Tambang Emas Ilegal di Cigudeg Sulit Diberantas? Diduga Ada Cepu Bocorkan Razia Polisi

Andi Ahmad S

Kamis, 08 Januari 2026 | 00:32 WIB
Tambang Emas Ilegal di Cigudeg Sulit Diberantas? Diduga Ada Cepu Bocorkan Razia Polisi
Kapolres Bogor AKBP Wikha Ardilestanto [Tengah] [Andi Ahmad S/Suara.com]
baca 10 detik
  • Kolaborasi Antarinstansi Kapolres Bogor menegaskan bahwa pemberantasan tambang emas ilegal di Bogor Barat memerlukan sinergi antara kepolisian, TNI, kementerian, dan dukungan penuh dari seluruh lapisan masyarakat demi penegakan hukum maksimal.

  • Kendala Teknis Operasi Upaya pembongkaran tambang ilegal sering terkendala bocornya informasi serta lokasi di tengah hutan yang sulit dijangkau, sehingga saat petugas tiba, para pelaku biasanya sudah melarikan diri.

  • Dampak dan Risiko PETI Aktivitas pertambangan emas tanpa izin di wilayah Cigudeg sangat berbahaya karena mengabaikan standar keselamatan kerja, bahkan telah memakan korban jiwa akibat runtuhnya lubang tambang di lokasi tersebut.

Suara.com - Pemberantasan praktik Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) atau tambang ilegal di wilayah Bogor Barat, khususnya di Kecamatan Cigudeg, tampaknya masih menemui jalan terjal.

Kapolres Bogor, AKBP Wikha Ardilestanto, secara terbuka mengakui bahwa institusi kepolisian tidak bisa bekerja sendirian dalam menumpas aktivitas yang merusak lingkungan dan kerap menelan korban jiwa ini.

Dalam keterangannya kepada wartawan belum lama ini, Wikha menegaskan perlunya sinergi lintas sektoral yang kuat.

"Penegakannya tidak hanya dilakukan oleh Polres Bogor, namun kita berkoordinasi dengan TNI, kementerian juga sudah turun kesini, Mabes Polri," ungkap Wikha.

Fakta menarik sekaligus memprihatinkan terungkap dari pengakuan Kapolres. Upaya penegakan hukum seringkali terkendala oleh dugaan kebocoran informasi.

Wikha menceritakan pengalaman timnya saat melakukan penggerebekan ke beberapa lokasi PETI.

Parkiran Kendaraan Diduga Milik Aparat di Lokasi Gunung Guruh, Kampung Cirangsad, Desa Banyuwangi, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor, Jawa Barat [Andi Ahmad S/Suara.com]
Parkiran Kendaraan Diduga Milik Aparat di Lokasi Gunung Guruh, Kampung Cirangsad, Desa Banyuwangi, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor, Jawa Barat [Andi Ahmad S/Suara.com]

Uniknya, setiap kali petugas tiba di lokasi, area tambang yang biasanya sibuk mendadak sepi bak kota mati. Para penambang liar alias *gurandil* seolah sudah mengetahui kedatangan aparat jauh sebelumnya.

"Beberapa lokasi sudah kita datangi, sudah kita bongkar karena begitu kita datang rata-rata sudah dibersihkan orang-orangnya sudah tidak ada tinggal peralatannya," jelasnya.

Fenomena ini memunculkan spekulasi adanya cepu atau informan yang membocorkan rencana operasi kepada para pelaku tambang ilegal, sehingga mereka memiliki waktu untuk melarikan diri sebelum polisi tiba.

baca juga

Selain masalah kebocoran informasi, faktor geografis juga menjadi tantangan utama. Lokasi PETI umumnya berada di area terpencil, masuk jauh ke dalam hutan dengan akses yang sangat sulit dijangkau kendaraan taktis.

"Karena lokasinya biasanya masuk ke dalam hutan, tempat yang cukup jauh. Kita tidak hanya bisa dilakukan oleh Polres bogor namun dukungan dari semua pihak," tambah Wikha.

Isu PETI di Cigudeg bukan hal baru. Berdasarkan informasi yang dihimpun, aktivitas ini sudah sering memakan korban jiwa.
Lubang galian yang dibuat secara tradisional tanpa standar keselamatan kerja (K3) seringkali runtuh dan menimbun para pekerja di dalamnya.

Namun, iming-iming butiran emas seolah menutupi risiko maut tersebut. Kerusakan lingkungan akibat penggunaan merkuri dan potensi longsor juga menjadi bom waktu bagi warga sekitar.

Kontributor : Egi Abdul Mugni

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tor Monitor! Ini Daftar Saham IPO Paling Gacor di 2025

Tor Monitor! Ini Daftar Saham IPO Paling Gacor di 2025

Bisnis | Rabu, 31 Desember 2025 | 18:09 WIB

Detik-detik Puting Beliung di Bogor Terbangkan Sayap Pesawat 300 Meter hingga Timpa Rumah Warga

Detik-detik Puting Beliung di Bogor Terbangkan Sayap Pesawat 300 Meter hingga Timpa Rumah Warga

News | Selasa, 30 Desember 2025 | 13:35 WIB

Malam Tahun Baru 2026 Jalur Puncak Berlaku Car Free Night, Cek Jadwal Penyekatannya di Sini

Malam Tahun Baru 2026 Jalur Puncak Berlaku Car Free Night, Cek Jadwal Penyekatannya di Sini

News | Senin, 29 Desember 2025 | 00:00 WIB

Kejari Bogor Bidik Tambang Emas Ilegal, Isu Dugaan 'Beking' Aparat di Gunung Guruh Kian Santer

Kejari Bogor Bidik Tambang Emas Ilegal, Isu Dugaan 'Beking' Aparat di Gunung Guruh Kian Santer

News | Jum'at, 26 Desember 2025 | 21:34 WIB

Kejari Bogor Musnahkan 5 Kilogram Keripik Pisang Bercampur Narkotika

Kejari Bogor Musnahkan 5 Kilogram Keripik Pisang Bercampur Narkotika

News | Selasa, 23 Desember 2025 | 20:47 WIB

5 Fakta Mengejutkan di Balik Penemuan Punden Berundak Raksasa di Cibalay Bogor

5 Fakta Mengejutkan di Balik Penemuan Punden Berundak Raksasa di Cibalay Bogor

Lifestyle | Selasa, 23 Desember 2025 | 16:50 WIB

Terkini

BEM Persatuan se-DKI Ajak AMPB Jaga Ruang Demokrasi Jelang Aksi di DPR

BEM Persatuan se-DKI Ajak AMPB Jaga Ruang Demokrasi Jelang Aksi di DPR

News | Senin, 24 Agustus 2026 | 22:39 WIB

Situasi Terbaru Bukit Serelo Lahat Terbakar, Karhutla Diperkirakan Capai 350 Hektar

Situasi Terbaru Bukit Serelo Lahat Terbakar, Karhutla Diperkirakan Capai 350 Hektar

Sumsel | Senin, 24 Agustus 2026 | 22:39 WIB

Program KPR Renovasi BRI, Ketentuan Suku Bunga Ringan dan Tenor Panjang

Program KPR Renovasi BRI, Ketentuan Suku Bunga Ringan dan Tenor Panjang

Bisnis | Senin, 24 Agustus 2026 | 22:26 WIB

Dari Kebab ke QRIS, Cerita Farhan Kebab Tumbuh Bersama Bank Sumsel Babel

Dari Kebab ke QRIS, Cerita Farhan Kebab Tumbuh Bersama Bank Sumsel Babel

Sumsel | Senin, 24 Agustus 2026 | 22:22 WIB

Amnesty International Soroti Kemunduran Demokrasi: Banyak Partai, tapi Suaranya Satu

Amnesty International Soroti Kemunduran Demokrasi: Banyak Partai, tapi Suaranya Satu

News | Senin, 24 Agustus 2026 | 22:21 WIB

Panas Bumi Jadi Andalan Transisi Energi, Pemerintah Dorong Pemanfaatannya Lebih Cepat

Panas Bumi Jadi Andalan Transisi Energi, Pemerintah Dorong Pemanfaatannya Lebih Cepat

News | Senin, 24 Agustus 2026 | 22:19 WIB

Katarak Kongenital pada Anak dan Pentingnya Deteksi Sejak Dini

Katarak Kongenital pada Anak dan Pentingnya Deteksi Sejak Dini

Health | Senin, 24 Agustus 2026 | 22:08 WIB

Semarak Turnamen Bulu Tangkis di Mall Solo, 219 Peserta Ikut Bertanding

Semarak Turnamen Bulu Tangkis di Mall Solo, 219 Peserta Ikut Bertanding

Sport | Senin, 24 Agustus 2026 | 22:05 WIB

Komunikasi Politik Prabowo Dinilai Kerap Blunder, Akademisi: Bisa Rugikan Pemerintah

Komunikasi Politik Prabowo Dinilai Kerap Blunder, Akademisi: Bisa Rugikan Pemerintah

Video | Senin, 24 Agustus 2026 | 22:05 WIB

PTBA Hadir untuk NTT, Salurkan Bantuan bagi Warga Terdampak Bencana

PTBA Hadir untuk NTT, Salurkan Bantuan bagi Warga Terdampak Bencana

Sumsel | Senin, 24 Agustus 2026 | 22:04 WIB

×