ketika memiliki dana lebih. Menunggu harga emas mencapai titik terendah sulit diprediksi, sehingga strategi paling aman adalah membeli secara rutin setiap bulan tanpa terlalu pusing memikirkan fluktuasi harian.
Dalam jangka panjang (5–10 tahun), kenaikan harga emas cenderung menutupi fluktuasi jangka pendek tersebut. Dengan membeli secara rutin dan memperhatikan siklus pasar, emas akan menjadi pelindung nilai kekayaan yang dapat diandalkan untuk masa depan.
3. Hindari FOMO "Demam Emas"
Hindari Fear of Missing Out (FOMO) ketika banyak orang membeli emas. Saat harga emas memecahkan rekor tertinggi dan semua orang membicarakannya, justru bukan waktu terbaik untuk membeli secara masif.
Belilah emas saat harga sedang terkoreksi (turun) dari titik puncaknya. Piliha toko atau lembaga terpecaya yang menjamin keaslian emas.
4. Pantau Periode April hingga Juni
Berdasarkan tren tahunan, harga emas sering kali mengalami stabilisasi atau penurunan pada periode April hingga Juni.
Para investor berpengalaman biasanya memanfaatkan kuartal kedua ini untuk menambah koleksi emas mereka sebelum harga kembali merangkak naik menjelang akhir tahun akibat tingginya permintaan untuk mahar pernikahan maupun hadiah hari raya.
5. Manfaatkan Saat Nilai Tukar Rupiah Menguat
Harga emas di Indonesia dipengaruhi oleh kurs Rupiah terhadap Dolar AS. Ketika kondisi ekonomi Amerika Serikat stabil dan nilai Dolar menguat, harga emas dunia cenderung bergerak berlawanan arah.
Jika pada saat yang sama ekonomi domestik kuat, ini bisa menjadi momen emas untuk membeli sebelum harga melambung kembali saat terjadi ketidakpastian ekonomi global.
6. Pantau Kondisi Geopolitik
Ketegangan geopolitik, seperti konflik antarnegara atau krisis politik dunia, biasanya memicu lonjakan harga emas karena investor berbondong-bondong mengamankan aset mereka.
Oleh karena itu, belilah emas saat situasi dunia relatif tenang. Ketika kondisi global stabil, harga emas cenderung lebih rendah dan menjadi kesempatan bagus untuk membelinya.